SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN – Daya tarik wisata Balikpapan semakin beragam. Tak hanya dikenal lewat pantai dan taman kota, kini kawasan Penangkaran Buaya Teritip kembali mencuri perhatian berkat kehadiran rumah adat Dayak atau rumah lamin yang menambah pesona budaya di tengah wisata edukatif khas kota minyak ini.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus berinovasi dalam mengangkat potensi wisata lokal agar makin dikenal luas. Salah satu langkahnya dengan menggelar trip wisata ke Penangkaran Buaya Teritip sekaligus melakukan promosi melalui berbagai platform digital.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi promosi wisata berbasis pengalaman langsung dan konten kreatif. “Kami sempat mengadakan trip ke Penangkaran Buaya dan membantu publikasinya.
Di sana juga ada rumah adat Dayak yang sangat menarik dan cocok untuk spot foto pengunjung,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Ratih menjelaskan, promosi wisata kini tak hanya mengandalkan brosur atau baliho, tetapi juga kekuatan visual di media sosial. Tim Disporapar bahkan telah mengambil gambar dan video di lokasi sebagai bahan promosi digital. “Kemarin tim kami mengambil gambar di sana dan langsung berkoordinasi dengan saya. Saya persilakan selama tetap bekerja sama dengan pengelola,” tuturnya.
Menurutnya, Balikpapan memiliki banyak destinasi potensial yang perlu diperkenalkan kepada publik. Diversifikasi wisata menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengenal satu tempat. “Kami ingin semua destinasi di Balikpapan terekspos. Jangan hanya satu lokasi yang dikenal, tapi banyak tempat lain yang bisa membuat wisatawan penasaran,” jelasnya.
Selain promosi digital, Disporapar juga membuka peluang kerja sama dengan pengelola wisata agar kawasan Penangkaran Buaya bisa menjadi lokasi kegiatan berbasis budaya dan edukasi. “Untuk event kepariwisataan nanti akan kami komunikasikan. Harapan kami, destinasi ini bisa hidup, ramai, dan terus berkembang,” tambahnya.
Ratih optimistis, sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat akan memperkuat citra Balikpapan sebagai kota wisata alternatif di Kalimantan Timur. “Jika dikelola dengan baik, Penangkaran Buaya Teritip bukan hanya dikenal karena buayanya, tapi juga karena nilai budaya dan keindahan visualnya,” pungkasnya.
(ADV/Disporapar Balikpapan)