SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menyelenggarakan kegiatan internal bertajuk "Lunch with CEO" sebagai upaya mempererat hubungan antara jajaran manajemen puncak dan seluruh karyawan. Sekitar 150 pegawai dari berbagai divisi menghadiri acara yang berlangsung di ruang lobi lantai 1 kantor KKT, (17/6/2025)

Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi informal yang strategis, di mana Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, menyampaikan penghargaan kepada seluruh karyawan atas kontribusi dan kerja keras mereka dalam mendukung kelancaran operasional terminal petikemas.

Dalam suasana penuh kehangatan, Enriany berbagi pandangan mengenai tantangan industri logistik, arah pertumbuhan bisnis ke depan, dan pentingnya sinergi tim dalam mencapai tujuan perusahaan. “Lunch with CEO merupakan bukti komitmen kami dalam memperkuat komunikasi dua arah,” ujar Enriany.

“Dengan pemahaman bersama terhadap visi dan misi perusahaan, serta semangat kolaborasi, saya yakin kita bisa meningkatkan kualitas layanan dan menjaga keberlangsungan bisnis KKT.” Acara ini juga memberikan ruang bagi para karyawan untuk berdialog langsung dengan direksi.

Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, usulan, hingga aspirasi terkait pengembangan perusahaan. Interaksi yang terbuka dan interaktif ini dinilai mampu memberikan perspektif segar, baik bagi karyawan maupun manajemen.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat kerja, memperkuat budaya perusahaan yang inklusif, serta mendorong inovasi di lingkungan kerja. Semangat positif yang tercipta dari kegiatan ini diyakini akan menjadi energi baru bagi PT KKT dalam memberikan layanan terbaik dan memperkuat posisinya sebagai terminal petikemas unggulan di Kalimantan Timur.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) dalam mendukung transisi energi kembali diwujudkan melalui program peningkatan kapasitas masyarakat. Kali ini, PLN UIP KLT menggandeng Yayasan Rumah Zakat Indonesia untuk menggelar pelatihan keterampilan konversi motor listrik bagi generasi muda di Kota Balikpapan, (16/6/2025)

Program bertajuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini berlangsung dari 16 hingga 19 Juni 2025 di SMKN 6 Balikpapan. Pelatihan difokuskan pada edukasi keterampilan teknis mengubah kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik, yang menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem energi bersih di Indonesia.

Sebanyak 20 lulusan SMA/SMK dari keluarga prasejahtera dan 4 guru pendamping menjadi peserta utama. Mereka mendapat pembekalan langsung dari para profesional di bidangnya, termasuk dari PT Braja Elektrik Motor—mitra teknis yang memiliki reputasi kuat dalam bidang konversi kendaraan listrik di tanah air. Kehadiran mitra ini memastikan kualitas pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri.

General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi jangka panjang PLN terhadap pembangunan berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali masyarakat, khususnya generasi muda, dengan keterampilan yang relevan terhadap arah pembangunan energi masa depan. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga investasi sosial untuk menuju masa depan yang lebih hijau dan mandiri,” ungkap Raja.

Sementara itu, Ferdyan Hijrah Kusuma, Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk konkret tanggung jawab sosial perusahaan. “Pemberdayaan sumber daya manusia adalah bagian dari isu keberlanjutan yang harus dihadapi. Dengan keterampilan baru ini, kami berharap peserta dapat membuka akses ekonomi yang lebih luas dan menjadi bagian dari perubahan positif menuju energi bersih,” ujarnya.

Program ini tak hanya menjadi wadah pelatihan, tapi juga langkah strategis mendukung dekarbonisasi nasional dan target Net Zero Emissions 2060. PLN UIP KLT terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang inklusif dan berdaya guna.

(*)

 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UIP KLT) menggelar rapat Monthly Performance Audit and Dialogue (MPAD) edisi Mei 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan penyelesaian proyek interkoneksi sistem kelistrikan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, (17/6/2025)

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini dipusatkan di Kantor PLN UIP KLT, Jalan MT Haryono, Balikpapan, dan dihadiri oleh berbagai pejabat penting. Hadir langsung Vice President Administrasi Konstruksi Pembangkit Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Agil Darmawan, serta Pelaksana Harian General Manager PLN UIP KLT, Muhammad Ardiansyah.

Turut serta pula VP Pengendalian Konstruksi Jaringan dan Pembangkit, Anjar Sucahya secara daring, serta seluruh jajaran SRM, MUPP, dan MSB PLN UIP KLT. Rapat dimulai dengan sambutan dari Muhammad Ardiansyah, yang menyambut baik komitmen bersama dalam mempercepat pelaksanaan proyek-proyek ketenagalistrikan.

Dilanjutkan dengan pengarahan Agil Darmawan, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga integritas, loyalitas, serta penyelesaian proyek sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan. "MPAD merupakan forum evaluasi bulanan atas progres pekerjaan transmisi, gardu induk, maupun pembangkit. Fokus utama kita saat ini adalah memastikan interkoneksi Kaltim-Kaltara dapat terselesaikan tepat waktu,” ujarnya.

Agil juga menambahkan bahwa dalam rapat ini, PLN UIP KLT turut menyampaikan proyeksi kerja untuk satu bulan ke depan serta prediksi kinerja Semester II tahun 2025. Ini penting untuk menyusun strategi antisipatif terhadap berbagai tantangan di lapangan. “Kami tekankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pelaksanaan seluruh proyek.

Efisiensi biaya, kualitas mutu, dan ketepatan waktu adalah pilar utama yang harus dijaga,” tegasnya. Senada dengan itu, Muhammad Ardiansyah menyampaikan harapannya agar MPAD dapat menjadi energi positif bagi seluruh jajaran untuk terus fokus dalam menjalankan target kerja.

“Melalui MPAD, kami mendapat arahan yang menjadi motivasi agar proyek-proyek kelistrikan bisa rampung sesuai rencana dan menghadirkan keandalan listrik yang optimal bagi masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” tutup Ardiansyah.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com Balikpapan — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) menjalin sinergi strategis dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Berau.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam kegiatan konsinyering data yang berlangsung pada Jumat (6/6), bertempat di Kantor BPN Berau. Pertemuan tersebut menitikberatkan pada penguatan kerja sama dalam pengamanan aset negara, khususnya terkait proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung Redeb–Talisayan yang sedang dibangun, dan SUTT 150 kV Tanjung Redeb–Tanjung Selor yang telah selesai dibangun.

Kedua proyek ini merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Salah satu fokus utama dari agenda tersebut adalah percepatan legalisasi bidang tanah yang telah dibebaskan untuk pembangunan tower transmisi. PLN menargetkan sertifikasi terhadap 30 bidang tanah di Kabupaten Berau dapat tuntas pada tahun 2025.

General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menjamin kepastian hukum atas aset milik negara. "Kerja sama ini bukan hanya soal administrasi, tapi bentuk nyata tanggung jawab terhadap tata kelola aset negara yang baik. Di momen Hari Lahir Pancasila, kami menghidupkan kembali semangat gotong royong dan keadilan sosial demi kemajuan bersama," ujarnya.

Sementara itu, BPN Berau menyampaikan sejumlah catatan teknis serta kendala administratif yang masih perlu diselesaikan bersama. Diskusi berlangsung produktif dengan semangat kebersamaan. PLN menegaskan bahwa legalisasi aset tanah merupakan bagian krusial dari pembangunan berkelanjutan.

Selain memastikan proyek berjalan lancar secara fisik, aspek legal menjadi pondasi kuat dalam menjaga infrastruktur nasional secara jangka panjang.(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Kotabaru — Dalam semangat memperingati Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) bersama Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4) menggandeng Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Kotabaru untuk mempercepat proses sertifikasi aset lahan ketenagalistrikan.

Rapat koordinasi yang digelar pada Rabu, 7 Mei 2025, dihadiri pula oleh Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan sebagai bentuk sinergi antar lembaga dalam mendukung pembangunan strategis nasional. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kepastian hukum atas lahan yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Kotabaru.

Legalitas aset tersebut menjadi hal mendasar dalam menjamin kelangsungan proyek ketenagalistrikan yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, pengamanan aset juga ditujukan untuk mempercepat pemerataan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan keadilan sosial dan kebersamaan.

Manajer UPP KLT 4, Rizal Hikmahtiar, menegaskan bahwa proses sertifikasi lahan sedang berjalan dan menjadi prioritas. “Dokumen legal untuk aset transmisi menjadi landasan utama dalam memastikan kelancaran pembangunan dan operasional kelistrikan. Maka dari itu, percepatan sertifikasi sangat penting,” katanya.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kotabaru, I Made Supriadi, S.SiT., M.T. Ia menyatakan kesiapannya mendampingi PLN dalam proses tersebut. “Kami siap membantu agar proses sertifikasi berjalan cepat. Proyek ini penting demi menjamin pasokan listrik yang andal bagi masyarakat Kotabaru,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalbagtim, Raja Muda Siregar, menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong pemerataan akses listrik. Ia berharap seluruh proses legalisasi aset dapat rampung pada Juni 2025.

Melalui kolaborasi ini, PLN menegaskan keseriusannya dalam menjamin keandalan proyek-proyek infrastruktur listrik dengan memastikan semua aset memiliki kepastian hukum, demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, BERAU, KALIMANTAN TIMUR — Dalam semangat memperingati Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan bersama masyarakat dalam percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, (5-Juni-2025)

Salah satu proyek strategis yang tengah digarap adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung Redeb Talisayan, yang¹ kini telah memasuki tahap penarikan kabel (stringing) dan pembayaran kompensasi lahan di sepanjang jalur transmisi (Right of Way/ROW). Namun, proyek ini sempat menghadapi tantangan berupa perselisihan kepemilikan lahan di Kampung Buyung Buyung, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau.

Bertepatan dengan momen Idul Adha yang sarat nilai pengorbanan dan persaudaraan, PLN melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Timur 2 (UPP KLT 2) memfasilitasi mediasi yang melibatkan unsur masyarakat, aparat kampung, pihak kecamatan, serta kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Berbekal semangat musyawarah dan nilai-nilai Pancasila, semua pihak yang berselisih akhirnya mencapai mufakat.

Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi kelanjutan proyek, sekaligus mempertegas dukungan masyarakat dan Muspika terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Berau. General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, memberikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan semua pihak. “Peringatan Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita pentingnya persatuan dalam menghadirkan manfaat bersama.

Dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan aparat menjadi fondasi utama kesuksesan proyek ini. Listrik andal yang kita bangun bersama akan mendorong peningkatan kualitas hidup dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Selain menyelesaikan konflik lahan, forum mediasi ini juga menjadi wadah edukasi bagi warga mengenai pentingnya infrastruktur ketenagalistrikan sebagai bagian dari pelayanan dasar dan strategi nasional dalam memenuhi kebutuhan energi. Dengan sinergi yang semakin kokoh antara PLN dan masyarakat, proyek SUTT 150 kV Tanjung Redeb–Talisayan diyakini akan selesai tepat waktu dan menghadirkan manfaat nyata bagi warga Berau dan sekitarnya.(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Paser — Usai libur Idul adha, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) kembali tancap gas dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur. Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), PLN sukses menerbitkan 20 sertifikat tanah untuk tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Grogot–Sei Durian, (13/6/2025)

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan aset yang dijalankan secara konsisten oleh PLN guna memastikan operasional infrastruktur listrik berjalan lancar dan berkelanjutan. Kepastian hukum atas aset tanah menjadi kunci untuk menghindari potensi konflik serta menjamin stabilitas suplai listrik kepada masyarakat.

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menjelaskan bahwa sertifikasi aset bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi penting dalam pengelolaan jangka panjang infrastruktur ketenagalistrikan. “Legalitas aset adalah pilar utama dalam menjaga keberlangsungan pasokan listrik. Penerbitan sertifikat tapak tower ini mencerminkan komitmen PLN dalam mengamankan aset strategis perusahaan,” ujarnya.

Senada dengan itu, General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menambahkan bahwa keberhasilan proses sertifikasi ini tak lepas dari kolaborasi yang erat dengan pemangku kepentingan, khususnya Kantor Pertanahan Kabupaten Paser. “Kami sangat menghargai dukungan semua pihak yang terlibat, terutama dari BPN, yang memungkinkan proses ini berjalan lancar. Ini adalah langkah penting dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem kelistrikan,” ungkap Raja.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN, Kanwil BPN Kalimantan Timur, serta seluruh Kantor Pertanahan di provinsi ini untuk memperkuat kepastian hukum atas aset-aset PLN ke depan. Melalui penguatan legalitas aset, PLN terus menegaskan komitmennya dalam menyediakan listrik yang andal, aman, dan mendukung pembangunan ekonomi serta kebutuhan energi masyarakat di Kalimantan Timur.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), terus mendorong transformasi budaya kerja berbasis digital. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menyelenggarakan Sosialisasi Aplikasi HSSE Mobile kepada seluruh pegawai di lingkungan UPP KLT 1, (12/06)

Kegiatan ini digelar di kantor PLN UPP KLT 1 sebagai bagian dari komitmen memperkuat sistem pelaporan keselamatan dan kesehatan kerja (K3L) yang lebih modern dan responsif. HSSE Mobile merupakan pengembangan dari sistem digital sebelumnya, INSPEKTA, yang telah digunakan sejak 2017 sebagai pelopor pelaporan keselamatan di lingkungan PLN.

Menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan di lapangan, PLN menghadirkan HSSE Mobile sebagai platform yang lebih fleksibel, praktis, dan ramah pengguna. Dengan fitur pelaporan realtime yang dilengkapi koordinat GPS dan Critical Control Verification (CCV), aplikasi ini memastikan pelaksanaan standar operasional keselamatan berjalan sesuai prosedur.

“HSSE Mobile adalah solusi atas tantangan yang kerap dihadapi tim di lapangan. Aplikasi ini memungkinkan pelaporan langsung dari lokasi kejadian dengan akurasi lokasi dan verifikasi CCV untuk menjamin kepatuhan terhadap SOP,” terang Rhedo Frapanca, Team Leader K3L dan Keamanan PLN UPP KLT 1, saat memimpin sesi sosialisasi.

Aplikasi ini mempermudah pelaporan temuan seperti Unsafe Action, Unsafe Condition, Nearmiss, dan Accident secara langsung dari perangkat seluler. Selain itu, terdapat fitur tambahan seperti Working Permit online serta pemantauan kinerja K3L yang membuat sistem keselamatan lebih efisien dan terintegrasi. Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menekankan pentingnya kesiapan seluruh pegawai dalam beradaptasi dengan sistem digital ini.

“Kami ingin setiap insan PLN di UPP KLT 1 terbiasa menggunakan HSSE Mobile sebagai bagian dari budaya kerja harian. Inovasi ini tak hanya mempermudah, tapi juga menyelamatkan,” ujarnya.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif, melalui pemaparan materi, video panduan, hingga pelatihan langsung serta sesi tanya jawab. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta sebagai bentuk nyata komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional.

General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Raja Muda Siregar, memberikan apresiasi atas inisiatif UPP KLT 1 dalam mempercepat transformasi digital keselamatan kerja. “Budaya K3L bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari jati diri profesional PLN. Melalui HSSE Mobile, pengawasan keselamatan dapat dilakukan lebih cepat, transparan, dan berbasis data aktual. Ini adalah langkah nyata transformasi digital PLN di sektor ketenagalistrikan,” tegasnya.

PLN UIP KLT akan terus memperluas implementasi HSSE Mobile di seluruh proyek infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan kerja yang aman, andal, dan selaras dengan prinsip keselamatan kerja modern.(*)