Topi Cenderawasih hingga Batu Tambang, Stan Mimika Jadi Primadona Expo Dekranas 2025 di Balikpapan

Stan Dekranasda Kabupaten Mimika Papua Tengah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome pada 9–11 Juli 2025 diwarnai dengan kehadiran berbagai stan kerajinan dari seluruh penjuru Nusantara. Namun, salah satu yang paling menyita perhatian pengunjung datang dari wilayah timur Indonesia, yakni stan milik Dekranasda Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Stan yang menampilkan kekayaan budaya dan kerajinan tangan khas Bumi Cenderawasih ini menjadi magnet bagi pengunjung. Mulai dari produk hiasan etnik, aksesori, hingga busana adat Papua, semuanya menarik minat masyarakat yang hadir.

Antusiasme warga Balikpapan terhadap produk Mimika bahkan mengantarkan stan ini meraih omzet penjualan mendekati Rp 40 juta hanya dalam tiga hari pameran. Fatima Silubun, perwakilan dari Bidang Pameran dan Promosi Luar Negeri Dekranasda Kabupaten Mimika, mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan hangat masyarakat.

“Dari hari pertama sampai ketiga, omzet kami hampir mencapai Rp 40 juta. Harapannya di hari terakhir bisa menembus target lebih tinggi. Kami ingin semua produk bisa ludes terjual,” ujarnya optimistis.

Produk-produk unggulan seperti topi Cenderawasih seharga Rp 3 juta, topi bulu Kaswari senilai Rp 500 ribu, dan hiasan batu tambang dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu menjadi barang yang paling banyak diburu. Selain itu, pengunjung juga tertarik untuk berfoto di area stan yang dihias dengan nuansa budaya Papua.

Fatima menuturkan bahwa stan mereka bahkan sempat dikunjungi langsung oleh Wali Kota Balikpapan. “Ibu Wali Kota mampir dan membeli produk kami. Banyak juga pengunjung yang foto-foto karena tertarik dengan dekorasi dan keunikan produk yang kami bawa,” jelasnya.

Selain sukses secara penjualan, Fatima juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kebersihan dan kenyamanan Kota Balikpapan. Ia mengaku terkesan dengan tata kota dan kedisiplinan warganya dalam menjaga lingkungan. “Balikpapan luar biasa bersih. Kami jalan kaki ke mana-mana dan tidak melihat sampah berserakan. Kota ini sangat layak jadi tuan rumah event nasional,” ucapnya.

Dengan pengalaman positif selama mengikuti pameran di Balikpapan, pihak Dekranasda Mimika memastikan akan kembali berpartisipasi di perhelatan Dekranas mendatang. “Kalau di Kalimantan saja kami bisa datang, apalagi kalau tahun depan di Makassar. Kami pasti siap ikut lagi,” tutup Fatima dengan semangat.

(*)