SWARAREPUBLIKA.com, Banjarbaru — Dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Selatan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) intensif menjalin koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mengurai berbagai hambatan terkait proses perizinan dan pembebasan lahan proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sei Durian – Tarjun, (20/6/2025)

Pertemuan koordinasi berlangsung pada Jumat (20/6) di Kantor Kejati Kalsel, khususnya di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). PLN UIP KLT diwakili oleh Teddy Kristianto selaku Manager Perizinan dan Komunikasi, didampingi oleh Afrianto Ramadhan dari Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4) sebagai Asisten Manager Perizinan dan Umum.

Turut hadir jajaran Kejati Kalsel dari Bidang Datun untuk membahas berbagai isu krusial proyek. Dalam diskusi tersebut, PLN memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan, terutama terkait dengan kelengkapan dokumen perizinan dan proses pembebasan lahan yang berpotensi menghambat kelancaran tahap pra konstruksi.

PLN menekankan pentingnya dukungan hukum agar proyek strategis nasional ini bisa berjalan sesuai target dan peraturan yang berlaku. Teddy Kristianto menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Kejati Kalsel dalam mendampingi PLN menyelesaikan persoalan hukum non-litigasi. "Sinergi ini sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa kendala berarti dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Di tempat terpisah, General Manager UIP KLT, Raja Muda Siregar, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ketenagalistrikan sangat ditentukan oleh kerja sama lintas sektor. Ia mengatakan, "Kami sangat menghargai komitmen Kejati Kalsel dalam memberikan pendampingan hukum.

Ini menciptakan kepastian yang dibutuhkan agar proyek dapat tuntas tepat waktu." PLN dan Kejati Kalsel sepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi berkelanjutan, guna memastikan setiap langkah pembangunan berjalan secara efektif, efisien, dan tetap berlandaskan hukum. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara BUMN dan institusi penegak hukum dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda — Dalam upaya memperkuat hubungan lintas sektor antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan media lokal, Blue Sky Group mengadakan acara silaturahmi bertajuk “Bridging Local: Unity & Expansion” di DeCafe Samarinda, (18/6/2025)

Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang strategis untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), sekaligus membangun jaringan yang lebih kuat bersama mitra dan media yang selama ini mendukung kiprah Blue Sky di Kalimantan. Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen Blue Sky Group dari berbagai unit usaha, termasuk Ir. Rano Hardani, ST., MM., CHCP, selaku Direktur Operasional dan SDM PT Mitra Bangun Sejahtera (MBS), serta para mitra bisnis dari berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Asep Supardi selaku Director of Operations  Hotels Blue Sky Group menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dalam ekspansi bisnis perusahaan secara nasional. “Kami tidak hanya hadir untuk menjalankan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem lokal. Selama lebih dari lima dekade, Blue Sky telah melekat dalam kehidupan masyarakat Balikpapan. Kini, kami memperluas kontribusi kami ke Samarinda dan wilayah lainnya,” ujar Asep.

Blue Sky Group saat ini menaungi sejumlah unit usaha yang terintegrasi di sektor hospitality dan lifestyle, mulai dari hotel, kuliner, lounge bandara, hunian, hingga pusat hiburan. Di bidang perhotelan, Blue Sky mengelola tiga hotel utama, yaitu Blue Sky Hotel Pandurata Jakarta—hotel yang dikelola bersama Pemprov Kaltim melalui kerja sama dengan MBS, Blue Sky Hotel Petamburan Jakarta, serta Blue Sky Hotel Balikpapan, hotel legendaris yang telah hadir selama 52 tahun dan menjadi ikon kepercayaan masyarakat Balikpapan.

Direktur Operasional & SDM MBS menyatakan, “Alasan Pemprov Kaltim mempercayakan pengelolaan hotel Pandurata kepada Blue Sky adalah karena rekam jejak dan eksistensi perusahaan di sektor hospitality, terutama di Kalimantan, sudah terbukti.” Di bidang kuliner, Blue Sky mengoperasikan unit boga seperti Blue Sky Mantau yang menyajikan hidangan khas Kalimantan, serta DeCafe—kafe modern yang kini telah memiliki beberapa cabang di Balikpapan dan Samarinda.

Selain itu, Blue Sky juga mengelola 11 Blue Sky Premier Lounge di berbagai bandara Indonesia, memberikan layanan eksklusif dengan kenyamanan tinggi bagi para penumpang. Lounge terbaru akan hadir di Makassar, hasil kolaborasi dengan Airport Dimensions. Menambah portofolio bisnisnya, Blue Sky juga mengembangkan unit hunian residence di Balikpapan, sebagai solusi tempat tinggal modern untuk masyarakat urban dan profesional.

Tidak berhenti di situ, perusahaan juga tengah mempersiapkan pembukaan pusat hiburan baru di Samarinda yang dijadwalkan akan resmi diluncurkan pada Juli 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha serta upaya menghadirkan ruang hiburan berkualitas bagi masyarakat Kalimantan Timur. “Kami yakin bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan media menjadi pondasi pertumbuhan yang sehat.

Melalui unit usaha kami—mulai dari hotel, café, lounge, hunian, hingga hiburan—kami berkomitmen memberikan dampak nyata, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga sosial dan budaya,” ujar Riska Yuvista, Head of Marketing Communications Blue Sky Group. Riska juga menekankan bahwa ekspansi ini turut menciptakan lapangan kerja, mendorong pelibatan UMKM, serta membantu promosi daerah melalui pendekatan hospitality berstandar tinggi.

Senada dengan itu, M. Yusuf selaku General Manager Blue Sky Hotel Pandurata Jakarta mengungkapkan bahwa sinergi dengan Pemprov Kaltim merupakan bagian dari identitas hotel tersebut. “Pandurata adalah representasi Kalimantan Timur di ibu kota. Kami hadirkan nilai-nilai lokal dan semangat kebersamaan yang kuat,” jelasnya. Sementara itu, Pipit selaku SMM DeCafe menambahkan bahwa DeCafe, yang telah beroperasi lebih dari dua dekade, akan terus konsisten menjadi pilihan utama bagi pecinta kuliner dan tempat penyelenggaraan berbagai acara.

“Kami akan terus berinovasi dalam pelayanan dan variasi menu agar tetap menjadi favorit masyarakat,” ujarnya.

Melalui acara ini, Blue Sky Group berharap sinergi yang terbangun dapat berlanjut menjadi kolaborasi konkret demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kalimantan Timur, serta menjadikan Kalimantan sebagai bagian penting dalam panggung nasional dan internasional.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Berau — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah terpencil. Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2), PLN menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung modernisasi pertanian di Kampung Buyung-Buyung, Kabupaten Berau, (19/6/2025)

Kelompok Tani “Harapan Mandiri” menjadi penerima manfaat dalam program ini. Bantuan yang diberikan meliputi satu unit drone pertanian DJI Agras, pompa air bertenaga listrik, serta mesin penggiling hasil panen berbasis listrik. Peralatan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses produksi, efisien dalam irigasi, dan memberikan kemudahan dalam penyemprotan pupuk maupun pestisida secara presisi. Melalui inisiatif ini, PLN memperkenalkan konsep smart farming atau pertanian cerdas berbasis energi listrik.

Inovasi ini diyakini mampu menjawab tantangan pertanian modern, sekaligus menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan yang berkelanjutan. Teknologi yang dihadirkan juga sejalan dengan prinsip ramah lingkungan yang kini semakin dibutuhkan. Kampung Buyung-Buyung sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama di Kabupaten Berau.

Dengan karakter masyarakatnya yang adaptif terhadap perubahan, kampung ini dipilih sebagai titik awal transformasi pertanian berbasis listrik di wilayah tersebut. Dalam seremoni penyerahan bantuan, Manajer PLN UPP KLT 2, Jefri, menyampaikan bahwa dukungan ini bukan sekadar penyediaan alat, melainkan dorongan untuk kemajuan. “Ini bukan sekadar soal teknologi, tapi juga tentang harapan agar petani kita bisa maju bersama zaman. Energi listrik akan membuat pertanian lebih efisien dan cerdas,” ujarnya.

Senada dengan itu, General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menegaskan bahwa sektor pertanian juga harus dilibatkan dalam proses transisi energi nasional. “Pertanian bukan hanya bagian dari rantai pangan, tapi juga dari transformasi energi bersih. Teknologi listrik dapat mendukung produktivitas, efisiensi, dan kemandirian petani kita,” katanya.

PLN menilai sektor pertanian sebagai sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui pemanfaatan listrik dalam kegiatan bertani, PLN berharap dapat mendorong lahirnya ekosistem pertanian yang modern dan berkelanjutan. Program ini menjadi cerminan nyata bahwa energi listrik dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Lebih dari sekadar menerangi, listrik hadir sebagai pendorong inovasi, produktivitas, dan kemandirian masyarakat hingga ke pelosok negeri.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) resmi menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Balikpapan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) terkait Penanganan Masalah Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara untuk periode 2025–2027. Penandatanganan ini berlangsung dengan kehadiran jajaran Direksi PT KKT dan Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan beserta timnya(18/6/2025)

Kesepakatan ini bertujuan mengoptimalkan penanganan berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan kegiatan usaha PT KKT, khususnya di ranah perdata dan tata usaha negara. Dalam kerja sama ini, Kejaksaan Negeri Balikpapan melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara akan memberikan pendampingan hukum sesuai kewenangan yang dimiliki.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang akuntabel. "Kami menyambut baik penandatanganan MoU ini sebagai upaya memperkuat kepatuhan hukum dan mendukung kelangsungan operasional kami sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan dukungan Kejaksaan Negeri Balikpapan, kami yakin penanganan persoalan hukum akan lebih cepat, tepat, dan efisien," ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan, Slamet Riyanto, S.H., M.H., menegaskan komitmen institusinya dalam memberikan dukungan hukum kepada badan usaha milik negara dan anak perusahaannya. “Kejaksaan siap memberikan pendampingan hukum yang profesional kepada PT KKT dalam upaya menciptakan kepastian hukum dan mendukung iklim investasi yang sehat.

Kolaborasi ini mencerminkan sinergi nyata antar lembaga negara,” jelasnya. Melalui kesepakatan ini, diharapkan terbangun hubungan kelembagaan yang kuat dan saling mendukung, demi menciptakan lingkungan bisnis yang tertib, aman, serta menjamin keberlangsungan usaha secara hukum bagi PT Kaltim Kariangau Terminal.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN,  – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan energi bersih dengan menggelar pelatihan konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berlangsung pada 16–19 Juni 2025 di SMK Negeri 6 Balikpapan. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari siswa aktif dan alumni SMA/SMK serta empat guru pendamping dari Kota Balikpapan.

Dengan menggandeng PT Braja Elektrik Motor sebagai mitra teknis, PLN UIP KLT memberikan materi praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri kendaraan listrik. Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Ferdyan Hijrah Kusuma, menyebut pelatihan ini menjadi bagian penting dari pengembangan SDM vokasional yang aplikatif dan berkelanjutan.

Ia berharap materi konversi motor listrik bisa masuk ke dalam kurikulum pendidikan di masa depan. “Dengan pelatihan seperti ini, kami tidak hanya memberikan keterampilan jangka pendek, tapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat kapasitas generasi muda,” ungkap Ferdyan.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari amanah TJSL PLN dalam memberdayakan masyarakat, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem energi bersih dari tingkat lokal. Kegiatan pelatihan ditutup secara resmi pada Rabu (19/6/2025), ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta.

Penutupan turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan, Doni Saputra, yang memberikan apresiasi atas inisiatif PLN dalam mendukung pengembangan kompetensi pemuda. “Program ini sejalan dengan arah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Pelatihan seperti ini membentuk SDM yang siap mengisi kebutuhan sektor energi masa depan,” ujar Doni. General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, turut menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan investasi sosial jangka panjang untuk mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan energi nasional. “Pelatihan ini bagian dari langkah konkret PLN untuk membangun kedaulatan energi yang berawal dari sekolah-sekolah dan komunitas lokal,” tegasnya.

Dengan pelatihan ini, PLN UIP KLT tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar siap menjadi pelaku utama dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA  – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaksanakan kunjungan kerja reses ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda pada Rabu (18/6/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menggali informasi langsung dari lapangan terkait isu strategis seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga pembaruan sistem transportasi laut. PT PLN (Persero) turut hadir dalam forum tersebut dan menegaskan dukungannya terhadap agenda ketahanan energi nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi VI DPR RI menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperoleh informasi faktual di daerah sebagai bahan evaluasi kebijakan pusat. "Kami datang ke Kalimantan Timur untuk melihat langsung permasalahan dan tantangan di lapangan, serta mengevaluasi kebijakan yang telah diterapkan. Hasil dari kunjungan ini akan menjadi dasar untuk menyusun rekomendasi yang lebih akurat dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional," ujar salah satu anggota Komisi VI.

Dalam diskusi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan sejumlah BUMN, Komisi VI menyoroti beberapa isu utama. Penguatan sektor pupuk sebagai pilar ketahanan pangan menjadi fokus pembahasan dengan Kementerian BUMN, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Pupuk Kalimantan Timur. Sementara itu, pengembangan ketahanan energi dan modernisasi transportasi laut menjadi pokok diskusi bersama PT PLN (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Hulu Mahakam, Telkomsel, dan Pelni.

PLN Group yang hadir melalui Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia dan Direktur Utama PLN ICON Plus memaparkan roadmap pengembangan sistem kelistrikan di Kalimantan. Mereka didampingi jajaran PLN dari Unit Induk Pembangunan Kalimantan Timur (UIP KLT), Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Utara (UID Kaltimra), serta UIP3B Kalimantan.

General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menegaskan pentingnya peran PLN dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk wilayah strategis ini. “Kami bertanggung jawab menyediakan pasokan listrik andal, khususnya untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pertumbuhan ekonomi regional,” jelas Raja.

Ia menambahkan bahwa saat ini PLN UIP KLT tengah memprioritaskan percepatan pembangunan transmisi dan gardu induk di Kalimantan Selatan, Timur, dan Utara, guna memperkuat interkoneksi sistem kelistrikan seluruh Kalimantan. "Komitmen kami tak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga mencakup inovasi dan efisiensi sistem demi terwujudnya ketahanan energi berkelanjutan," tegasnya.

Diharapkan hasil kunjungan ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tepat, memperkuat sinergi lintas lembaga dan BUMN, serta mempercepat realisasi ketahanan energi dan pangan nasional secara menyeluruh.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, SAMBOJA — Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) dalam mendorong transisi energi bersih terus diwujudkan secara nyata melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Salah satu langkah konkret dilakukan lewat sosialisasi Program Desa Lumbung Energi Hijau dan Pakan Protein Nabati, yang berlangsung di Balai Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, (19/6/2025)

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Ferdyan Hijrah Kusuma, serta dihadiri oleh Camat Samboja Barat, Lurah Sungai Merdeka, jajaran Danramil dan Kapolsek Samboja, hingga tokoh masyarakat dan kelompok tani dari wilayah setempat. Sesi pemaparan teknis disampaikan oleh Tim Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Kalimantan Timur.

Ferdyan dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan PLN bukan semata-mata sebagai penyedia layanan listrik, namun juga sebagai katalisator perubahan di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar PLN untuk menciptakan ekosistem energi bersih yang inklusif dan berkelanjutan.

“PLN ingin desa menjadi pelaku utama dalam perjalanan menuju energi bersih. Ini bukan hanya program tanggung jawab sosial, tapi juga langkah strategis untuk melibatkan masyarakat dalam upaya transisi energi nasional,” tegas Ferdyan.

General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, turut memantau pelaksanaan kegiatan serta memberikan arahan strategis terkait pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kalimantan. Ia menilai inisiatif dari desa seperti ini akan menjadi fondasi kuat bagi kedaulatan energi dan ketahanan ekonomi masyarakat. “Inisiatif yang dimulai dari desa ini menjadi wujud nyata perubahan. PLN siap menghubungkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan mitra usaha untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” jelas Raja Muda.

Tanaman seperti Kaliandra, Lamtoro, dan Gamal yang diperkenalkan dalam program ini, memiliki potensi sebagai sumber energi biomassa sekaligus pakan nabati berprotein tinggi. Posyantek akan memberikan pendampingan, pengadaan bibit, hingga pelatihan teknis kepada masyarakat. Hasil panen akan dikelola melalui skema kemitraan business to business (B2B) dengan mitra, termasuk PLN sendiri.

Meskipun warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kesinambungan program berdasarkan pengalaman dari inisiatif sebelumnya, Posyantek menegaskan bahwa skema yang dirancang kali ini memiliki pendekatan hilirisasi yang lebih terintegrasi dan menjanjikan.

Melalui pendekatan gotong royong dan partisipatif, PLN membuktikan bahwa membangun energi tidak melulu soal infrastruktur, melainkan juga soal membangun kemandirian desa dan memperkuat ekonomi masyarakat dari akar rumput. PLN hadir bukan hanya membawa listrik, tetapi harapan dan masa depan yang lebih hijau untuk seluruh rakyat Indonesia.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pendidikan, sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan. Salah satu wujud nyatanya terlihat di lingkungan Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), yang berhasil mencetak sejumlah prestasi akademik dari para pegawainya (17/6/2025)

Dua pegawai PLN UIP KLT, Fajar Rahmat Sihotang dan Anwar Sidiq Sutejo, berhasil meraih gelar Magister melalui Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) PLN Batch 1. Fajar menempuh pendidikan Magister Teknik Mesin, sementara Anwar menyelesaikan Magister Teknik Elektro. Keduanya menjalani perkuliahan daring berkat kerja sama antara PLN dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang difasilitasi oleh PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat).

Prestasi serupa juga ditorehkan Rangga Gunawan, pegawai PLN UIP KLT lainnya, yang berhasil menyelesaikan jenjang Diploma 3 Teknik Elektro di Institut Teknologi PLN pada Mei 2025. Rangga mengikuti program upskilling dari lulusan SMK ke D3 sebagai bagian dari pengembangan kompetensi teknis pegawai. Program PBJJ dan upskilling ini dirancang untuk mengatasi tantangan geografis dan kesibukan operasional pegawai PLN di berbagai daerah.

Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, pegawai tetap bisa mengakses pendidikan dari institusi ternama tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pekerjaannya. General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Raja Muda Siregar, mengungkapkan apresiasinya terhadap capaian tersebut. “Pendidikan adalah fondasi dari transformasi berkelanjutan. Kami sangat mengapresiasi semangat belajar dari Fajar, Anwar, dan Rangga. Ini membuktikan bahwa PLN serius membangun SDM unggul untuk menghadapi tantangan energi masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, budaya belajar di lingkungan PLN terus diperkuat. “Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pegawai lainnya. Untuk menghadapi era transisi energi dan digitalisasi, kami memerlukan SDM yang adaptif dan kompeten,” lanjut Raja Muda.

Saat ini, tercatat sebanyak 16 pegawai PLN UIP Kalimantan Bagian Timur masih mengikuti Program PBJJ pada batch berikutnya. PLN menargetkan peningkatan kualitas SDM sebagai pilar utama mendukung transformasi digital, transisi energi, dan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional.

(*)