Camat Tenggarong Sukono

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Program Rp 50 Juta per RT yang diberikan oleh Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Kecamatan Tenggarong. Dari 356 RT yang berada di kecamatan ini, sekitar 90 persen sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan dana program tersebut.

Camat Tenggarong, Sukono, menyampaikan bahwa permohonan-permohonan tersebut sudah diterima oleh pihak Kelurahan dan diserahkan ke Lurah sebagai penentu anggaran.

“Setelah diverifikasi oleh pihak Kelurahan, dana program akan segera disalurkan melalui Pokja yang dibentuk di setiap Kelurahan atau RT” ujar Sukono saat dihubungi pada Senin (30/10/2023) lalu.

Dana program ini harus digunakan sesuai dengan permohonan atau rencana anggaran biaya yang diajukan oleh RT, Sukono juga mengingatkan agar RT menggunakan dana program sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Ada juknis dan juklak yang harus dipenuhi dan dijalankan oleh setiap RT.

Diingatkan Sukono dana program ini harus digunakan sesuai dengan permohonan atau rencana anggaran biaya yang diajukan oleh RT Dirinya berharap program ini bisa berjalan dengan lancar dan semua dana bisa terdistribusi ke 12 Kelurahan di Tenggarong. “Jangan ada RT yang mengajukan hal-hal yang tidak sesuai dengan juknis dan juklak,” tandasnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Ilustrasi tambak ikan

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Desa Ponoragan, di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), memiliki keunggulan di bidang perikanan. Desa ini menjadi produsen bibit ikan mas dan nila terbesar di Kukar dan Kaltim.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, pada Senin (30/10/2023), menyatakan sebagian besar penduduk Ponoragan adalah petani yang masih produktif. Dengan mendorong sektor perikanan, Sarmin yakin Ponoragan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal dan nasional.

Setiap bulan, desa ini mampu menghasilkan puluhan juta ekor bibit ikan. “Saya berharap petani di sini dapat membesarkan ikan di kolam, seperti ikan gurame, yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujar Sarmin.

Dirinya juga berharap desa ini terus meningkatkan produksi perikanan dengan melibatkan pemuda desa. Alasannya adalah untuk menyambut perubahan di masa depan, yaitu pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Kaltim.

“Kami ingin pemuda Ponoragan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam pengembangan perikanan. Kami sadar kebutuhan ikan akan meningkat drastis di masa depan,” pungkas Sarmin(ADV/Diskominfo Kukar)