Kepala Dispar kukar Slamet Hadiraharjo

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar siap membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk usaha yang mereka jalankan.

HAKI adalah hak yang diberikan kepada pencipta atau pemilik atas karya atau produk yang dihasilkan oleh usahanya. HAKI dapat memberikan perlindungan hukum bagi para pelaku UMKM dari tindakan penjiplakan atau plagiasi yang dapat mengganggu usahanya.

Kepala Dispar Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa agenda untuk memfasilitasi UMKM mendapatkan HAKI. Salah satunya adalah dengan mengadakan sosialisasi dan konseling bagi 20 pelaku UMKM pada bulan November 2023.

“Para pelaku UMKM sekarang ini wajib mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual,” tutur Slamet saat diwawancarai oleh reporter pada Selasa (31/10/2023). Slamet menjelaskan, syarat untuk mendaftar HAKI sangat gampang, yaitu hanya dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapatkan HAKI untuk usahanya. “Ini penting, jadi masyarakat yang membangun usahanya dari bawah hingga sukses tidak terkendala dengan adanya yang meniru atau membajak,” ucap Slamet.(ADV/Diskominfo Kukar)

Slamet hady raharjo jabat sebagai kepala dispar kukar

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA.com  - Beberapa desa wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan bantuan sarana dan prasarana (Sapras) dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Bantuan ini diberikan untuk membantu pengembangan objek wisata di desa-desa tersebut.

Slamet Hadi Raharjo, Kepala Dispar Kukar, pada Selasa (31/10/2023) mengungkapkan bahwa bantuan Sapras diberikan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah aktif mengelola potensi wisata di desanya.

“Pokdarwis juga harus membuat laporan bulanan dan mengajukan permohonan kepada Dispar Kukar”. Ujarnya.

Pihaknya telah melakukan verifikasi permohonan yang masuk danaka kudiberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa wisata tersebut. Salah satu bantuan Sapras yang diberikan adalah penginapan. Slamet mengatakan bahwa penginapan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang objek wisata yang memiliki potensi menginap di lokasi.

Misalnya adalah Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu dan Desa Kersik Kecamatan Marang Kayu. “Kami berharap dengan adanya bantuan ini, sektor wisata di desa wisata dapat berkembang lebih baik lagi.” tutup Slamet.(ADV/Advetorial )