Sekretaris Kabupaten Kukar Sunggono

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA.com - Kutai Kartanegara (Kukar) telah menunjukkan keseriusannya dalam membina para qori dan qoriah. Hal ini terbukti dengan prestasinya yang meraih juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) selama enam tahun berturut-turut. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tidak mau berhenti sampai di situ.

Mereka terus berupaya untuk mempertahankan gelar tersebut dengan cara membentuk Rumah Quran atau Baitul Quran di setiap kecamatan.Rumah Quran adalah tempat untuk mencari dan melatih bakat-bakat muda yang berpotensi menjadi qori, qoriah, hafidz, dan hafidzoh. Rumah Quran juga diharapkan dapat mempersiapkan peserta MTQ secara dini dan intensif.

“Kami minta pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di tingkat kecamatan untuk segera merealisasikan program ini.Kami juga minta kerjasama dengan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan untuk menggelar MTQ setiap tahun,” ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, yang juga Ketua LPTQ Kukar, Kamis (2/11/2023). Sunggono juga menekankan pentingnya pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan bagi para pemuda.

Ia meminta agar dibuatkan kurikulum pembinaan yang tidak hanya dilakukan saat menjelang MTQ, tetapi juga sepanjang tahun. “Kami yakin dengan cara ini, kita bisa terus menjaring bibit-bibit unggul dan mempertahankan prestasi kita di bidang tilawatil qur’an,” tutupnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Setkab Kukar Dendy Irwan Fahriza

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali membuka program satu desa satu hafidz yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi muda dalam mengamalkan ajaran Islam.

Program ini bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sebagai mitra Pemkab Kukar. Pendaftaran dibuka mulai 30 Oktober hingga 1 Desember 2023. Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, seperti uang saku, makan, asrama, kesehatan, dan beasiswa kuliah.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, program satu desa satu hafidz ini ditujukan untuk putra-putri asal Kukar yang berusia antara 17 hingga 30 tahun. Mereka harus lancar mengaji, belum menikah, tidak sedang sekolah atau kuliah dan bekerja, tidak merokok, dan berakhlak baik serta taat aturan.

“Mereka akan menjalani karantina selama satu tahun untuk menghafal Al-Quran minimal 10 juz. Selama karantina, mereka akan mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari LPTQ,” kata Dendy, Kamis (2/11/2023). Dendy menambahkan, pemerintah juga memberikan kesempatan bagi santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pemkab Kukar akan memberikan beasiswa kuliah di Penguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ) dan Institut Ilmu Quran (IIQ) Jakarta. “Ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi generasi muda Kukar. Kami berharap banyak santri yang mendaftar dan mengikuti program ini dengan serius dan penuh semangat,” ujar Dendy.(ADV/Diskominfo Kukar)