Balikpapan Jadi Pelopor Program Bela Negara di Tingkat Kota, Diapresiasi Kemenhan

Program kegiatan Bela negara di Balikpapan Ratih Kesuma salah satu penggagas 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kota Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang secara konsisten melaksanakan kegiatan bela negara.

Program ini bahkan telah mendapatkan apresiasi dan pengakuan langsung dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan), menjadikan Balikpapan sebagai contoh nyata dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, Jumat (16/5/2025)

Kegiatan bela negara di Balikpapan pertama kali diluncurkan pada tahun 2019. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara. Meski sempat terhenti selama pandemi Covid-19, kegiatan tersebut kembali digelar pada tahun 2023 dan berlanjut hingga 2024. Bahkan, Pemerintah Kota Balikpapan telah memastikan pelaksanaannya akan terus berlanjut hingga tahun 2025.

Ratih, salah satu penggagas kegiatan bela negara di Balikpapan, menegaskan bahwa program ini bukan hanya seremonial semata. Menurutnya, kegiatan bela negara dirancang agar mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat jati diri bangsa di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

“Kami ingin membentuk pemuda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap bangsanya. Bela negara bukan hanya milik militer, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga negara,” ungkap Ratih.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Balikpapan dapat menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia dalam menjalankan program serupa. Ratih meyakini, dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan dukungan penuh dari masyarakat, kegiatan bela negara bisa menjadi gerakan nasional yang dimulai dari daerah.

“Harapannya, kami bisa menjadi pilot project dan menginspirasi pemuda kota dan kabupaten se-Indonesia,” pungkasnya.

Program ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintah, organisasi kepemudaan, dan lembaga pendidikan di Balikpapan. Banyak pihak menilai bahwa inisiatif seperti ini sangat relevan untuk membangun ketahanan nasional dari aspek sumber daya manusia.

Dengan terus berlanjutnya kegiatan bela negara hingga 2025, Balikpapan tidak hanya memperkuat identitasnya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga sebagai kota yang menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang cinta tanah air dan siap menjaga keutuhan NKRI.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)