Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo 

JAKARTA, Swararepublika.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membentuk posko PPKM di pasar-pasar rakyat. Hal itu bertujuan guna memastikan perekonomian masyarakat tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Dalam perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, Pemerintah melakukan pelonggaran terhadap pusat perekonomian masyarakat. Diantaranya adalah, pasar rakyat diperbolehkan beroperasi namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Seluruh jajaran membentuk Posko PPKM di pasar untuk antisipasi pelonggaran ekonomi kerakyatan," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Mantan Kapolda Banten itu menekankan, posko PPKM di pasar tersebut nantinya akan bertugas untuk memastikan pedagang maupun pengunjung telah menerapkan standar protokol kesehatan yang sesuai dengan penanganan Pandemi Covid-19.

Posko itu nantinya, kata Sigit, harus menerapkan One Gate System untuk membatasi kapasitas pengunjung. Lalu, melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

"Menyiapkan lokasi cuci tangan, membagikan masker, pengaturan jaga jarak antar-pedagang serta melakukan random check swab antigen," ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan bahwa, dalam posko PPKM di pasar tersebut, disiapkan pula vaksinasi mobile dalam rangka percepatan pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Posko PPKM di pasar itu nantinya juga menyiapkan bantuan sosial (bansos) PPKM Level 4 dari Pemerintah kepada masyarakat yang paling terdampak perekonomiannya.

Penerapan Posko PPKM di pasar, Sigit meminta kepada jajarannya untuk bersinergi dan berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait dalam pelaksanaannya.

"Pemberdayaan koordinator pengawas disiplin prokes dengan melibatkan petugas keamanan atau paguyuban pelaku usaha," ucap Sigit.

Diketahui, pembentukan posko PPKM pasar ini mulai aktif pada kemarin hari. Hingga saat ini tercatat, sudah ada 9.213 posko di seluruh Indonesia. Jumlah itu berasal dari unsur TNI, Polri dan relawan.

AMSI Diskusi Publik Dengan pekerja media

JAKARTA, SWARAREPUBLIKA com -- Meningkatnya jumlah pasien akibat mutasi virus SAR-CoV-2, termasuk pada pekerja media dan keluarga, menggerakkan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) membentuk AMSI Crisis Center COVID-19. Peluncuran AMSI Crisis Center dilaksanakan pada Selasa, 27 Juli 2021, bersamaan dengan Diskusi Publik “Edukasi Penanganan COVID-19 bagi Pekerja Media”.

Sebagai salah satu sektor esensial yang tidak bisa berhenti saat kondisi bencana, termasuk pandemi COVID-19. Upi Asmaradhana, Koordinator Utama AMSI Crisis Center COVID-19 menyampaikan Tim Crisis Center dibentuk sebagai respon dari meningkatnya jumlah pekerja media yang terpapar COVID-19.

“Tim ini akan memberikan edukasi (preventif) pada anggota yang terpapar agar cepat pulih, dengan harapan menurunkan angka fatalitas dan ke depan tidak ada lagi anggota yang terpapar.

Ini adalah upaya di tengah keterbatasan kondisi saat ini,” kata Upi. Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut menambahkan Tim Crisis Center ini berupaya membantu anggota.

“Kami ini membantu pekerja media yang bingung saat awal terpapar, baik dari aspek medis, psikologi dan lain-lain sehingga membutuhkan kolaborasi dengan para ahli,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pers Mohammad NUH menyampaikan saat membuka sekaligus meluncurkan AMSI Crisis Center COVID-19 menyampaikan, “Pembentukan AMSI Crisis Center ini adalah langkah real.

Dewan Pers menyampaikan penghargaan atas upaya untuk meringankan beban (pekerja media) ini,” ujarnya. Ia menyampaikan saat kondisi turbulensi COVID-19 ini diperlukan upaya-upaya bersama yang tepat sesuai kasus yang dihadapi.

“Diperlukan inovasi atau terobosan baru untuk menyelesaikan masalah baru (COVID-19), yang saat ini masih menjadi misteri ini. Perlu pendekatan multisektor, dilakukan bersama-sama didasari empati. AMSI Crisis Center-19 ini adalah bentuk empati,” katanya menambahkan.

Panelis yang diskusi yang hadir dalam diskusi ini adalah dr. Adib Khumaidi, SpOT (Ketua Terpilih PB IDI & Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia), Sani Budiantini Hermawan, S.Psi. (Psikolog Sadari.id), dan dr. Widjanarko Brotosaputro (Direktur Pyridam Farma), dan Dr. dr. Lia G. Partakusuma, Sp.PK, MM, MARS (Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia-PERSI) Adib Khumaidi saat sesi diskusi yang berlangsung secara virtual ini menyampaikan konsep yang dibuat AMSI sejalan dengan yang akan didorong IDI yaitu penguatan civil society untuk menjaga anggota komunitas dari risiko paparan, sakit dan mengurangi tingkat keparahan dan meninggal. “Dari IDI kami siap mendukung agar pekerja media tetap sehat melalui telemedicine atau konsultasi.

Karena virus ini akan terus bermutasi, yang bisa diintervensi adalah lingkungan dan orang-orangnya, dengan membuat aturan (standar operasional prosedure/ SOP) untuk mengurangi risiko paparan,” ujarnya.

Sani Budiantini Hermawan menambahkan menjaga kesehatan mental pekerja media perlu sebagai upaya pencegahan atau terapi untuk pasien COVID-19. “Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan rasa tidak sanggup menghadapi kondisi ini,” ujarnya.

Ia menambahkan menjaga kesehatan mental dapat dilakukan oleh profesional atau orang-orang di lingkungannya dengan teknik yang baik.

Sementara Widjanarko Brotosaputro mengingatkan konsumsi obat-obat perlu dilakukan dengan hati-hati sesuai dengan petunjuk dokter dan kondisi pasien. “Termasuk mengkonsumsi vitamin tidak boleh berlebihan, perlu konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Jangan sampai karena takut COVID-1 kemudian mengkonsumsi obat-obat atau vitamin tanpa memperhatikan peruntukannya atau minum di luar takaran dosis. Apalagi jika mengkonsumsi antibiotik atau antivirus perlu hati-hati,” ujarnya.

Sedangkan Lia G. Partakusuma menyampaikan kehadiran komunitas dalam penanganan COVID-19 sangat diperlukan.

“Karena kita tidak bisa sendirian,” ujarnya. Saat ini dari 3084 rumah sakit, 989 rumah sakit ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan COVID-19.

Saat ini penambahan tempat tidur dari bulan Mei hingga 25 Juli telah naik tiga kali lipat menjadi 127.045 tempat tidur. “Tapi penambahan fasilitas (ruang isolasi khusus pasien COVID-19), tidak bisa naik cepat sejumlah tempat tidur,” ujarnya.

Ia mengatakan jumlah keterisian tempat tidur mulai naik di berbagai tempat. Karena pasien yang datang ke rumah sakit dalam kondisi berat dan kritis.

“Karena itu penting bantuan dari komunitas untuk menekan melalui edukasi 3M untuk memutuskan rantai penularan. AMSI Crisis Center COVID-19 sangat penting, jika diperlukan membentuk command center,” katanya.

AMSI Crisis Center COVID-19 dipimpin Koordinator Utama yaitu Upi Asmaradhana (CEO KGI Network), dengan melibatkan pengurus AMSI pusat dan daerah, serta para ahli di bidangnya masing-masing seperti: dokter, psikolog, agamawan dll.

Kalangan dokter yang telah menyatakan kesediaannya yaitu:

dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD (Direktur RS Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta), dr. Khoirul Hadi, SpKK (Dokter spesialis di Solo dan sekaligus penyintas COVID-19), dr. Adib Khumaidi, SpOT. (Ketua Terpilih PB IDI & Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia), dr. Mahesa Paranadipa Maikel, MH (Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI & Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia), dr. Ulul Albab, SpOG. (Sekjen POGI JAYA).

Kalangan psikolog yang menyatakan mendukung tim ini adalah Susatyo Yuwono, S.Psi., M.Si. (Ketua HIMPSI Solo), Tim Psikolog Sadari.id, Elok Farida Husnawati, S.Psi. (HRD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Sedangkan dari kelompok swasta yang bersedia memberikan dukungan adalah Pyridam Farma, dan jaringan Siloam Hospitals Group.

“Saat ini Tim Crisis Center terus menjajaki kerja sama dengan pihak-pihak lainnya,” kata Upi Asmaradhana, Koordinator Utama AMSI Crisis Center COVID-19. ***

Link Youtube Peluncuran AMSI Crisis Center AMSI-19:

https://www.youtube.com/watch?v=ubQXM2OkWV0

Narahubung: Upi Asmaradhana, Koordinator Utama AMSI Crisis Center COVID-19 (+62 811-460-791)

Gaib Maruto, Ketua Tim A Pendataan dan Edukasi (+62 857-1526-1947)

Machroni Kusuma, Ketua Tim B Logistik (+62 877-0860-0066)

Rikando Somba,Ketua Tim C Advance Lapangan (+62 811-1043-079)

Hesthi Murthi, Program Manager AMSI (+62 812-9397-4993)

Setelah Presiden Joko Widodo memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus mendatang pada pidatonya Minggu (25/7) yang disiarkan melalui kanal youtube Sekretariat Presiden, “Maka Gubernur Kaltim pun menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 18 Tanggal 26 Juli 2021 untuk menyesuaikan dan mempertegas di wilayah provinsi Kaltim,” kata Muhammad Faisal.

Dijelaskan bahwasanya ada 8 Kabupaten/Kota di Kaltim yang masuk PPKM level 4 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 25 tahun 2021 tanggal 25 Juli 2021, “Dimana telah ditetapkan bahwa di Provinsi Kalimantan Timur terdapat 8 daerah yang masuk dalam level 4 ini yakni ; Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kab. Berau, Kota Samarinda, Kab. Kutai Barat, Kab. Kutai Kertanegara, Kab. Kutai Timur dan Kab. Penajam Paser Utara” lanjutnya serius.

Bahkan sudah pula ditentukan target jumlah tracing tes per hari untuk meningkatkan testing dengan target positive rate <10% dan tracing perlu terus dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi, “Mudahan bisa dipatuhi daerah untuk target tracing yang telah ditetapkan yang terdapat di dua surat instruksi tersebut" ucap Kadis Kominfo Provinsi Kaltim ini.

Selanjutnya mari semua kita disipilin mematuhi protokol kesehatan covid 19 serta mentaati apa-apa yang telah ditetapkan untuk daerah yang masuk level 4, dimana semuanya adalah untuk memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi kasus terkonfirmasi positif. (mf/ky)

Sumber : Diskominfo Provinsi Kaltim

Korbinmas Baharkam Polri Menggelar FGD ( focus group discussion

JAKARTA, SWARAREPUBLIKA.com - Korbinmas Baharkam Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Model Pemolisian di Era Pandemik Guna Penanggulangan Persebaran Covid-19 Dalam Rangka Mengawal Pemulihan Ekonomi Nasional'.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, soal prinsip pemolisian di era pandemi Covid-19. Diantaranya adalah, hubungan dengan masyarakat yang lebih personal, proaktif memantau dan melayani masyarakat dengan stakeholder terkait.

"Menjadi problem solver, membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, kesetaraan antara pengembang Polri dan masyarakat, akuntabilitas, menjalin kemitraan yang baik antara Polri dengan stakholder dan masyarakat, transparansi informasi yang akurat sebagai hoax-buster, partisipasi Polri dan masyarakat dalam penanggulangan Covid-19," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Tak hanya itu, Argo menyebut dalam penerapan PPKM Level 4 dewasa ini polisi harus memastikan perekonomian masyarakat harus tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Tugas polisi memastikan bahwa segala ketentuan selama PPKM 4 ini dipatuhi sesuai regulasi, tetapi tidak selalu bersikap koersif. Tidak boleh mematikan ekonomi tetapi memastikan transaksi antar masyarakat dipastikan sudah sesuai prosedur kesehatan," ujar Argo.

Argo menekankan, polisi perlu memahami perannya sebagai frontliner yang merespon secara pertama keadaan darurat dan secara sadar perlu mengadopsi manajemen bencana-termasuk pengurangan risiko bencana-sebagai salah satu solusi. Selain itu, kata Argo, kondisi pertumbuhan ekonomi sampai saat ini cenderung flutuatif namun masih menunjukkan trend naik.

"PPKM adalah aspek logis untuk menekan laju persebaran Covid-19. Dengan ditunjang oleh vaksinasi untuk menambah sistem immune. Data vaksinasi menunjukkan bahwa mesikpun belum maksimal tapi mengalami trend kenaikan jumlah vaksinasi," ucap Argo.

Adapun peran Polri dalam membantu Pemerintah untuk menanggulangi Covid-19, menurut Argo, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi prokes 5M, dstribusi bantuan sosial dan pembagian masker, operasi yustisi disiplin prokes. Lalu, pelaksanaan 3T, penyekatan PPKM, penegakan hukum, mendukung vaksinasi Covid-19, pendampingan.

Dikesempatan yang sama, Guru Besar Psikologi Sosial FPSI UI Hamdi Muluk menyebut, peran Polri dengan paradigma baru di masa Pandemi ini adalah pemolisian komunitas yang faktor keberhasilannya antara lain, dukungan dan komitmen Polri, mengurangi budaya power oriented, adanya servant leadership, tasa percaya masyarakat, community Skill, assessment, communication, networking dan omitmen afektif dari anggota Babinkamtibmas.

"Edukasi Masyarakat di level Mikro Karena fokus penanganan covid berada unit mikro, desa/kel, RT/RW maka Bhabinkamtibmas harus punya jejaring komunikasi di komunitas. Membuat pola jejaring komunikasi san kolaborasi dengan stakeholder lain sampai ke tingkat RT," ujarnya.

Sedangkan, Dosen Sosiologi UNJ Robertus Robert mengatakan, pandemi ini dapat dilewati dengan 4 hal, yaitu leadership berperan penting dalam ambil kebijakan penanggulangan Pandemi, otoritas medis yang kuat memprioritas pendekatan saintifik. Lalu, partisipasi masyarakat menjadi penting untuk menjaga efektivitas kebijakan Pemerintah.

Partisipasi masyarakat terbangun berdasarkan Trust, kemampuan membangun kerjasama internasional, karena pandemi ini bersifat global, maka kerjasama internasional harus dibangun.

"Polisi perlu memahami perannya sebagai frontliner yang merespon pertama keadaan darurat. Polisi perlu mengadopsi manajemen bencana, termasuk pengurangan risiko bencana sebagai salah satu solusi. Di era pandemi Polisi perlu menerapkan soft skill melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif," ucapnya.

Ekonom Direktur SKSG UI, Athor Subroto menjelaskan, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Pandemi maka yang harus diupayakan adalah suku bunga acuan dijaga agar tetap rendah, diharapkan bisa lebih ditekan turun untuk menjaga investasi.

"Pengendalian Pandemi, berdamai dengan situasi, peningkatan kapasitas RS, hal ini paling urgent untuk peningkatan Bed dan Oxygen, percepatan vaksinasi atau Herd Immunity," tuturnya.

PPKM bisa dilonggarkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi diantaranya, Stimulus Fiskal (Insentif Pajak), Cast Transfer (Bantuan Tunai), In Kind Transfer (Bansos) dan Pembangunan Infrastrukutur Disisi lain, Epidemiolog dan Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas of Derby, Inggris Dono Widiatmoko menyatakan, virus Covid-19 ini tidak akan hilang tapi belajar dari sejarah pandemi, Evolusi tetap akan terjadi. Namun sampai saat ini memang belum tahu kemana covid-19 akan bermutasi.

"Vaksinasi penting untuk melatih tubuh kita terhadap virus yang akan masuk ke tubuh kita. Ini mencegah kondisi dampak yang lebih buruk dan mengurangi resiko kematian setelah terpapar Virus Covid-19. PPKM adalah aspek logis untuk menekan laju persebaran Covid-19.

Garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 adalah pencegahan yg merupakan tugas penting Polri," tutupnya.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Jakarta , Swararepublika.com -- Media merupakan salah satu sektor esensial yang tidak berhenti saat bencana, termasuk saat pandemi COVID-19. Meskipun banyak media telah menerapkan ketentuan bekerja dari rumah sesuai ketentuan pemerintah, sebagian kecil tim masih diperlukan melakukan peliputan untuk memotret dan melaporkan langsung kondisi penanganan pandemi di lapangan.

“Untuk memberikan informasi yang utuh bagi publik, pekerja media tetap perlu melakukan observasi dan konfirmasi realitas di lapangan, tidak cukup hanya melalui ruang Zoom atau telepon,” kata Wenseslaus Manggut, Ketua Umum AMSI di Jakarta, Jumat (23/7).

Tak pelak, saat gelombang ketiga pandemi melanda Indonesia, yang saat ini jumlahnya mencapai 3 juta jiwa, dan jumlahnya bertambah cukup signifikan dalam satu bulan terakhir, di antara pasien terpapar itu adalah pekerja media dan keluarganya.

Kondisi ini berdampak pada kelangsungan produktivitas media dalam memenuhi hak informasi publik. Ketika pekerja media terpapar atau keluarganya, berarti mereka harus berhenti melakukan tugas lapangan, setidaknya selama satu bulan untuk perawatan dan pemulihan.

Seperti halnya warga lainnya, para pekerja media tersebut, tidak selalu mudah mendapatkan akses layanan kesehatan saat kondisi puncak pandemi seperti sekarang ini.

Karena itu sebagai organisasi yang menaungi 300 lebih media online di Indonesia, AMSI berinisiatif membentuk Tim AMSI Crisis Center COVID-19.

Tim ini akan membantu pekerja media dan keluarganya yang terpapar COVID-19, agar mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai dan melewati masa pemulihan dengan baik.

AMSI Crisis Center COVID-19 akan dipimpin Koordinator Utama yaitu Upi Asmaradhana (CEO KGI Network), dengan melibatkan pengurus AMSI pusat dan daerah, serta para ahli di bidangnya masing-masing seperti: dokter, psikolog, agamawan dll.

Kalangan dokter yang telah menyatakan kesediaannya yaitu: dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD (Direktur RS Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta), dr. Khoirul Hadi, SpKK (Dokter spesialis di Solo dan sekaligus penyintas COVID-19), dr. Adib Khumaidi, SpOT. (Ketua Terpilih PB IDI & Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia), dr. Mahesa Paranadipa Maikel, MH (Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI & Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia), dr. Ulul Albab, SpOG. (Sekjen POGI JAYA).

Kalangan psikolog yang menyatakan mendukung tim ini adalah Susatyo Yuwono, S.Psi., M.Si. (Ketua HIMPSI Solo), Tim Psikolog Sadari.id, Elok Farida Husnawati, S.Psi. (HRD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Sedangkan dari kelompok swasta yang bersedia memberikan dukungan adalah Pyridam Farma, dan jaringan Siloam Hospitals Group. “Saat ini Tim Crisis Center terus menjajaki kerja sama dengan pihak-pihak lainnya,” kata Upi Asmaradhana, Koordinator Utama AMSI Crisis Center COVID-19.

AMSI Crisis Center COVID-19 ini akan berupaya membantu pekerja media sejak pertama terpapar dengan memberikan edukasi penanganan pertama serta berupaya memberikan bantuan yang diperlukan, sesuai ketersediaan bantuan dan jaringan di pusat maupun daerah. “Tujuannya untuk membantu pemulihan dan menekan fatalitas.

Saat ini data yang kami terima, di Jawa Timur saja setidaknya 38 pekerja media telah meninggal selama masa pandemi. Banyak lagi yang masih dalam perawatan baru terpapar,” kata Upi Asmaradhana, menambahkan. AMSI Crisis Center COVID-19 ini akan diluncurkan pada Selasa (27/7) pekan depan.

Tidak hanya memberikan bantuan pada yang terpapar, AMSI Crisis Center COVID-19 juga akan mendata para penyintas COVID-19 yang layak memberikan donor darah konvalesen.

Untuk itu AMSI memanggil banyak pihak dari kalangan ahli dan korporasi swasta, di berbagai daerah, yang memiliki kepedulian, berkolaborasi mendukung penanganan dan pemulihan para pekerja media, agar media tetap bisa bekerja memberikan informasi yang dibutuhkan publik.

Karena bagaimanapun keberadaan media yang dapat memberikan berita yang akurat, tergantung pada para pekerjanya.

“Dukungan bagi pekerja media ini diperlukan, agar masyarakat mendapatkan informasi perkembangan penanganan pandemi COVID-19 dengan akurat dan pemerintah dapat mengambil langkah penanganan pandemi dengan tepat,” ujar Upi.

Narahubung: Upi Asmaradhana, Koordinator Utama AMSI Crisis Center COVID-19 (+62 811-460-791) Gaib Maruto,

Ketua Tim A Pendataan dan Edukasi (+62 857-1526-1947)

Machroni Kusuma, Ketua Tim B Logistik (+62 877-0860-0066)

Rikando Somba, Ketua Tim C Advance Lapangan (+62 811-1043-079)

Hesthi Murthi, Program Manager AMSI (+62 812-9397-4993)

Pimpinan PT Permata Abadi Group sekaligus Ketua DPD Partai Nasdem Ahmad Basir (AHB)

BALIKPAPAN, SWARAREPUBLIKA.com - PT Permata Abadi Group Dan DPD Partai Nasdem Kota Balikpapan turut melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada, Kamis (22/7/2021)

Penyembelihan Hewan Kurban dilaksanakan dihalaman kantor PT Permata Abadi Group kompleks perumahan BDS II Jl Letjen ZA Maulani(Jl Manunggal) Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Ahmad Basir yang biasa disapa AHB mengatakan Idul Adha adalah momen yang sangat baik untuk berbagi terhadap sesama.

Selaku Owner PT Permata Abadi Group Ahmad Basir mengatakan syukur Alhamdulillah penyembelihan hewan kurban di suasana Idul Adha adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. "Tahun ini kita kembali berkurban dengan 9 ekor Sapi dan 1 ekor Kambing, totalnya 10 ekor".

Masih AHB, Daging kurban yang sudah dikemasi akan didistribusikan kepada masyarakat luas kota Balikpapan khususnya masyarakat yang membutuhkan.

Perayaan hari besar Islam Idul Adha 1442 Hijriah dengan dilakukannya penyembelihan hewan kurban merupakan bentuk pembelajaran yang diperlihatkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail." Bagaimana seorang Ismail merelakan dirinya untuk dikorbankan demi memenuhi perintah Allah SWT, begitupun Nabi Ibrahim dengan ikhlas mengorbankan anaknya atas perintah Allah SWT", jelasnya.

Ditengah Bangsa ini sedang mengalami musibah wabah virus Covid 19, Dengan kita melaksanakan penyembelihan hewan kurban semoga menjadi berkah dan sebagai umat muslim kita wajib untuk saling peduli antar sesama, kata AHB.

Sebagai wujud kecintaan kita kepada Allah SWT marilah bersama sama kita berdoa semoga wabah covid 19 ini segera berakhir dan kita semua bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

Selaku pimpinan PT Permata Abadi Group sekaligus ketua DPD Partai Nasdem mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan-rekan dan panitia kurban yang meluangkan waktunya, bergotong royong bersama dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban berjalan dengan baik.

Jaga pola hidup sehat, ikuti protokol kesehatan dan yang terpenting disaat bepergian maupun didalam rumah gunakan masker untuk menjaga dan terhindar dari wabah virus covid 19 ini, pungkasnya.

Keluarga besar Pasak Bakudapati bagikan daging kurban untuk warga dan tukang ojek kampung

BALIKPAPAN, Swararepublika.com - Dalam rangka memperingati hari Besar Islam (Idul Adha 1442 Hijriah), Keluarga Besar Pasak Bakudapati melakukan penyembelihan Hewan Kurban Kamis, (22/7/2021)

Ditengah PPKM Darurat ini organisasi masyarakat (Or - Mas) Pasak Bakudapati peduli dalam melaksanakan berbagai kegiatan sosial guna mempererat tali silahturahmi terhadap sesama yang membutuhkan.

Ketua Pasak Bakudapati Balikpapan NurRachman mengucapkan syukur Alhamdulillah penyembelihan hewan kurban berjalan dengan lancar, seluruh anggota pasak bakudapati kompak bersama sama melakukan penyembelihan hewan kurban yang akan dibagikan kepada tukang ojek kampung, tukang parkir, penjual es keliling, pemulung, sopir Taxi Dan warga yang tidak mampu.

Penyembelihan hewan kurban ini dilaksankan di bascamp pasak bakudapati tepatnya di wilayah Balikpapan Utara kelurahan Batu Ampar.

Berkat kepedulian seluruh Anggota Tahun ini Ormas Pasak Bakudapati menyembelih 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing, kata ketua Pasak Bakudapati. Dijelaskan, 1 ekor sapi dan 1 ekor Kambing yang disembelih diperoleh dari urunan atau sumbangan seluruh anggota pasak Bakudapati dan 1 ekor Sapi bantuan dari pembina pasak bakudapati H Rahmad Mas'ud.

Ketua Pasak Bakudapati Nurachman menyampaikan pesan dari pembina H Rachmad Mas'ud bahwa seluruh anggota pasak bakudapati untuk tidak berurusan masalah hukum dan setia menjaga nama baik pasak Bakudapati Balikpapan.

Nurachman menambahkan, setelah kegiatan ini kedepannya Pasak Bakudapati Balikpapan akan membagikan AlQuran ke pesantren pesanten khususnya pesantren pesantren yang baru berdiri (Dibangun).

Namun perlu diketahui saat ini Pasak Bakudapati sedang memproses pembuatan masker yang jumlahnya sekitar 200 masker yang akan dibagikan ke masyarakat apalagi situasi pandemi covid 19 semakin meningkat dikota Balikpapan.

Harapan kami semoga pandemi ini cepat berakhir, ikuti anjuran pemerintah, jaga pola hidup sehat, sehingga masyarakat Balikpapan dapat kembali beraktifitas seperti biasa, pungkasnya.

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Persis Bandung

BANDUNG, SWARAREPUBLIKA.com -  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan Persatuan Islam (Persis) di Bandung, Jawa Barat, Kamis, (15/7/2021).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biddokes Polda Jawa Barat bekerjasama dengan Persis Bandung dilaksanakan selama 1 hari di Gedung Pertemuan Persis Bandung Mahad Al Imarat.

Dalam sambutannya, Sigit mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi ini guna mewujudkan herd immunity. Ia berharap semua elemen masyarakat baik ormas, OKP dan lainnya di seluruh wilayah Indonesia berkolaborasi mempercepat vaksinasi.

"Saya lihat tadi bermacam-macam yang ikut vaksinasi, mulai dari warga Persis, dan juga masyarakat disekitar dan ini tidak hanya Persis tapi juga gerai ini dibuka untuk siapapun masyarakat yang datang bawa KTP maka akan dilayani," kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menegaskan, titik-titik vaksinasi ini akan terus diperbanyak dengan berkolaborasi kerjasama dengan seluruh stakeholder yang memang ingin bergabung untuk melaksanakan akselerasi vaksinasi.

Sehingga masyarakat bisa tetap melaksanakan aktivitas dan kerjaannya sehingga ekonomi yang kita harapkan bisa bertumbuh.

"Namun demikian tentunya tetap walaupun sudah divaksin prokes yang ketat tetap harus dilaksanakan karena kunci upaya kita hindari dan memberikan ketahanan terhadap tubuh kita dari COVID selain vaksin tetap prokes," katanya.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat mematuhi peraturan PPKM darurat yang saat ini sedang diberlakukan pemerintah. Menurutnya hal ini dilakukan guna menekan laju penularan COVID-19.

"Jadi kita ikuti bersama kita perkuat vaksinasi, sementara mobilitas kita kelola agar semua seimbang, dan tentunya harapannya ini segera bisa kita perbaiki dan kegiatan masyarakat bisa kembali sprti biasa.

Terima kasih Kiai dan seluruh warga yang ada di wilayah bandung, kita harapkan program vaksinasi ini terus bisa berjalan dan kedepan kita semakin baik," katanya.

Sementara itu, Sektum p Persis Haris menyampaikan terima kasih kepada Kapolri yang telah mendukung kegiatan vaksinasi massal ini. Ia pun menyebut vaksinasi ini dilakuka sebagai usaha dan ikhtiar guna menekan penyebaran COVID-19.

"Vaksinasi ini adalah bagian dari usaha menekan penyebaran COVID dan semoga menjadi trend yang baik bahwa islam punya komitmen memerangi COVID," ujarnya.

Ia pun berharap semoga herd immunity segera terbentuk dan pandemi COVID-19 cepat berlalu. Dalam pelaksanaan vaksinasi ini target sebanyak 500 orang jemaah masjid Persis dan masyarakat umum divaksin.

Adapun stok vaksin yang dipersiapkan sebanyak 4.779 dosis jenis Sinovac menggunakan stok vaksin Biddokes Polda Jawa Barat. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 61 orang vaksinator yang terdiri dari 48 pers Polri dan 13 mahasiswa keperawatan Universitas Bhakti Kencana.

Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi massal, Kapolri juga meninjau pelaksanaan posko PPKM mikro di wilayah Kiara Condong, Bandung dan posko penyekatan di Gerbang Tol Pasteur. 

Dalam posko PPKM mikro, Kapolri melihat kemampuan fasilitas tes PCR yang bisa melakukan pengetasan 50 sampai 100 sampel per hari.

Sementara di posko penyekatan di Gerbang Tol Pasteur, sebanyak 299 kendaraan roda empat telah diperiksa hingga 14 Juli. Hasilnya 13 kendaraan diputarbalik dan 286 kendaraan boleh melintas.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

JAKARTA, Swararepublika.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan kolaborasi vaksinasi massal antara Polri dengan PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di SMA Negeri 38 dan PB SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) di Universitas Indraprasta, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Sigit mengungkapkan, dengan adanya peran pemuda menjadi garda terdepan dalam penanganan Pandemi Covid-19, maka optimisme terbentuknya Herd Immunity terhadap virus corona bisa terwujud di sekitar bulan Agustus hingga September. "Sehingga target kita akhir tahun paling tidak atau menjelang bulan Agustus, September, Herd Immunity segera bisa terwujud," kata Sigit dalam tinjauannya tersebut.

Seiring dengan tercapainya target Pemerintah mewujudkan kekebalan kelompok, mantan Kapolda Banten ini menekankan bahwa, roda perekonomian masyarakat yang sempat terhambat akibat pandemi bakal bisa segera bangkit atau pulih.

"Kemudian masyarakat diharapkan bisa kembali laksanakan aktivitasnya sehingga pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan baik," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Optimisme Herd Immunity akan segera terwujud, menurut Sigit, juga terlihat dari antusiasme yang tinggi dari para peserta vaksinasi kategori anak usia 12 tahun ke atas.

"Hari ini dilaksanakan kegiatan vaksinasi untuk anak-anak usia 12 tahun keatas dari mulai SMP, SMU, dan juga anak-anak SD yang sudah bisa divaksin. Tentunya kami melihat anak-anak pun antusias untuk di vaksin ini merupakan kabar baik untuk kita semua," ucap mantan Kadiv Propam Polri itu.

Sementara itu, Sigit berharap, kolaborasi vaksinasi massal ini bisa berlanjut ke seluruh wilayah di Indonesia. Mengingat, sinergitas, kerjasama dan saling bergandengan tangan antar kelompok menjadi kunci dalam penanganan Pandemi Covid-19.

"Saya harapkan kegiatan ini bisa terus berlanjut di beberapa wilayah yang akan terus kami kerjasama kan, sehingga upaya akselerasi vaksin dalam rangka membentuk Herd Immunity yang tentunya kami tunggu-tunggu sehingga kemudian kehidupan masyarakat bisa kembali pelan-pelan pulih normal.

Tentunya kita harapkan ini semua bisa segera tercapai," papar Sigit. Tak lupa, Sigit kembali mensosialisasikan kepada seluruh peserta vaksin akan pentingnya tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksinasi.

Diketahui, dalam kegiatan vaksinasi massal di SMA Negeri 38 yang diselenggarakan PB HMI, menargetkan seribu orang per hari. Diselenggarakan selama dua hari tanggal 15-16 Juli 2021. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 13 orang vaksinator yang terdiri dari 5 vaksinator Polri dan 8 vaksinator dari HMI.

Dalam kegiatan ini, panitia juga menyajikan Hastag #remajaambilperan, dengan tujuan menyukseskan vaksinasi massal remaja. Sementara, vaksinasi massal PB SEMMI yang diselenggarakan di Universitas Indraprasta menargetkan seribu orang per hari yang disuntik vaksin. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan itu sejumlah 15 orang vaksinator dari Biddokkes Polda Metro Jaya.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Relations & CID PHI Dony Indrawan

JAKARTA, SWARAREPUBLIKA.com - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menggelar pertemuan dengan media di wilayah Kalimantan bertajuk “Baso Iga PHI” (Bincang Asyik soal Migas ala PHI). Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring selama tiga hari yaitu tanggal 6, 7, dan 13 Juli 2021.

Kegiatan ini antara lain untuk memperkenalkan organisasi baru PHI dan kegiatan Perusahaan kepada sejumlah organisasi wartawan di wilayah Kalimantan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Senior Manager Relations PHI Farah Dewi, Manager Communication, Senior Manager External Communications & Stakeholder Relations PT Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen, Relations & CID PHI Dony Indrawan, Assistant Manager Communication & Relations Regional PHI Kristanto Hartadi, Head of Communications, Relations & CID Zona 8 Frans Alexander A. Hukom, Head of Communications, Relations & CID Zona 9 Shanti Radianto, dan Head of Communications, Relations & CID Zona 10 Visnu C. Bhawono.

Para peserta adalah pengurus teras beberapa organisasi profesi wartawan maupun media di Kalimantan, seperti: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Kaltara dan Kalsel, Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) Samarinda dan Balikpapan, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Dalam pertemuan itu tim Relations PHI memperkenalkan para anggotanya, sementara rekan-rekan wartawan memperkenalkan organisasi profesi mereka dan susunan pengurus intinya. Pada kesempatan ini, para wartawan mendapatkan penjelasan mengenai mengenai proses transformasi Pertamina menjadi Holding dan Subholding, serta pengaruhnya terhadap perubahan struktur organisasi serta wilayah kerja.

Sebagai Subholding Upstream Regional Kalimantan, PHI terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk mempertahankan produksi migas dan mengelola tantangan bisnis dan operasional sehingga Perusahaan dapat memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat. Seluruh peserta antusias dalam berdiskusi mengenai kondisi industri hulu migas di Kalimantan yang sedang terjadi saat ini.

PHI menyadari pentingnya bersinergi dengan media sebagai perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

PHI berkomitmen untuk selalu selaras dengan tujuan SDGs baik dalam kegiatan operasi dan produksi migas, ataupun tanggung jawab sosial, antara lain tujuan (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Pertemuan dengan media merupakan agenda rutin perusahaan. Media merupakan salah satu mitra strategis PHI untuk memberikan dukungan serta masukan-masukan terhadap operasi kami di Kalimantan. Hal inilah yang mendorong kami untuk selalu menjalin sinergi dengan rekan-rekan pers dan media di Kalimantan,” kata Farah Dewi.

Farah melanjutkan bahwa silaturahmi dengan rekan-rekan media merupakan bagian yang penting dalam program kerja fungsi Relations. “Dalam masa pandemi ini, perusahaan dan media terus berkoordinasi untuk senantiasa mengingatkan agar kita semua tetap taat terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” katanya.

PHI merupakan salah satu bagian dari Pertamina Subholding Upstream yang mengelola wilayah kerja di Kalimantan yang terbagi atas 3 zona yaitu Zona 8; Zona 9; dan Zona 10.

Wilayah operasi PHI tersebar di provinsi Kalimatan Timur, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Utara dan menjadi salah satu tulang punggung produksi migas PT Pertamina (persero) dalam mendukung ketahanan energi nasional.

PT Pertamina Hulu Indonesia

JAKARTA, SWARAREPUBLIKA.com - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), yang mengelola wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) di area Kalimantan, senantiasa menjalankan komitmennya untuk melaksanakan operasi migas yang mematuhi peraturan dan memperhatikan lingkungan sekitar, antara lain melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) Perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Manager Communication, Relations, & CID PHI Dony Indrawan dalam pertemuan dengan media Kalimantan pada Juli 2021 bertajuk BASO IGA PHI (Bincang Asyik soal Migas ala PHI).

Pada kesempatan itu selain memaparkan struktur organisasi dan awak di fungsi Relations Regional Kalimantan, Dony juga memaparkan kegiatan TJS oleh masing-masing anak perusahaan yang bernaung dalam PHI, yakni PHM di Zona 8, PHSS di Zona 9 dan PHKT di Zona 10.

“Kami memiliki beberapa program unggulan di WK Mahakam atau Zona 8 yang dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam, salah satunya adalah program Petani Maju 4.0, yaitu program pertanian ramah lingkungan di kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartenagara,” terang Dony.

Program Petani Maju 4.0 ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sumberdaya yang melimpah di kelurahan Teluk Pamedas, Sanipah, Handil Baru, Handil Baru Barat, dan Muara Sembilang melalui pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian ramah lingkungan dengan menggunakan aplikasi digital berbasis pertanian “Aplikasi Tanam Digital”.

Diharapkan dengan semakin meningkatnya kapasitas petani, pemuda dan peranan wanita yang disertai dengan dukungan sarana dan prasarana serta intervensi kegiatan yang yang berbasis praktik keberlanjutan baik yang diprakarsai oleh PHM maupun secara mandiri oleh kelompok, maka akan tercipta kemandirian kelompok dan seluruh anggota masyarakat sehingga mampu peningkatan taraf kehidupan bersama yang lebih baik di masa yang akan datang.

Lebih lanjut Dony menyampaikan berbagai program TJSL di wilayah Zona 9, misalnya program Rulika (Rumah Literasi Kreatif “Bunga Kertas”) yang berlokasi di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara Kukar). Program Rulika merupakan program TJSL bidang pendidikan melalui pengembangan kapasitas kelompok baca lokal.

Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, program unggulan yang dijalankan antara lain Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Kelompok Setaria di Desa Sarijaya Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kukar, program Pusat Pembudidayaan Perikanan Desa Kapar Inovatif di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, dan program pembinaan kelompok usaha madu kelulut di Desa Sangatta Selatan Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutim.

Pada kesempatan tersebut, Dony juga menjelaskan Kegiatan CSR di Zona 10 yang dikelola oleh Pertamina Hulu Kalimatan Timur (PHKT). Antara lain, program Budidaya Lalat Hitam (BULATIH) di Desa Girimukti dan Kel. Tanjung Tengah, Kec. Penajam, Kab. Penajam Paser Utara, program ini mendapat hadiah utama Penghargaan Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan oleh Bapelitbang Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Selain itu juga ada Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (KUBEDISTIK) di Kelurahan Kampung Satu, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Prov. Kaltara yang merupakan binaan Pertamina EP Tarakan Field, di mana memperdayakan masyarakat disabilitas untuk mengembangkan minat dan bakat membatik dengan mempergunakan pewarna alami dari limbah kayu bakau. Untuk kegiatan CSR di Pertamina EP Bunyu Field, ada Program Peternakan Ayam Kelompok Ternak Harapan Baru di Desa Bunyu Timur, Kab. Bulungan, Prov. Kaltara.

Seluruh program yang dijalankan PHI tentunya mengacu kepada Tujuan Pembangunan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain Tujuan 1 - Tanpa kemiskinan, Tujuan 2 - Tanpa kelaparan, Tujuan 3 - Kehidupan sehat dan sejahtera, Tujuan 4 - Pendidikan berkualitas, Tujuan 6 - Air bersih dan sanitasi layak, Tujuan 7 - energi bersih dan terjangkau, Tujuan 8 - pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Tujuan 14 - ekosistem laut, Tujuan 15 - Ekosistem daratan , dan Tujuan 17 - kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sesuai dengan visinya untuk menjadi perusahaan migas kelas dunia, PHI berkomitmen untuk selalu menjalankan operasi migas yang selamat dan ramah lingkungan serta mendukung program kerja pemerintah sehingga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi Perusahaan menuju masyarakat yang maju dan mandiri.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

JAKARTA, SWARAREPUBLIKA.com - Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim Polri melakukan pelimpahan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka, kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, pelimpahan tahap II itu dilakukan setelah Kejaksaan Agung menyatakan berkas Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan enam tersangka lainnya, lengkap atau P-21.

Mereka langsung dibawa ke Nganjuk untuk diserahkan kepada JPU Kejagung di Kejari Nganjuk. "Pada tanggal 5 Juli Kejagung menyatakan berkas penyidikan lengkap atau P-21.

Hari ini sampai Surabaya didampingi JPU dari Kejaksaan Agung dan menuju ke Nganjuk lewat transportasi darat dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Argo kepada wartawan, Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Dengan dilakukannya proses tahap II ini, Bupati Nganjuk dan enam tersangka lainnya bakal segera disidang.

Selama proses penyidikan, kata Argo, penyidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan sebanyak 49 saksi, tiga saksi ahli dan melakukan penggeledahan serta melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang dan dokumen.

"Selanjutnya terhadap tujuh tersangka tersebut dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Agung di rumah tahanan negara Polda Jawa Timur," ujar Argo.

Dalam kasus ini, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.

Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri  telah menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka yakni Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjung naom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.

Dalam kasus ini, Bupati Nganjuk dan ajudannya disangka Pasal 5 ayat (2) dan atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi yang diubah dan ditambah melalui UU Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan tersangka lima Camat disangka Pasal 5 ayat (1) huruf A dan atau B dan Pasal 13 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2021 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber : Humas Polda Kaltim