Acara Puncak Indonesia Digital Conference (IDC)

Swararepublika.com - Acara Puncak Indonesia Digital Conference (IDC) yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) akan digelar tanggal 24-25 November 2021. Menko Perekonomian Airlangga Hartanto akan mewakili Presiden Jokowi membuka acara tersebut.

IDC AMSI 2021 menjadi wadah berkumpulnya para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, pelaku usaha serta para profesional, untuk memotret perkembangan Indonesia lewat lensa digital. Tahun ini IDC AMSI mengambil tema Lompatan Digital: Inovasi dan Akselerasi. Indonesia telah memasuki era jaringan selular kelima (5G).

Era baru ini akan membuka banyak peluang dan berdampak besar terhadap produktifitas, penyerapan tenaga kerja, hingga kesehatan. Momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal, demi sebuah tujuan besar untuk memperkuat ekonomi Indonesia.

“IDC adalah upaya AMSI menggali inovasi teknologi dari banyak industri dan pemerintahan, serta mendorong kolaborasi agar hasilnya maksimal dan publik kian dimudahkan. Karena dengan kolaborasi hasil yang dicapai lebih powerfull, efisien dan efektif,” kata Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut, Senin (22/11/2021).

Di hari pertama puncak IDC AMSI 2021, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso akan menjadi keynote speaker dalam sesi I yang bertema Proyeksi dan Strategi Akselerasi Bank Digital 2022.

Pembicara lain adalah Direktur Utama PT Bank Raya Indonesia Tbk, Kaspar Situmorang. Hadir pula Direktur Informasi dan Teknologi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Timothy Utama dan Y.B Hariantono, Direktur IT dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Sementara di sesi II, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi akan menjadi keynote speaker dengan tema Tantangan E-Commerde dan Logistik 2022.

Akan hadir CEO of Marketplace Tokopedia Anthony Wijaya, Ketua umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga, dan Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Ketua ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder) Yukki Nugrahawan Hanafi juga akan memberikan pandangannya.

Hari Kedua (25/11), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan menjadi keynote speaker sesi I membahas Percepatan Digitalisasi di Sektor Kesehatan. Pembicara lain adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. M Adib Khumaidi, Sekjen Persatuan Rumah Sakit Indonesia dr. Lia Partakusuma.

Lalu akan hadir Chief Digital Transformation Officer Kemenkes RI Setiaji, dan Ketua Asosiasi Health Tech Indonesia/CEO Prosehat dr. Gregorius Bimantoro. Untuk Sesi II, Menteri Komunikasi dan Informatika Johhny Gerard Plate akan menjadi keynote speaker diskusi bertema Era Baru Digital Advertising Pasca Regulasi Perlindungan Data.

Pembicara lain dalam sesi ini adalah CEO Trans Corporation Atiek Nur Wahyuni, dan Managing Director Wavemaker Indonesia Amir Suherlan. Hadir pula Mike Katayama sebagai Ads Privacy Leads, Google Asia Pasific. IDC merupakan acara tahunan yang digelar AMSI sejak tahun 2019.

Sebelum acara puncak, telah digelar Road to IDC AMSI 2021 di delapan wilayah pada tanggal 15-18 November lalu. Road to IDC AMSI 2021 melibatkan para pemimpin bisnis, tokoh, pembuat kebijakan, dan profesional tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak seperti Google, PT BNI (Persero) Tbk, Astra, Bank Raya, PT PLN Persero, Pertamina, bank bjb, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya Palembang, Bankaltimtara dan MS Glow. IDC AMSI juga menggandeng mahasiswa dari puluhan kampus untuk mengikuti acara ini.

Di antaranya FISIP UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Balikpapan, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Negeri Balikpapan, Universitas Islam Negeri Samarinda, Universitas Mulia Balikpapan, Politeknik Negeri Balikpapan.

Lalu Universitas Islam Nusantara, Universitas Padjajaran Bandung, Akparta Surakarta, UIN Walisongo Semarang, STIEPARI Semarang, Universitas Maarif Hasyim Latif, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, STIKES ICsada Bojonegoro, Stikosa AWS Surabaya, STAI Attanwir Bojonegoro, Universitas Yos Soedarso Surabaya, dan Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Dari Bali ada Fisipol Universitas Udayana, Lembaga Insan Bina Usaha UMKM, Universitas Ngurah Rai, Universitas Warmadewa, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Fikom dan Bisnis Universitas Dwijendra.

Di Sulawesi ada Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Islam Makassar, Politeknik Pariwisata Makassar, Sekolah Tinggi Pariwisata Tamalatea.Lalu IAIN Manado, Universitas Katolik De La Salle Manado, STIE Pariwisata Manado. Terakhir di Jakarta ada Universitas Bakrie, FISIP Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka, Universitas Prof. DR. Moestopo dan Politeknik Negeri Media Kreatif.

Surabaya - Digitalisasi kini menjadi kata kunci di sektor publik dan dunia usaha. Ini perlu diperkuat dengan integrasi sistem, sehingga mengubah tabiat dan perilaku dari paper-based (berbasis kertas) menjadi paperless (hemat kertas).

 Ini benang merah yang bisa ditarik dari acara Road to IDC (Indonesia Digital Conference) Jawa Timur bertema “Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit” yang diselenggarakan secara daring oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (17/11/2021).

Hadir sebagai narasumber adalah Bupati Bojonegoro Dr. Hj. Anna Mu’awanah, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Timur Arumi Bachsin, Head of Small Medium Enterprise Partnership Programme PT. Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Muhammad Fikser. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menjadi pembicara kunci dalam acara ini.

Dalam paparannya, Emil mengungkap masih terjadi upaya digitalisasi tanpa melakukan perubahan proses bisnis. "Sekarang orang bisa melakukan aplikasi online, masuk meja depan. Karena proses tidak dibuat lebih sederhana, akhirnya numpuk di meja depan,” ujarnya.

Ia ini terjadi karena aplikasi membuat banyak orang lebih mudah mengakses, tapi layanan yang dirasakan tetap lambat. Karena informasi layanan lanjutan tidak disampaikan dengan jelas.

“Ini yang menyebabkan masyarakat tak antusias terhadap opsi digital. Mereka tidak yakin apakah akan dilayani," katanya. Emil menyebut, pekerjaan rumah pemerintah adalah menjadikan digitalisasi bukan sebagai kosmetik belaka.

"Proses bisnis kita masih paper-based, bukan paperless. Sering proses digital mempersulit, bukan mempermudah. Aspek kemudahan dan kesederhanaan harus dipikirkan saat kita mendigitalisasi proses," jelasnya.

Emil mencontohkan, masih diperlukannya fotokopi kartu keluarga dan kartu tanda penduduk saat mengurus sesuatu. "Seharusnya itu sudah ada di data base pemerintah. Buat apa diulang-ulang? Saya bilang begini karena kita masih berproses. Tapi di sisi lain kita harus hargai proses ke sana," katanya.

Sebelumnya di forum webinar yang sama Rudi Ariffianto menjelaskan PT Pertamina (Persero) telah menggunakan teknologi digital secara komprehensif untuk mendongkrak usaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan.

"Dalam 1,5 tahun ini, kami sudah melakukan 414 pelatihan yang diikuti 11.955 UMKM. Teknologi digital memudahkan semua. Kami melakukan 33 pameran online dan offline dengan diikuti 292 mitra binaan," kata Rudi.

Hasilnya, 656 mitra binaan Pertamina memiliki izin dan sertifikasi usaha. Sementara itu 1,935 mitra binaan UMKM dan 4.845 mitra binaan RB naik kelas pada 2019-2021. "Ada 291 mitra binaan yang omzetnya bertambah dan 61 UMKM yang mengglobal menjadi eksporter baru," kata Rudi. Semua ini tak lepas dari sembilan program unggulan Pertamina.

Pertama, UMK Academy, di mana UMKM mitra binaan mendapat pembelajaran dan akselerasi agar bisa berprestasi dan naik kelas. Kedua, hibah teknologi tepat guna bagi UMKM yang berkeinginan kuat untuk berkembang. Ketiga, sertifikasi dan perizinan. Keempat, display product SME. Kelima, e-learning. "Kami siapkan agar UMKM berlatih mandiri," kata Rudi. Keenam, publikasi UMKM.

"Kami mencatat ada lima ribu pemberitaan pada 2020 tentang UMKM binaan Pertamina. Kami harapkan pemberitaan bisa efektif mendorong pemasaran produk UMKM kita. Kami cantumkan link pemasaran dalam pemberitaan, sehingga masyarakat bisa bertransaksi langsung. Kami juga sediakan alat pajang digital di sosial media," kata Rudi. Ketujuh, penjualan produk UMKM melalui e-commerce.

"Kami bekerjasama dengan Idea dan beberapa pengelola e-commerce agar bisa menjadikan UMKM mitra binaan Pertamina lebih ramah digital, bisa mengelola marketplace sebaik mungkin. UMKM kami banyak yang sudah punya akun.

Tapi bagaimana mengonversi akun agar bisa menghasilkan transaksi penjualan, perlu pelatihan lebih banyak lagi," kata Rudi Ariffianto. Kedelapan, katalog SME 100. Katalog ini diharapkan juga bisa menjadi sarana publikasi. Terakhir, program eksibisi atau eksibisi virtual. "Pandemi membuat kami adaptif dan membuat eksibisi pertama di Indonesia yang sophisticated (kompleks) persiapannya,” ujarnya.

Rudi menambahkan, tahun 2021 ini bekerjasama dengan Kementerian Desa, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Kaltim mengadakan eksibisi yang melibatkan 200 lebih UMKM binaan. Dalam acara SMEXPO itu, lebih dua ribu binaan yang mendaftar.

“Kami berharap bisa meningkatkan kapabilitas UMKM agar lebih resilience dalam menghadapi distraksi baru dan memperluas pasar," kata Rudi. Sementara itu di bidang pemerintahan, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sama-sama terus mengembangkan teknologi digital untuk pelayanan publik.

"Sekitar 40,15 persen Bojonegoro adalah kawasan hutan. Tapi kami tak putus asa. Kami siapkan Bojonegoro Smart City dan Bojonegoro sudah satu data," kata Bupati Bojengoro Anna Mu'awanah. Pemkab Bojonegoro menciptakan 100 ribu lapangan kerja dan melakukan pelatihan teknologi informasi. Anna menambahkan telah memberikan pelatihan operator sistem informasi desa.

“Kami juga baru saja mengubah regulasi, membuat muatan lokal digitalisasi di masing-masing sekolah yang kami tuangkan dalam kurikulum sejak SD. Selain kami menggunakan tenaga pengajar, kami juga merekrut P3K untuk sektor-sektor teknologi informasi.

Saat ini terdapat tenaga teknologi informasi sebanyak 26 orang yang bekerja di Dinas Kominfo," kata Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awannah. Sedangkan Muhammad Fikser menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya berupaya membudayakan masyarakat agar mencintai produk lokal melalui digitalisasi melalui aplikasi E-Peken.

"Semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot wajib membeli kebutuhan bahan pokok lewat aplikasi E-Peken," kata Fikser.

Saat ini ada 253 toko kelontong yang tergabung dengan E-Pekan binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya. Selain itu ada UMKM yang menjual kerajinan, pakaian, dan kuliner. "ASN dipaksa membeli. Bagaimana cara kontrolnya? Semua ASN sudah punya akun, dari monitoring bisa dilihat tanggal transaksinya," kata Fikser.

Namun, Arumi Bachsin mengingatkan kecintaan terhadap produk lokal bukan hanya harus ditumbuhkan oleh konsumen. "Penyedia barang UMKM harus mulai punya pride (kebanggaan)," katanya.

Artinya UMKM juga harus menjaga mutu agar tak mengecewakan. Akhirnya, Ketua AMSI Jatim Arief Rahman percaya, Jatim memiliki kekuatan ekonomi untuk bisa berkembang di masa pandemi dengan digitalisasi.

"Kita tahu pemerintah daerah dalam beradaptasi dengan kondisi ini lebih mengedepankan digitalisasi dan penggunaan teknologi secara lebih masif lagi. Penetrasi internet yang mencapai 73,7 persen, harus dioptimalisasi," katanya.

Sesi webinar AMSI Jatim ini didukung oleh kampus-kampus di antaranya Universitas Maarif Hasyim Latif, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, STIKES ICsada Bojonegoro, STAI Attanwir (Bojonegoro), Universitas Yos Soedarso, Stikosa AWS, dan Universitas Dr. Soetomo, Surabaya IDC AMSI 2021 ini juga mendapat dukungan dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT. PLN Persero, Pertamina, bank BJB, PT. Bank Central Asia. Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow, dan Bank Kaltimtara. (***)

Wapres RI Ma'ruf amin Tiba Di Kalimantan Timur

Swararepublika.com - Kehadiran Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin pada Rapat Terbuka Senat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Grand Senyiur menjadi kebahagiaan tersendiri bagi segenap jajaran kampus yang kini berusia 7 tahun itu.

Rektor UNU Kaltim H Farid Wadjdy menyebut kehadiran Wapres Ma'ruf Amin akan menjadi tonggak sejarah bagi kontribusi kampus ini di masa kini dan masa-masa yang akan datang.

"Tentu ini menjadi catatan sejarah penting bagi UNU, menjadi kebahagiaan dan kebanggaan segenap civitas akademika agar bisa berkarya lebih baik di masa depan," kata Farid Wadjdy sebelum menyambut kedatangan Wapres Ma'ruf Amin di Hotel Senyiur Samarinda, Selasa (2/11/2021).

Selain itu, Farid juga meyakini kehadiran Wapres Ma'ruf Amin baik secara tersirat maupun tersurat ingin memastikan bahwa UNU siap menyongsong pemindahan ibu kota negara baru di Kaltim.

Sebab itu, UNU harus mampu menjelma menjadi universitas terkemuka, unggul dan modern. "Kehadiran beliau akan menjadi pemicu dan pemacu serta pendorong bagi kami untuk menjadi universitas yang berdaya saing baik di tingkat regional, nasional bahkan internasional," beber Farid.

Saat ini dijelaskan mantan Wakil Gubernur Kaltim itu, UNU telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas negeri dan swasta di Indonesia, termasuk kerja sama dengan Victoria University Australia dan beberapa universitas di Taiwan. (sul).

Sumber : PENDAM MULAWARMAN

Video conference bersama wakil Presiden RI Prof DR KH Ma'aruf Amin

SAMARINDA, SWARAREPUBLIKA.com -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Nasional tahun 2021 sebagai Provinsi Informatif dan menduduki peringkat 7.

Naik dari tahun sebelumnya di peringkat 8. Hal tersebut diumumkan saat Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang diserahkan secara virtual oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof DR KH Maaruf Amin, selasa siang (26/10) "Kita bersyukur naik satu tingkat dari (posisi) delapan ke tujuh (secara nasional) dan berkat kerja keras seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan keterbukaan informasi", kata Isran Noor bangga setelah menghadiri anugerah tersebut.

Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik pada 7 kategori Badan Publik yakni Kementerian, Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Lembaga Non-Struktural, Pemerintah Provinsi, Badan Usaha Milik Negara, Perguruan Tinggi Negeri, dan Partai Politik.

Untuk kategori Pemerintah Provinsi ada 10 Badan Publik (BP) yang mendapat kualifikasi Informatif, 11 BP Menuju Informatif, 10 BP Cukup informatif dan 3 BP tidak informatif.

"Alhamdulillah, Kalimantan Timur bisa mempertahankan kualifikasi informatif dan naik 1 peringkat, hal tersebut menunjukkan semakin optimalnya kinerja Pemerintah Provinsi Kaltim dalam upaya menjalankan amanat UU Keterbukaan Informasi Publik."

jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur yang juga sebagai Ketua PPID Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal.

Lebih lanjut dijelaskan Faisal dengan adanya anugerah ini tidak menjadikan kita berpuas diri, tetapi kami harus terus menjadikan keterbukaan informasi sebagai suatu budaya bersama, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, efektif, dan efisien.

Lebih dari itu, kita harus lebih menggelorakan budaya keterbukaan informasi publik melalui PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi).

Sumber : Diskominfo Provinsi Kaltim

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Jakarta, SWARAREPUBLIKA.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan vaksinasi massal dan bakti sosial (baksos) yang diselenggarakan oleh Alumni Akabri 1990 secara terpusat di Gedung Jaga Nusantara 1 (JN1) Kelapa Dua, Tangerang Selatan, Selasa (26/10/2021).

Dalam kunjungannya, Sigit menyampaikan apresiasi kepada Akabri 90 yang telah ikut berpartisipasi dalam melakukan akselerasi percepatan vaksinasi.

"Hari ini tentunya kita apresiasi seluruh Akabri 90 yang telah ikut berkontribusi dalam melaksanakan percepatan vaksinasi yang memang saat ini untuk bisa mencapai target pak Presiden dimana akhir tahun bisa 70 persen masyarakat sudah divaksin," kata Sigit.

Menurut Sigit, akselerasi vaksinasi yang dilakukan oleh Akabri 1990 melalui vaksinasi massal, door to door untuk menyentuh masyarakat lain, dan kelompok lanjut usia (lansia). Hal itu membuktikan kontribusi nyata dari TNI-Polri.

"Tentunya ini menjadi bagian kontribusi TNI-Polri yang bergabung dengan stakeholders yang ada untuk bisa melakukan akselerasi vaksinasi yang menjadi harapan pak Presiden," ujar Sigit.

Disisi lain, Sigit juga meminta jajaran TNI-Polri dan seluruh stakeholder untuk mewaspadai laju pertumbuhan Covid-19, saat menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Menurut Sigit, antisipasi tersebut harus dipersiapkan untuk mencegah adanya potensi laju pertumbuhan Covid-19 di Indonesia meningkat pasca-hari libur.

"Dalam kesempatan ini karena kita akan menghadapi Nataru, kita tahu dengan pengendalian laju Covid-19 yang kita laksanakan, maka aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan karena sudah dilakukan penurunan level di masing-masing PPKM. Namun demikian saya ingatkan kita tidak boleh lalai, abai dan harus waspada," papar Sigit.

Eks Kapolda Banten ini mengingatkan, meskipun angka Covid-19 di Indonesia yang saat ini sudah mulai bisa dikendalikan, namun hal itu tak lantas membuat penanganan dan pengendalian Pandemi virus corona menjadi tidak maksimal lagi kedepannya.

Sigit menegaskan, kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan meskipun laju pertumbuhan Covid-19 telah menurun. Apalagi, ketika menghadapi libur-libur panjang nantinya.

"Kuncinya bagaimana di tengah relaksasi dan kesempatan yang diberikan untuk aktivitas, prokes harus dilaksanakan secara ketat dan kuat. Ini membutuhkan kedisiplinan dan kesadaran bagi seluruh masyarakat untuk menjaga prokes karena kita lihat di beberapa wilayah saat ini sudah mulai kendor terutama penggunaan masker," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Jika tidak waspada dan hati-hati, Sigit menyebut, kedepannya dikhawatirkan akan ada potensi meningkatnya kembali angka COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru mendatang. Mengingat, adanya mobilitas yang tinggi dari masyarakat.

"Ini kalau tak hati-hati kita hadapi Nataru akan ada potensi mobilitas yang tinggi, kerumunan dan ini berdampak kepada meningkatnya angka COVID-19. Karena di negara tetangga kita masih terjadi fluktuasi terhadap angka covid," ucap Sigit.

Pada kegiatan vaksinasi Gelar Akabri 1990 yang dilaksanakan di 18 provinsi ini, total target vaksinasi sebanyak 162.417 dosis jenis vaksin Sinovac menggunakan stok vaksin milik Kemenkes RI dan TNI-Polri.

Adapun sasaran vaksinasi yaitu pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan lansia. Dalam kesempatan ini juga diberikan bansos sebanyak 50.760 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19 dan santunan kepada keluarga anggota serta PNS TNI-Polri yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 1.245 orang.

Sumber : Humas Polda Kaktim

Jakarta, Swararepublika.com - Indonesia Digital Conference (IDC) yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) tahun 2021 akan merekam sejumlah inovasi dan penguatan ekonomi digital. Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut mengatakan IDC tahun ini berusaha merekam inovasi tersebut dan menyuguhkannya untuk khayalak ramai.

Dia berharap para pembuat kebijakan dan pelaku industri bisa menemukan cara berkolaborasi yang efektif, saling menguntungkan, serta kian mempermudah kehidupan banyak orang. “Pandemi ini benar-benar mempercepat penetrasi digital dalam setiap elemen kehidupan manusia.

Semua hal tiba-tiba dilakukan secara nirkontak, dari urusan sosial, pendidikan, hingga urusan transaksi ekonomi,” kata Wens yang juga Chief Content Officer (CCO) Kapanlagi Youniverse. Menurut Wens akselerasi digital dalam segala lini kehidupan terlihat pada begitu banyaknya inovasi teknologi dalam berbagai bidang. Sekretaris Jenderal AMSI Wahyu Dhyatmika mengatakan IDC adalah sebuah acara tahunan yang diselenggarakan sejak 2019.

IDC menjadi wadah berkumpulnya para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan para profesional, untuk memotret perkembangan terkini dan masa depan Indonesia dari lensa digital.

IDC AMSI 2021 akan berlangsung bulan November. Ketua Panitia Pelaksana IDC 2021 Machroni Kusuma mengatakan sebagai langkah awal dalam kegiatan ini akan berlangsung Road to IDC tanggal 15 sampai 18 November, selanjutnya tanggal 24 dan 25 November.

Kegiatan Road to IDC selama tiga hari tersebut akan berlangsung di delapan provinsi. Di Sumatera Selatan, Road to IDC dengan tema Akselerasi Digital Pariwisata Sumatera Selatan.

Di Kalimantan Timur: Digitalisasi UMKM, Solusi Jitu Membangkitkan Ekonomi Kalimantan Timur. Lalu di Jawa Barat: Percepatan Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi dan Jawa Tengah: Digitalisasi Pariwisata Karimunjawa. Di Jawa Timur:

Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit dan Bali: Akselerasi Digitalisasi UMKM Bali. Kemudian di Sulawesi Selatan: Pemulihan Ekonomi Sulawesi Selatan Melalui Digitalisasi Pariwisata dan Sulawesi Utara: Akselerasi Digital KEK Pariwisata dan Dukungan Perbankan.

“Acara puncak IDC 2021 digelar tanggal 24 dan 25 November,” kata Roni yang juga Founder Beritaindonesia.link, Selasa (12/10/2021). Menurut Roni tema utama IDC 2021 tentang “Lompatan Digital: Inovasi dan Akselerasi” diambil karena Indonesia telah memasuki era jaringan seluler generasi kelima (5G).

Ini menjadi sebuah lompatan besar bagi inovasi digital di Indonesia. Tak hanya itu, implementasi jaringan 5G juga menjadi momentum percepatan akselerasi transformasi digital.

Era baru ini juga bakal membuka banyak peluang dan berdampak besar terhadap peningkatan produktivitas, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan ekonomi digital di dalam negeri. Oleh karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, demi sebuah tujuan besar untuk memperkuat ekonomi nasional Tanah Air.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:

Machroni Kusuma (Ketua Panitia), HP: +62 877 0860 0066 Ramadhian Fadillah, HP: +62 812 1228 3321

Verrianto Madjowa, HP: +62 812 9931 9030

Hesti, HP: +62 0812 9397 4993

Jakarta, SWARAREPUBLIKA.com - Kehadiran media sangat penting dalam memberikan informasi yang akurat, akuntabel, dan independen bagi masyarakat.Terlebih saat ini, ketika begitu banyak mis dan disinformasi yang beredar di media sosial sehingga memperparah polarisasi di masyarakat. Peran media krusial sebagai sumber rujukan (clearing house) di tengah banjir informasi tersebut.

Di sisi lain kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap media digital tidak seperti yang diharapkan. Berdasarkan laporan Digital News Report 2021 yang diluncurkan Reuters Institute, tingkat kepercayaan publik terhadap media secara rata-rata global meningkat selama masa pandemi dibandingkan periode sebelumnya, dari 44% menjadi 50%. Sedangkan tingkat kepercayaan publik Indonesia pada media ada pada angka 39%.

Kepercayaan publik Indonesia ini masih lebih rendah dibandingkan publik di Hongkong, Malaysia, Jepang, Australia, Singapura dan Thailand. Karena itu Asosiasi Media Siber Indonesia melibatkan sekitar 50 perwakilan anggota dari berbagai wilayah dan pengurus, merumuskan panduan dan indikator kepercayaan media digital dengan menyelenggarakan pertemuan para pihak di Tangerang Selatan pada 8-10 Oktober 2021 dan lalu. Kegiatan yang sama akan dilakukan Makassar pada 15-17 Oktober 2021 mendatang.

Kedua kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan dari Internews dan USAID MEDIA. Wenseslaus Manggut, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia mengatakan langkah ini dilakukan agar kepercayaan publik terhadap media digital terus meningkat.

“Sebagai penjaga demokrasi, kepercayaan publik bagi media online sangat diperlukan, karena hal itu juga berdampak pada aspek bisnis keberlanjutan (sustainability) media digital ke depan,” kata Wenseslaus Manggut di Jakarta, Senin (11/10).

Ia juga menambahkan langkah ini sejalan dengan upaya Kelompok Kerja Media Sustainability Dewan Pers untuk meningkatkan kualitas media digital.

“Dewan Pers akan mengeluarkan regulasi baru agar ekosistem media digital semakin baik. Perumusan pedoman dan indikator ini merupakan jalan menyambut regulasi baru Dewan Pers tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan riset berbagai lembaga di tingkat internasional menunjukkan rendahnya kepercayaan publik pada media digital karena rendahnya pengetahuan publik tentang bagaimana cara kerja media, serta buruknya transparansi media.

Karena itu proses perumusan indikator kepercayaan publik yang dilakukan AMSI juga mengundang organisasi masyarakat sipil dan agensi iklan yang selama ini aktif bersinggungan dengan media digital. Hadir saat pertemuan di Tangerang Selatan yaitu Siti Juliantari Rachman (Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch/ ICW).

AMSI juga mengundang Wahyu Susilo (Direktur Eksekutif Migrant Care), Kepala Newsroom Kantor Sekretariat Presiden Widiarsi Agustina, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz dan Managing Director Wavemaker Indonesia Amir Suherlan.

Mereka menyampaikan pandangan dan masukan secara daring. Rencananya saat pertemuan di Makassar AMSI akan mengundang pemantik diskusi dari unsur perwakilan pemerintah lokal, pemerintah pusat, organisasi non pemerintah lokal serta akademisi untuk menyampaikan indikator kepercayaan media digital berdasarkan perspektif masing-masing lembaga.

“Kehadiran narasumber eksternal ini sebagai bentuk komitmen untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak.AMSI akan membentuk Tim khusus untuk merumuskan panduan dan indikator kepercayaan media digital ini,” kata Wahyu Dhyatmika menambahkan.

Sementara itu Eric Sasono, Chief of Party Internews menambahkan Internews dan USAID melalui Program MEDIA menyampaikan mendukung upaya ini karena keberadaan media diperlukan untuk menjaga demokrasi.

“Perumusan trust indicators ini menjadi cara untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus untuk mendukung model bisnis media digital,” ujarnya. ***

BALIKPAPAN, Swararepublika.com - Dalam mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan petani Sayur di perlukan Alat alat pertanian yang dapat mendukung para seperti menggemburkan tanah.

Sabtu, (9/10/2021) - Petani Sayur asal lamaru Balikpapan Timur Diperkenalkan dengan sebuah alat pertanian beserta cara penggunaanya dan keaslian dari produk Stihl itu sendiri.

Ada pun Alat pertanian yang dimiliki para petani tidak seperti apa yang diketahui para petani tentang keaslian dari produk STIHL tersebut. Hartono Winarto dari PT Indo Gita makmur memperkenalkan produk produk pertanian dengan merk STIHL, seperti Tiller alat penggembur tanah dengan tipe kecil, sedang dan besar ditambah dengan 1 pompa air irigasi serta Suplier pemupukan dan pembasmi hama.

Hartono mengatakan produk STIHL bukan hanya Zenso (pemotong kayu) ada banyak Alat pertanian yang bisa digunakan para petani sayur dengan cara kerja yang mudah dan cepat dalam penggunaannya.

Masih Hartono, Merk STIHL ini diproduksi dari Jerman dan pabrik STIHL itu sendiri ada diberbagai negara seperti Austri, China, Amerika dan terutama Jerman. Untuk mengetahui kwalitas serta keaslian dari produk STIHL itu sendiri sangat mudah.

Dengan membeli produk STIHL dapat dilihat dari nomor mesin yang ada kemudian dapat dilakukan melalui layanan hotline yang secara resmi untuk dihubungi, " dari nomor mesin yang ada dapat diketahui lewat layanan hotline untuk dilaporkan", jelasnya.

Penting bagi para petani khususnya petani sayur yang ada di lamaru Balikpapan Timur untuk tidak salah pilih produk mana yang bermanfaat dan ber kwalitas salah satunya merek STIHL yang tidak diragukan lagi keaslian dan kekuatannya, tegasnya.

Hartono bersama rekan kerjanya Adit dan Amran (teknisi) sangat berterima kasih kepada para petani Yang sudah turut serta hadir dilingkungan RT 19 dalam pengenalan akan kwalitas serta keaslian dari produk STIHL.

Dengan segala harapan semoga para petani di lamaru Balikpapan Timur bisa semakin lebih maju sukses dengan menghasilkan hasil panennya yang lebih baik, pungkasnya.

RN

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA , Swararepublika.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Operasi Madago Raya yang telah menindak tegas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora.

Menurutnya, hal itu wujud dari kehadiran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari segala ancaman teror.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat memimpin pengarahan kepada Satgas Operasi Madago Raya, bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Bandara Kasiguncu, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (28/9/2021).

"Tindakan tegas terukur telah dilakukan terhadap pimpinan kelompok MIT, diharapkan seluruh upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dari ancaman kelompok teror dapat menjadi ladang amal bagi kami semua," kata Sigit dalam pengarahannya.

Lebih dalam, mantan Kapolda Banten tersebut menekankan, kepada seluruh personel Madago Raya untuk terus melakukan pengejaran terhadap empat orang sisa dari kelompok teror tersebut. Satgas Madago Raya sendiri kontak tembak dengan Ali Kalora pada Sabtu 18 September 2021 lalu.

Aparat berhasil menindak tegas Ali Kalora dan Jaka Ramadhan di Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Setelah berhasil menindak Ali Kalora, kini MIT hanya tersisa empat orang, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata. "Pertahankan kinerja yang sudah baik ini, lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap target yang tersisa," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Menurut Sigit, meski sudah menindak pimpinan MIT, kedepannya TNI-Polri harus terus memperkuat dan meningkatkan sinergitas serta soliditas untuk memberikan kepastian keamanan dan ketenangan terhadap masyarakat.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, Negara tidak boleh kalah dari kelompok intoleran dan terorisme. Ia menyebut, tidak ada tempat bagi kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI di bumi nusantara.

"Saya akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan reward kepada personel yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga kamtibmas dari segala bentuk gangguan dari kelompok MIT," ucap Sigit.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA, Swararepublika.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Vaksinasi massal dan penyerahan bantuan sosial yang diselenggarakan Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 bataliyon Wira Pratama di Gedung eks Mapolres Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Senin (20/9/2021).

Kapolri memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan para alumni Akpol 1997 yang digelar di 34 Polda jajaran dan tiga negara yakni, Malaysia, Saudi Arabia dan Turki.

“Tentunya saya memberikan apresiasi kepada adik-adik saya angkatan 97 di seluruh wilayah yang telah ikut berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi dan bansos kepada masyarakat Indonesia yang saat ini memang sedang menghadapi situasi yang sulit,” kata Kapolri dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, Kapolri mengingatkan agar jajaran Kepolisian terus bekerja optimal membantu Pemerintah dalam rangka pengendalian Pandemi Covid-19 diantaranya melalui penerapan kebijakan PPKM level 1 hingga 4 di wilayah seluruh Indonesia.

Strategi pengendalian diharapkan betul-betul dikawal sehingga efektif, bukan hanya dari sisi angka penurunan kasus Covid-19, melainkan juga jalannya pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Strategi pengendalian virus corona diantaranya penegakan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), penguatan 3T (tracing, testing dan treatment dan percepatan vaksinasi.

“Bagaimana kita kembali menuju ke kehidupan normal dan mengembalikan ekonomi yang sempat menurun karena situasi Covid-19.

Di satu sisi bagaimana aktivitas masyarakat dalam rangka mengembalikan pertumbuhan ekonomi tetap bisa terkendali dan angka Covid-19 tidak naik lagi. Ini menjadi tantangan kita dan menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatur antara gas dan rem agar seimbang,” tekan Kapolri mengingatkan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga menyempatkan untuk menyapa secara virtual pihak Kedubes Malaysia. Ia memantau langsung penanganan virus corona terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tersebut.

Disatu sisi Kapolri berterima kasih terhadap seluruh personel TNI dan Polri serta petugas Dinkes yang selama ini bertugas tidak kenal lelah dalam upaya menurunkan angka Covid-19 sehingga angka kasus harian bisa ditekan menjadi 2.200 perhari, serta BOR RS yang sempat menembus angka 90 persen, saat ini hanya sekitar 12 hingga 15 persen. “Positivity rate dibawah WHO 5 persen saat ini kita positivty ratenya 2,19 persen.

Ini hasil kerja keras rekan-rekan yang tergabung dalam tim. Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh anggota kita dimanapun bertugas karena telah bekerja keras melakukan upaya agar laju covid diturunkan,” ujarnya.

Meski demikian, Kapolri tetap mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan aparat terus bergerak melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan hingga akselerasi percepatan vaksinasi demi mencapai target kekebalan komunal atau herd immunity masyarakat.

“Bagaimana harapan dari pak Presiden kita harus wujudkan. Kita harus bisa mengubah dari pandemic menjadi endemic.

Kita harus bisa hidup dan terbiasa berdampingan dengan covid. Tentunya prokes yang kuat harus kita laksanakan, program vaksinasi kita tingkatkan sehingga masyarakat siap menghadapi kondisi tersebut,” imbau Kapolri.

Dalam vaksinasi massal ini, alumni Akpol 1997 menggelarnya di 34 Polda Jajaran serta tiga negara. Kegiatan ini akan berlangsung lima hari dimulai dari 18-22 September 2021. Adapun total vaksinasi yang ditarget dalam kegiatan ini sebanyak 63.400 dosis vaksin.

Terdapat pula sebanyak 36.350 item dengan rincian, paket sembako sebanyak 33.353 pax, bantuan voucher kuota internet untuk pelajar, santri dan guru sebanyak 1.997 voucher, serta bantuan voucher belanja 100.000 sebanyak 1.000 voucher kepada masyarakat kurang mampu, yatim piatu dan disabilitas.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

BALIKPAPAN, Swararepublika.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal serentak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/9/2021).

Kegiatan itu diselenggarakan di 10 titik wilayah NTB. Dalam peninjauan ini, Sigit meminta agar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat pelaksanaan vaksinasi nasional.

Kegiatan itu diselenggarakan di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat, Lombok Tengah, Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa, Menurut eks Kapolda Banten ini, percepatan vaksinasi juga untuk kesiapan pelaksanaan ajang Superbike dan Moto GP pada bulan November mendatang.

"Untuk wilayah yang ada kegiatan tersebut mohon dipersiapkan petugas vaksinator.

Mandalika perlu perhatian khusus," kata Sigit dalam tinjauannya. Dalam kesempatan ini, Sigit menerima paparan Bupati Lombok Tengah bagaimana perkembangan vaksinasi di wilayah tersebut. Dalam paparannya, target sebanyak 75 persen masyarakat sudah divaksin terkait dengan memenuhi target program vaksinasi nasional sekaligus persiapan even internasional itu.

"Tolong diperhitungkan karena waktunya kurang lebih 2 bulan sehingga target bisa tercapai. Harapan kami rekan-rekan semua menembus angka rekor pencapaian di NTB. Kami tunggu semoga hasilnya sesuai," ujar Sigit.

Sementara itu, kata Sigit, vaksinasi juga diperlukan untuk mengembalikan roda perekonomian masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian, Sigit menyebut, vaksinasi juga untuk memperkuat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah dimulai. Oleh sebab itu, pelajar, guru dan pihak yang terkait harus segera dilakukan percepatan vaksinasi.

"Vaksinasi pelajar diharapkan dapat memperkuat kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menjadikan vaksin sebagai persyaratan bagi pelajar, guru maupun perangkat sekolah.

Vaksinasi di lokasi pendidikan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi sentra vaksinasi bagi orang tua murid maupun warga sekitar sebagai upaya akselerasi vaksinasi sehingga segera mencapai target capaian," papar Sigit.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk berkoordinasi jika memang membutuhkan stok vaksin.

Namun, ia mengingatkan juga setiap wilayah untuk mempersiapkan petugas vaksinator jika stok vaksin sudah tersedia. Tak lupa, dalam kesempatan ini, Sigit pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang ikut menyukseskan vaksinasi di wilayah NTB mulai dari Pemprov, TNI-Polri dan masyarakat.

"Terima kasih kepada petugas dan masyarakat yang ikut mempercepat akselerasi vaksinasi," katanya.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Walikota Balikpapan H Rahmad Maaud

BALIKPAPAN,SWARAREPUBLIKA com -  Melalui Intruksi Kementerian Dalam Negri (Mendagri) tetkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Balikpapan yang berstatus Level 4, akan tetap berlanjut hingga 20 September mendatang.

Hal tersebut di sampaikan WaliKota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat menghadiri pelaksanaan kegiatan vaksinasi Covid-19 di SMPN 12 Balikpapan, Senin (6/9/2021). Rahmat mengatakan ditetapkannya PPKM Level 4 tersebut berdasarkan hasil zoom meeting pertemuan Pemkot Balikpapan dengan Kementerian pusat.

“Kami telah melakukan pertemuan dengan zoom meeting bersama Kementerian, Balikpapan merupakan salah satu daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang masih ditetapkan PPKM Level 4,” kata Wali Kota Balikpapan.

"Walaupun level 4 untuk aktivitas kami juga tidak perketat yang seperti kemarin. Berjalan normal tapi Protokol Kesehatan (Prokes) tetap dijalankan dan intruksi Kemendagri harus tetap dijalankan hingga 20 September mendatang"lanjutnya.

Rahmad berharap dengan diberinya kelonggaran kepada masyarakat, kesadaran warga tetap diperlukan agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan sehingga kasus Covid-19 dapat terus menurun.

“Kesadaran warga yang sangat utama, tapi kita yakin orang Balikpapan sangat taat dalam menjalankan aturan dan instruksi dari pemerintah,” tuturnya.

Disinggung mengenai status Balikpapan masih berada di pemberlakukan PPKM Level 4, Walikota Balikpapan mengatakan pihaknya belum memastikan alasannya mengapa Balikpapan masih ditetapkan PPKM Level 4, walaupun kasus Covid 19 terjadi penurunan yang cukup signifikan.

"Kami belum mengetahui indikator apa sehingga PPKM Level 4 ini terus berlanjut, apakah dari trend penurunan terkonfirmasi Positif Covid-19, apakah vaksinasi kita belum di atas 50 persen atau ada hal lainya"pungkasnya.

Wartawan : Ags T