Camat Tenggarong Sukono

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Keluarga terlantar di RT 20, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, mendapat bantuan dari Camat Tenggarong, Sukono. Keluarga yang memiliki enam anak yang tidak terawat itu, salah satunya mengidap infeksi wajah.

Mengetahui hal tersebut, sebagai Camat segera memberikan bantuan setelah melihat kondisi keluarga itu yang viral di media sosial.

Ia mengajak berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk ikut membantu. Bantuan yang diberikan berupa sembako, pakaian, selimut, dan lain-lain. Pihaknya membersihkan rumah dan lingkungan mereka.

Selanjutnya, Sukono juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk memberikan pengobatan kepada anak yang mengalami infeksi wajah. “Anak itu juga mendapat penanganan stunting karena kondisinya yang kurang gizi” ungkap Sukono saat dikonfirmasi ada Jumat (27/10/2023).

Sukono juga menuturkan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar untuk menyelesaikan masalah anak yang putus sekolah dari keluarga itu.(ADV/Diskominfo Kukar)

Ilustrasi budidaya jamur tiram Di kelurahan melayu

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Kelurahan Melayu, terus melakukan pendampingan pada pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di wilayahnya. Salah satu sektor usaha yang menjadi fokus pendampingan adalah budidaya jamur tiram.

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman menjelaskan bahwa pendampingan UMKM ini bertujuan untuk memberikan penguatan kelembagaan bagi para pelaku usaha. Salah satu contoh yang sedang berlangsung saat ini adalah pendampingan bagi para petani jamur tiram di Kelurahan Melayu.

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, mengatakan bahwa pihaknya akan selalu memberikan bantuan dan dukungan bagi para pelaku UMKM. Salah satunya adalah dengan membantu masalah administrasi, seperti surat domisili usaha.

Selain itu, pihaknya juga membantu para pelaku usaha yang ingin membentuk kelompok usaha agar memiliki kepengurusan dan Surat Keputusan (SK). Menurut Aditiya saat dikonfirmasi pada Jumat (27/10/2023 lalu, menjelaskan budidaya jamur tiram merupakan usaha yang menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain itu, keberadaan para petani jamur tiram ini juga dapat menjadi model percontohan dan sarana pelatihan bagi masyarakat yang berminat untuk membudidayakan jamur tiram. “Kami mendukung seluruh UMKM di wilayah kami di Kelurahan Melayu.

Budidaya jamur ini tidak hanya menjual. Tapi juga bisa menjadi model untuk pelatihan di Kukar. Dari situ juga bisa untuk menghasilkan tambahan penghasilan masyarakat,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo Kukar)