Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan sambutan dalam kegiatan executive meeting Pemkab kukar dihotel Santika jakarta

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapresiasi kinerja dan komitmen perusahaan perkebunan besar swasta kelapa sawit yang beroperasi di Kukar. Ia berharap, perusahaan-perusahaan tersebut dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung program Kukar Idaman. Hal ini disampaikan Edi dalam Executive Meeting Pemkab Kukar dengan Direksi Perusahaan Perkebunan yang digelar di Hotel Santika Jakarta, baru-baru ini. Pertemuan ini diikuti oleh 28 perusahaan perkebunan aktif dari 50 yang ada di Kukar.

“Kami sangat menghargai kontribusi perusahaan perkebunan di Kukar, terutama dalam hal investasi, pengembangan ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan. Kami juga mengajak perusahaan-perusahaan ini untuk terus meningkatkan kinerja dan pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Edi.

Edi juga mengatakan, pertemuan ini merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya, serta untuk membahas program Kukar Idaman yang menjadi visi pembangunan Kukar. “Program Kukar Idaman adalah program yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Kukar yang sejahtera dan berbahagia.

Kami berharap perusahaan perkebunan dapat berpartisipasi dalam program ini, khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan, penanggulangan stunting, pengelolaan administrasi, dan pengembangan pertanian berbasis kawasan di lima kecamatan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Kukar dalam pertemuan ini Plt Asisten II Wiyono, Dirut Bankaltimtara M. Yamin, Pimpinan Bankaltimtara Kukar Yuni, Ketua Kadin Kukar Aulia, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Sutikno, dan kepala perwakilan OPD serta para pejabat administator dan pengawas di lingkungan Pemkab Kukar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kukar Muhammad Taufik yang juga Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, mengatakan pertemuan ini mengusung tema Meningkatkan Kolaborasi dan Sinergi dalam Mendukung Program Kukar Idaman Menuju Masyarakat Kukar yang Sejahtera dan Berbahagia.

“Ini adalah pertemuan yang sangat penting dan strategis untuk membangun komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan perusahaan perkebunan di Kukar. Kami berharap hasil pertemuan ini dapat diimplementasikan dengan baik oleh semua pihak,” tutupnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Wakil bupati Kutai Kartanegara Randi Solihin

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukan keberagaman budaya Nusantara yang ada di daerahnya. Kali ini Kukar bersama paguyuban Ikawangi  menyelenggarakan festival kesenian Gandrung, Sebuah tari tradisional asal Banyuwangi, Jawa timur 

Festival ini digelar 18 Nopember 2023, Di Sasana Krida Bhakti kelurahan maluhu, Tenggarong Acara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, yang diwakili oleh Wakil 7 Kukar, Rendi Solihin. Rendi mengatakan, festival ini merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap kebudayaan Nusantara yang berkembang di Kukar, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami sangat menghargai kehadiran berbagai kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia di Kukar, karena ini menunjukkan bahwa Kukar adalah rumah bagi semua. Kami juga siap menyambut masyarakat dari berbagai daerah yang akan datang ke Kukar seiring dengan adanya IKN,” kata Rendi.

Rendi juga mengajak masyarakat Kukar untuk ikut meramaikan festival ini dan menambah wawasan tentang keanekaragaman seni budaya Indonesia. “Kami ingin masyarakat Kukar tidak hanya mengenal kebudayaan asli Kukar, tetapi juga kebudayaan dari daerah lain. Ini penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Festival Kesenian Gandrung menampilkan penari laki-laki dan perempuan yang memiliki nama khusus. Penari perempuan disebut Penari Gandrung, sedangkan penari laki-laki disebut Paju atau Pemaju. Mereka mengenakan busana yang khas dan berbeda dengan busana tari Jawa lainnya, yang dipengaruhi oleh Kerajaan Blambangan.

Musik pengiring tari Gandrung juga memiliki ciri khas, yaitu menggunakan Kempul atau Gong, Kluncing atau Triangle, Biola,  Kendhang, dan Kethuk. Selain itu, ada juga Panjak atau Pemberi Semangat yang bertugas untuk memberikan efek lucu dan menghibur pada setiap pertunjukan.(ADV/Diskominfo Kukar)