SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) resmi mengawali layanan pelayaran internasional terbaru dengan kedatangan kapal direct call MV SITC TIANJIN pada Kamis, 17 April 2025. Kapal ini akan melayani rute strategis yang menghubungkan sejumlah pelabuhan utama di Asia, seperti Nansha, Shekou, Ho Chi Minh, Jakarta, Semarang, Balikpapan, dan Cebu, sebelum kembali ke Nansha.

Layanan ini dijadwalkan dua kali setiap bulan. Pembukaan rute ini memberikan angin segar bagi pelaku usaha ekspor-impor di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan. Dengan hadirnya layanan direct call, proses pengiriman barang ke luar negeri kini bisa dilakukan tanpa harus singgah di pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya.

Efisiensi ini diperkirakan akan memangkas biaya logistik sekaligus mempercepat waktu pengiriman. Pelayaran perdana MV SITC TIANJIN dimanfaatkan oleh PT Mitra Murni Perkasa, perusahaan smelter nikel yang berbasis di Balikpapan, untuk mengirimkan barang proyek mereka.

Ke depan, rute ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sektor, seperti industri, pertanian, dan komoditas unggulan Kaltim seperti batu bara, kelapa sawit, karet, serta hasil pertanian lainnya.

Direktur Operasi dan Teknik KKT, Sofyan, menyatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuannya adalah menjembatani komunikasi dengan para pelaku usaha ekspor agar potensi rute ini bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Upaya ini kami lakukan sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global,” ujar Sofyan.

Ia juga menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari dukungan KKT terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), melalui penyediaan jaringan logistik internasional yang efisien, terintegrasi, dan fleksibel.

Dengan terbukanya jalur ekspor langsung dari Balikpapan, KKT optimistis dapat memperkuat perannya sebagai pusat logistik utama di Kalimantan Timur serta menjadi motor penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia. (*)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Komitmen untuk mendorong literasi keuangan di Balikpapan terus diperkuat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) melalui kolaborasi strategis bersama PT Pegadaian. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan resmi pengurus JMSI Balikpapan ke Kantor Wilayah IV PT Pegadaian pada Rabu (9/4/2025).

Ketua JMSI Balikpapan, David Purba, menyampaikan pentingnya peran media dalam memberikan informasi edukatif kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama dengan institusi keuangan seperti Pegadaian dapat memperluas jangkauan literasi keuangan secara efektif.

“Kami ingin menghadirkan media siber sebagai kanal informasi yang mencerdaskan. Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam mendorong pemahaman masyarakat terhadap isu-isu keuangan yang relevan,” ujar David dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan ini juga menjadi ajang memperkenalkan struktur kepengurusan JMSI yang baru pasca pelantikan Desember 2024. Selain itu, JMSI turut menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-124 PT Pegadaian.

Kehadiran rombongan JMSI disambut hangat oleh Alvin Krisnawan, Kepala Departemen Logistik dan Umum Pegadaian Kanwil IV. Ia didampingi oleh Humas Pegadaian, Octavia Suzanna. Alvin menyambut baik semangat kolaboratif yang diusung JMSI.

“Media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi ke publik, termasuk dalam edukasi keuangan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil. Kami melihat peluang besar dari sinergi ini,” tutur Alvin.

Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak sepakat menjajaki kerja sama di berbagai program sosial, seperti literasi digital, penguatan sektor ekonomi kreatif, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan program-program nyata yang memberikan dampak langsung di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, JMSI dan Pegadaian berkomitmen memformulasikan langkah-langkah konkret guna mewujudkan strategi bersama demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Balikpapan. Pertemuan ini menjadi pijakan awal menuju kemitraan jangka panjang yang bermanfaat luas bagi masyarakat. (*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Nuansa kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Aula Kantor PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) pada Rabu, 16 April 2025. Seluruh insan PLN, dari jajaran manajemen hingga pegawai alih daya, berkumpul dalam kegiatan halal bihalal yang telah menjadi tradisi tahunan penuh makna.

Acara yang digelar di kantor PLN UIP KLT di Jalan MT Haryono No. 384 Balikpapan itu turut dihadiri General Manager Raja Muda Siregar, Ustaz Drs. H. Adi Ismanto, serta mitra kerja eksternal.

Lebaran tak sekadar dirayakan, namun menjadi momen sakral untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat tali persaudaraan di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab menerangi negeri. Halal bihalal bukan hanya bentuk seremoni, tetapi cerminan nilai luhur yang terus dijaga.

Tradisi ini menjadi ajang introspeksi, saling memaafkan, dan memperkuat solidaritas. “Melihat kebersamaan ini, hati saya terasa hangat. Halal bihalal ini adalah pengingat bahwa di balik tugas yang berat, kita adalah satu keluarga,” tutur Raja Muda Siregar.

Ia menegaskan pentingnya mempererat silaturahmi sebagai energi positif dalam pelayanan kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan dari GM UIP KLT, dilanjutkan tausiah yang menyentuh hati tentang pentingnya menjaga hubungan antar sesama.

Doa bersama turut dipanjatkan, mengharap berkah dan kelancaran dalam pengabdian ke depan. Puncak acara ditandai dengan saling bersalaman dan memohon maaf, menciptakan suasana haru dan penuh keakraban.

Tak ada sekat antara atasan, staf, dan mitra kerja. Salah satu tenaga alih daya, Ayu, mengungkapkan rasa harunya. “Saya merasa seperti berada di tengah keluarga besar yang sesungguhnya. Momen ini membuat hati terasa ringan dan hubungan kerja semakin erat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar PLN UIP KLT menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dan berkontribusi positif bagi bangsa, dengan semangat baru pasca Idulfitri.

(*/ADV)

Motor milik Fredi mogok dan dijemput pihak dealer setelah isi Pertamax di SPBU 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Sejumlah pengendara di Balikpapan mengaku mengalami kendala pada kendaraannya setelah mengisi bahan bakar jenis Pertamax di beberapa SPBU. Keluhan yang muncul bervariasi, mulai dari mesin yang tersendat hingga kendaraan yang tiba-tiba mati total.

Fredy Janu, salah seorang pengendara,  membagikan pengalamannya setelah mengisi Pertamax di salah satu SPBU. Awalnya, motornya berjalan normal, tetapi beberapa jam kemudian, mesinnya mulai tersendat hingga akhirnya mati total. "Mesin tiba-tiba tersendat lalu mati.

Saya coba nyalakan kembali, tetapi tidak bertahan lama hingga akhirnya benar-benar tidak bisa dihidupkan lagi," ujar Fredy, Sabtu, 29 Maret 2025. Fredy membawa kendaraannya ke dealer resmi tempat ia membeli motor tersebut dua bulan lalu. Pemeriksaan awal menemukan aki dalam kondisi longgar, dan setelah diperbaiki, motor kembali berjalan normal.

Namun, dalam perjalanan pulang, masalah kembali muncul dan motor kembali mati mendadak. Kondisi ini membuat Fredy melaporkan kejadian tersebut ke pihak dealer. Dealer pun menjemput motornya dengan mobil derek untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil analisis awal, diduga bahan bakar yang digunakan menjadi penyebab utama.

Ternyata, kejadian serupa juga dialami oleh beberapa pengendara lain yang mengisi Pertamax di SPBU tertentu. Isu ini bahkan ramai dibahas di media sosial, di mana sejumlah pengguna mengaku mengalami kendala yang sama.

Menanggapi laporan tersebut, Area Manager Commrel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi terhadap SPBU yang dilaporkan bermasalah.

"Kami sedang melakukan investigasi langsung ke SPBU yang diduga bermasalah serta menelusuri jalur distribusi bahan bakar dari depot hingga ke SPBU," ungkap Edi.

Edi menjelaskan bahwa setiap SPBU seharusnya melakukan pengujian sampel sebelum menjual bahan bakar kepada konsumen. Namun, untuk memastikan penyebab pasti dari keluhan ini, investigasi lebih lanjut masih dilakukan.

"Kami akan memberikan keterangan resmi setelah hasil investigasi keluar. Jika ditemukan adanya permasalahan dalam kualitas bahan bakar, tentu akan ada tindakan lanjutan untuk memastikan mutu bahan bakar tetap terjaga," pungkasnya.

BANJARBARU, Kalimantan Selatan – 10 April 2025 – Pasca momen Idulfitri yang sarat makna kebersamaan, Badan Intelijen Daerah (Binda) Kalimantan Selatan meresmikan kantor barunya di Jalan Bina Praja Selatan, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Peresmian ini tak sekadar seremoni, melainkan menjadi simbol komitmen baru dalam memperkuat infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor di provinsi ini. Acara peresmian berlangsung khidmat, dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI Letjen TNI (Purn) M. Herindra, Gubernur Kalsel H. Muhidin, Ketua DPRD Provinsi, Kapolda Kalsel, Komandan Korem, para kepala daerah se-Kalsel, serta jajaran pimpinan PLN dari berbagai unit, termasuk GM UIP KLT PLN, GM UID Kalselteng, GM UIP3B Kalimantan, dan PLN Indonesia Power UBP Asam-asam.

Kehadiran mereka memperlihatkan sinergi erat antara Binda dengan berbagai pihak strategis. Prosesi peresmian diawali dengan pemotongan pita oleh KBIN RI bersama Gubernur Kalsel, dilanjutkan peninjauan fasilitas kantor baru. Gedung ini diharapkan menjadi pusat kerja yang lebih representatif dan efisien dalam mendukung tugas-tugas intelijen di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, KBIN RI memberikan penghargaan kepada mitra strategis yang dinilai berperan penting dalam mendukung kinerja Binda Kalsel. Salah satu penerima penghargaan adalah General Manager UIP KLT PLN, Raja Muda Siregar, atas kontribusinya dalam menjaga keamanan proyek strategis nasional di sektor energi.

Kepala Binda Kalsel, Brigjen Pol Nurullah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi lintas sektor. “Peresmian kantor ini bukan sekadar peningkatan fasilitas, tapi simbol tekad kami memperkuat koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat. Kami sangat menghargai dukungan para mitra dalam menjaga keamanan dan mendorong pembangunan daerah,” ujarnya.

Raja Muda Siregar menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima. “Kami di PLN UIP KLT sangat memahami pentingnya bersinergi dengan Binda Kalsel untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan. Penghargaan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkontribusi lebih baik,” ucapnya.

Kabinda Kalsel juga menegaskan bahwa penguatan fasilitas dan kemitraan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi intelijen dalam menjaga stabilitas daerah serta memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah, khususnya terkait keamanan dan keberhasilan proyek nasional.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi bersama seluruh tamu undangan, mempererat komitmen bersama untuk mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih aman, harmonis, dan progresif. (*)

SWARAREPUBLIKA.com, MAKASSAR, 28 Maret 2025 – Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik Lebaran IdulFitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap menyukseskan program Mudik Senang dan Menyenangkan dengan menyiapkan berbagai fasilitas terbaik bagi pemudik melalui penyediaan Posko Mudik Bersama BUMN 2025.

Posko Mudik Bersama BUMN 2025 yang ada di wilayah Pelindo Regional 4 hadir di berbagai titik strategis untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pemudik, yaitu di Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Parepare, dan Pelabuhan Balikpapan yang telah dibuka sejak 26 hingga 29 Maret 2025 dan juga akan melayani arus balik pada 5 sampai dengan 8 April nanti.

Di mana ribuan pemudik telah merasakan manfaat layanan BUMN dalam perjalanan mudik tahun ini. Penyediaan Posko Mudik Bersama BUMN 2025 ini sesuai dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo tepatnya poin 8, yaitu Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Adapun Posko Mudik Bersama BUMN 2025 bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pemudik, keamanan dan kepastian dengan informasi dan bantuan dalam perjalanan, serta mempererat silaturahmi dan tradisi mudik. Posko ini menyediakan berbagai fasilitas, antara lain layanan cek kesehatan gratis, pembagian obat gratis, buka puasa & refreshment, penyediaan area ibadah, ruang istirahat, working space, penyediaan ruang bayi & laktasi, serta area spot & photo.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo sebagai BUMN dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, khususnya yang menggunakan moda transportasi laut.

Dengan adanya Posko Mudik Bersama BUMN ini, kami berharap bisa membantu mengurangi beban perjalanan mereka,” ujarnya. Selain menyediakan fasilitas di posko, Pelindo Regional 4 juga bekerja sama dengan pihak terkait seperti KSOP, Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik di pelabuhan.

Personel Pelindo akan siaga 24 jam untuk memberikan bantuan dan informasi kepada pemudik. Posko Mudik Bersama BUMN ini juga selaras dengan arahan Kementerian BUMN dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik. Komitmen BUMN untuk mendukung masyarakat bukan hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam momen penting seperti mudik.

“Mudik Senang dan Menyenangkan bisa terwujud dengan dukungan layanan yang tepat dan kolaborasi semua pihak.” Raden, seorang Konsultan di perusahaan pengembang tambak udang berkelanjutan yang melakukan perjalanan mudik dari Pelabuhan Makassar ke Surabaya menggunakan KM Labobar, Rabu (26/3/2025) mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya Posko Mudik Bersama BUMN.

“Menurut saya keberadaan [Posko Mudik Bersama BUMN] ini bagus ya, membuat fasilitas yang sudah ada di Pelabuhan Makassar semakin lengkap. Jadi mengakomodir keresahan pemudik yang misalnya kurang enak badan, jadi bisa terfasilitasi dan sangat membantu sekali,” ujarnya.

Senada, Jovanka yang merupakan seorang mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Makassar yang juga melakukan perjalanan mudik ke Surabaya dari Pelabuhan Makassar mengatakan bahwa keberadaan Posko Mudik Bersama BUMN sangat bermanfaat bagi pemudik.

“Kita bisa melakukan cek kesehatan secara gratis sebelum melakukan perjalanan menggunakan kapal laut. Sangat membantu sekali,” tukasnya.

 

 

Penyusun : (Edy Saputra | Imannuel Robert | Herwin Wahyudi | Hadi Christianus | Lina Puji Astuti) PKA I 2025 Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik Lembaga Administrasi Negara 10 April 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Korupsi merupakan salah satu permasalahan kronis yang mengakar dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, hal ini menjadi salah satu Visi Misi Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang termaktub pada ASTA CITA poin 7 salah satunya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Pengertian korupsi di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak memberikan satu definisi tunggal yang eksplisit, tetapi menjabarkan perbuatan-perbuatan yang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Secara umum, korupsi adalah setiap perbuatan yang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Besarnya resiko kurungan seperti dijelaskan pada Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 mendifinisikan tindakan korupsi yaitu setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun tetap belum menghilangkan Korupsi dinegeri ini. Upaya yang dilakukan Negara dengan membentuk Lembaga Antikorupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lalu tumbuhnya organisasi mayarakat pegiat anti korupsi seperti MAKI (Masyarakat Anti Korupsi), belum menjadikan korupsi hangus dari bumi pertiwi, korupsi masih tetap menjadi hambatan utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan public lalu berdampak pada penurunan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan dan hukum.

Salah satu akar masalah penyebab korupsi di Indonesia adalah lemahnya integritas para pejabat dan aparatur negara. Kepemimpinan yang ideal dari seorang pejabat atau ASN tidak hanya dituntut memiliki kecakapan manajerial dan keahlian, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam setiap pengambilan keputusan. Di sinilah pentingnya peran Kepemimpinan Pancasila, yakni kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kepemimpinan yang mampu mendorong dan menjadi propulsif dalam mencegah dan memberantas korupsi keakar-akarnya. Kepemimpinan Pancasila menekankan pada prinsip-prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial.

Nilai-nilai ini, jika diinternalisasi secara mendalam oleh para pemimpin, diyakini mampu menjadi benteng moral yang efektif dalam mencegah perilaku koruptif. Sayangnya, dalam praktiknya, terjadi kesenjangan antara nilai-nilai Pancasila yang dijunjung secara normatif dengan perilaku aktual sebagian pemimpin dan pejabat publik. Tantangan dalam menegakkan kepemimpinan berintegritas di Indonesia sangat kompleks. Budaya permisif terhadap penyalahgunaan kekuasaan, lemahnya sistem pengawasan internal, dan kurangnya keteladanan dari tokoh publik turut memperparah situasi. Oleh karena itu, perlu ada kajian yang mendalam mengenai bagaimana konsep kepemimpinan berbasis Pancasila dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan birokrasi dan pemerintahan untuk memperkuat integritas dan pada akhirnya mencegah korupsi.

KORUPSI YANG MASUK SEGALA LINI.

Dalam beberapa kasus tertentu terkait permasalahan hukum korupsi lebih sering dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan yang berbasis anggaran negara/daerah, penggelembungan nilai pekerjaan , kekurangan volume bahkan sampai pekerjaan fiktif menjadi permasalahan-permasalahan hukum korupsi dan ini bukan hanya berada pada tingkat lokal bahkan hingga sampai pelaksanaan anggaran di tingkat nasional. Seperti disadur dari Tempo.co dimana hasil wawancara yang dilakukan Tempo.co pada di sebuah SPBU milik Pertamina Masyarakat begitu kecawa atas kasus pengoplosan yang terjadi di Perusahaan energi milik negeri ini, disisi lain kasus-kasus hukum pada pekerjaan fisik yang ada di lingkungan Instansi Negara menjadi permasalahan-permasalahan yang erat kaitannya dengan kualitas kepemimpinan Pancasila. Di era digitalisasi saat ini di mana teknologi informasi begitu masih berkembang, kejahatan sektor keuangan juga memberikan ruang terjadinya permasalahan hukum khususnya seputar korupsi memberikan dampak kerugian kepada masyarakat. Kasus seperti kerugian akibat kegiatan investasi bodong adalah suatu bentuk lain kejahatan korupsi di mana aktivitas kejahatan finansial tersebut memanfaatkan teknologi untuk mengambil dana masyarakat baik diketahui tanpa disadari oleh publik sampai dengan dalam bentuk investasi bodong. Lalu semua ini memunculkan pertanyaan, bagaimana nilai-nilai Kepemimpinan Pancasila dapat diterapkan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, Mengapa praktik korupsi masih marak terjadi meskipun telah banyak regulasi dan lembaga anti-korupsi dibentuk, serta Bagaimana peran integritas moral pemimpin dalam mencegah terjadinya korupsi di sektor publik. Jika dianalisa atas pertanyaan tadi maka didapat jawaban bahwa kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas praktik kepemimpinan meskipun Pancasila mengajarkan nilai-nilai luhur seperti keadilan, kejujuran, dan gotong royong, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak pemimpin belum mampu menginternalisasi nilai tersebut dalam kepemimpinan sehari-hari. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) 2024 tanggal 11 Februari 2025 oleh Transparency International Indonesia (TII), menempatkan Indonesia dipersepsikan sebagai negara dengan tingkat korupsi yang buruk. Jika dibandingkan dengan 10 negara ASEAN lainnya, Indonesia berada di peringkat ke-5 di bawah Singapura, Malaysia, Timor Leste dan Vietnam. Hal lain adalah Budaya Koruptif yang Mengakar Korupsi di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh individu, tetapi juga oleh sistem dan budaya birokrasi yang permisif terhadap praktik koruptif, dan faktor lain yang utama yaitu Ketidakefektifan Penegakan Hukum Lemahnya penegakan hukum terhadap kasus korupsi mencerminkan masih jauhnya praktik kepemimpinan dari prinsip keadilan sosial (sila ke-5 Pancasila). Pemimpin yang seharusnya menjadi teladan justru menjadi pelaku pelanggaran hukum.

UPAYA MENINGKATKAN PENURUNAN KORUPSI

Beberapa hal dapat dikedepankan dalam membangun paradigma upaya pemberantasan korupsi, yaitu dengan meningkatkan kesadaran dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Meningkatkan penegakan hukum yang adil dan efektif untuk mengatasi korupsi (tidak tebang pilih), Meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap kegiatan pemerintah dan swasta untuk mencegah korupsi, pengembangan secara pendidikan anti-korupsi disekolah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang bahaya korupsi dan terus memperbaharui monitoring system melalui pelaporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN). Kepemimpinan Pancasila merupakan model kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Namun, implementasinya dalam konteks pemerintahan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan integritas pemimpin dan budaya korupsi yang mengakar. Permasalahan korupsi di Indonesia tidak hanya bersifat struktural dan sistemik, tetapi juga menunjukkan adanya krisis moral dan integritas di kalangan pemimpin. Nilai-nilai Pancasila seringkali hanya menjadi jargon tanpa penerapan nyata dalam tindakan dan kebijakan publik. Kesenjangan antara idealisme Pancasila dan praktik kepemimpinan yang terjadi di lapangan memperlihatkan bahwa penguatan integritas menjadi kebutuhan mendesak. Pendidikan kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai Pancasila, menjadi sangat penting. Selain itu, masih lemahnya penegakan hukum, rendahnya pengawasan masyarakat, serta kurangnya keteladanan dari para pemimpin, menjadi tantangan utama dalam upaya pemberantasan korupsi. Dengan penerapan hal-hal diatas kitab isa berharap bahwa KORUPSI di negeri ini segera hilang negeri ini bebas dari virus Korupsi

(*)

Pegadaian kanwil IV Balikpapan lepas keberangkatan pemudik Selasa 25/3

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) IV Balikpapan kembali menggelar program Mudik Gratis Bersama BUMN tahun 2025 dengan tema "Mudik Aman Sampai Tujuan." Berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan bus, kali ini Pegadaian menghadirkan pengalaman mudik lebih nyaman dengan kapal laut milik Pelni.

Dua rute utama yang dipilih dalam program ini adalah Balikpapan-Surabaya dan Balikpapan-Parepare. Keputusan ini diambil berdasarkan tingginya jumlah perantau asal Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang berdomisili di Balikpapan. "Kami melihat banyaknya pemudik dari Surabaya dan Makassar, sehingga tahun ini kami fokuskan perjalanan mudik gratis ke dua kota tersebut," ujar Deputy Operasional Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Ramdiyah.

Hal ini diamini oleh Deputy Bisnis Pegadaian area Balikpapan, Tomy Djoko Tri Rahardjo, serta Kepala Departemen Business and Support PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Azwar Chandra Winata, saat melepas keberangkatan pemudik di aula Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Selasa (25/3/2025).

Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pendaftaran mencapai 700 orang. Namun, karena keterbatasan kuota, hanya 200 peserta yang diberangkatkan, masing-masing 100 orang untuk setiap rute. Setiap peserta juga diperbolehkan membawa maksimal tiga anggota keluarga.

Tak hanya sekadar memfasilitasi perjalanan pulang kampung, Pegadaian memastikan pemudik mendapatkan kenyamanan maksimal. Para peserta menikmati fasilitas kelas VIP di atas kapal, termasuk satu dek khusus yang disediakan untuk mereka. "Kami memahami perjalanan laut membutuhkan waktu cukup lama dan bisa melelahkan, sehingga kami ingin memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi peserta mudik gratis ini," tambahnya.

Melalui program ini, Pegadaian berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi para pemudik agar bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Selain itu, inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen Pegadaian dalam terus berkembang bersama masyarakat dan membawa manfaat bagi banyak orang. (*)