Plt Kepala Puskesmas Manggar Baru Balikpapan timur Sri Winarti 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru memperkuat pelayanan kesehatan melalui penataan sumber daya manusia (SDM) yang lebih terstruktur serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Hal ini disampaikan Plt Kepala Puskesmas Manggar Baru Balikpapan Timur, Sri Winarti, pada Rabu (26/11/2025).

Menurut Sri Winarti, pembagian tugas SDM telah diatur dengan jelas untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal. “Ada petugas yang bertugas di dalam gedung dan ada yang luar gedung. Di dalam gedung pun sudah dibagi untuk poli dewasa, anak, lansia, KB, KIA, imunisasi hingga ANC,” ungkapnya.

Penataan ini disebutnya penting agar beban kerja merata dan masyarakat mudah mendapatkan layanan yang sesuai. Ia menjelaskan bahwa setiap bagian memiliki SOP masing-masing yang wajib ditaati. SOP tersebut mengatur alur pelayanan, penanganan kasus, hingga tata cara koordinasi internal. “SOP itu acuan utama kami agar tidak ada layanan yang menyimpang dari standar akreditasi,” ujarnya.

Untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga, puskesmas secara rutin melakukan audit internal melalui tim khusus. Tim tersebut menilai apakah layanan sudah berjalan sesuai prosedur serta menentukan area mana yang membutuhkan perbaikan. “Audit internal itu penting untuk memantau mutu pelayanan dan memastikan kami selalu memperbaiki kekurangan,” kata Sri Winarti.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antar petugas juga menjadi bagian penting dalam penguatan SDM. Setiap petugas telah memahami tugasnya sehingga proses pelayanan bisa berjalan lebih cepat dan terukur. Dengan sistem tersebut, Sri Winarti berharap pelayanan kesehatan di Manggar Baru dapat terus meningkat.

“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, bekerja sesuai SOP, dan memastikan masyarakat mendapat layanan yang aman dan berkualitas,” pungkasnya.

(ADV/Puskesmas)

Nur Mu'arifatin Hikmah penanggung jawab program Rabies puskesmas Manggar Baru 

SWARAREPUbliKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru memastikan hingga saat ini wilayah kerjanya masih berada dalam kondisi aman dari risiko paparan rabies. Hal tersebut ditegaskan oleh Nur Mu’arifatin Hikmah, Penanggung Jawab Program Rabies Puskesmas Manggar Baru, saat ditemui pada Selasa, 25 November 2025.

Menurutnya, meski rabies menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, khususnya di daerah dengan populasi hewan peliharaan cukup tinggi, Manggar Baru hingga kini tetap tercatat nol kasus.

Nur menjelaskan bahwa rabies merupakan penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan tertentu seperti anjing, kucing, maupun monyet. Dari ketiga hewan tersebut, anjing menjadi hewan dengan tingkat risiko penularan tertinggi. Meskipun begitu, masyarakat Manggar Baru dapat bernapas lega karena belum ada temuan kasus yang tercatat selama beberapa tahun terakhir. “Alhamdulillah, sampai hari ini kasus rabies di Manggar Baru masih nihil. Pasien yang datang ke sini sebagian besar bukan warga lokal, melainkan berasal dari wilayah lain di Balikpapan Timur,” ujarnya.

Selain menjadi fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama, Puskesmas Manggar Baru juga berperan sebagai pusat rujukan atau rabies center untuk beberapa puskesmas lain di Balikpapan Timur. Karena itu, meskipun wilayahnya aman, jumlah pasien gigitan hewan yang datang ke puskesmas cukup tinggi karena menerima rujukan dari Lamaru, Teritip, dan sekitarnya.

Menurut Nur, kondisi bebas kasus ini dapat dipertahankan berkat kerja sama baik antara masyarakat, petugas kesehatan, dan kesadaran pemilik hewan dalam menjaga kebersihan serta kesehatan peliharaannya. Ia juga menilai masyarakat Manggar Baru cukup cepat tanggap ketika mengalami gigitan hewan, meski tingkat risikonya masih harus dievaluasi secara medis.

Nur menegaskan pentingnya tetap menjaga kewaspadaan meski wilayah dinyatakan aman. Ia berharap masyarakat tidak lalai dan tetap memperhatikan perilaku hewan peliharaan maupun hewan liar di sekitarnya. “Kami selalu mengimbau warga untuk tetap memperhatikan hewan peliharaan mereka dan segera datang ke puskesmas jika mengalami gigitan atau cakaran,” tutupnya.

(ADV/Puskesmas)

Plt Kepala Puskesmas Manggar Baru Balikpapan timur Sri Winarti 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas Manggar Baru dilakukan dengan menerapkan pengukuran kinerja berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) yang dilaksanakan secara berkala. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Puskesmas Manggar Baru, Sri Winarti, saat ditemui Rabu (26/11/2025).

Sri Winarti menjelaskan bahwa SPM menjadi indikator utama dalam melihat capaian pelayanan puskesmas setiap bulan. “Ada 12 indikator SPM yang kami laporkan setiap bulan. Dari situ terlihat bagaimana capaian layanan dan apa yang perlu ditingkatkan,” paparnya.

Selain laporan bulanan SPM, evaluasi tahunan dilakukan melalui PKP. PKP disusun setiap enam bulan hingga satu tahun untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap kualitas layanan, tata kelola, hingga kinerja program kesehatan. “PKP itu hampir sama dengan SPM, tapi ada komponen tambahan yang penilaiannya lebih detail,” ujarnya.

Menurut Sri, evaluasi tersebut bukan hanya formalitas, tetapi menjadi dasar dalam menetapkan kebijakan perbaikan layanan khususnya yang ada dipuskesmas Manggar Baru Balikpapan Timur. Data SPM membantu puskesmas melihat capaian teknis layanan kesehatan, sementara PKP memberikan gambaran manajerial secara lebih luas. Evaluasi ini juga terhubung dengan audit internal, sehingga hasil audit dapat digunakan sebagai bahan perbaikan dan tindak lanjut.

“Audit internal menjadi pendukung untuk melihat bagian mana yang perlu dibenahi agar capaian SPM dan PKP lebih baik,” jelasnya.

Sri Winarti berharap dengan sistem evaluasi yang terstruktur, mutu pelayanan Puskesmas Manggar Baru terus meningkat setiap tahun. “Harapan kami, masyarakat bisa merasakan pelayanan yang semakin baik dari waktu ke waktu karena semuanya kami lakukan berbasis data dan standar,” pungkasnya.

(ADV/Puskesmas)

Nur Mu'arifatin Hikmah penanggung jawab program rabies puskesmas Manggar Baru 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Ketersediaan vaksin anti rabies (VAR) di Puskesmas Manggar Baru masih tergantung penuh pada distribusi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Kondisi ini menyebabkan stok vaksin tidak selalu stabil, terutama karena puskesmas tersebut juga menjadi pusat rujukan penanganan rabies bagi wilayah Balikpapan Timur.

Penanggung Jawab Program Rabies Puskesmas Manggar Baru, Nur Mu’arifatin Hikmah, menjelaskan pada Selasa, 25 November 2025 bahwa keterbatasan vaksin menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan. “Sering kali pasien datang cukup banyak, tapi stok vaksin kosong karena distribusi dari provinsi masih terbatas,” ujarnya.

Selain persoalan vaksin, Nur menyoroti perilaku pemilik hewan peliharaan yang masih kurang memperhatikan kesehatan hewannya. Banyak warga panik ketika digigit kucing atau anjing peliharaan, padahal hewan tersebut tidak menunjukkan tanda rabies karena tidak pernah divaksin sebelumnya. “Harapan kami, sebelum memutuskan memelihara hewan, terutama kucing atau anjing, pemilik seharusnya melakukan vaksinasi rabies terlebih dahulu,” jelasnya.

Nur menilai langkah vaksinasi hewan sangat penting karena dapat mencegah kekhawatiran berlebih ketika terjadi gigitan. Ia menambahkan bahwa pemilik hewan sering kali lebih fokus pada rasa sayang terhadap peliharaannya, namun kurang memikirkan aspek kesehatan dan pencegahannya. Dengan stok vaksin untuk manusia yang terbatas, pencegahan melalui vaksinasi hewan menjadi strategi yang jauh lebih efektif.

Nur juga mengingatkan bahwa vaksinasi hewan tidak hanya melindungi pemilik, tetapi juga masyarakat sekitar. Puskesmas Manggar Baru secara rutin melakukan penyuluhan ke sekolah dan posyandu untuk meningkatkan pemahaman warga. Edukasi tersebut mencakup pentingnya vaksinasi hewan, penanganan gigitan, hingga bahaya rabies yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar.

(ADV/Puskesmas)

Gardu Induk (GI) 150 Kv tidang Pale pengoperasian GI ini memastikan pasokan listrik yang lebih andal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Utara 

SWARAREPUBLIKA.com, Tana Tidung  — Upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) dalam memperkuat keandalan energi di wilayah utara Kalimantan memasuki babak penting.

Penyalaan Tegangan Pertama (energize) pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung Selor – Tidang Pale secara resmi berhasil dilakukan, menandai pengoperasian penuh jaringan interkoneksi antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, (25/11/2025)

Pencapaian ini menjadi tonggak besar dalam pembangunan infrastruktur strategis yang diproyeksikan mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kaltara. Proyek Strategis Nasional tersebut membentang sepanjang 222,49 kilometer sirkuit dan ditopang oleh 327 tower, menghubungkan Gardu Induk (GI) Tanjung Selor dengan GI Tidang Pale.

Dengan tersedianya jalur interkoneksi ini, sistem kelistrikan di Kaltara kini mampu menerima suplai daya hingga 30 MVA, serta didukung kapasitas konduktor yang mampu menghantarkan listrik mencapai 300 MW per sirkit. Keberhasilan energize ini menjadi kunci penyediaan energi berkelanjutan sekaligus fondasi bagi pengembangan kawasan industri baru.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyebut proyek ini sebagai langkah fundamental yang bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga turut membangun masa depan ekonomi dua provinsi. “Jaringan listrik yang dibangun ini adalah fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi, akselerasi kesejahteraan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan.

Dengan kapasitas konduktor yang besar, kami telah menyiapkan sistem kelistrikan yang stabil untuk menyambut industri baru, pabrik pengolahan, dan pengembangan kawasan ekonomi khusus,” ungkap Basuki. Ia menambahkan, penguatan sistem ini akan meminimalkan risiko penurunan tegangan dan memberi kepastian jangka panjang bagi investor.

Selain itu, interkoneksi ini mampu menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik, terutama dengan berkurangnya kebutuhan pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kabupaten Tana Tidung, yang selama ini menjadi salah satu beban biaya operasional tertinggi. Keberhasilan pembangunan di wilayah Tana Tidung tidak terlepas dari sinergi lintas sektor.

Manajer PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek. “Penyelesaian Proyek Strategis Nasional ini tidak akan mungkin tanpa kolaborasi solid dari seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah, BINDA Kaltara, Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi Kaltara, BPN, dan terutamanya masyarakat setempat.

Dukungan mereka adalah energi terkuat kami untuk menghubungkan dua provinsi demi kepentingan bangsa,” ujar Jefry. Dengan beroperasinya SUTT 150 kV Tanjung Selor – Tidang Pale, PLN mempertegas komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan berstandar tinggi untuk mendukung visi pembangunan nasional dan pertumbuhan kawasan.

Interkoneksi ini diproyeksikan menjadi penggerak transformasi ekonomi Kaltara, sekaligus membuka peluang investasi yang semakin kompetitif di masa mendatang.

(*)

Sulastri Pemegang program kesehatan Reproduksi Wanita

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru mengingatkan perempuan agar lebih memperhatikan perilaku dan riwayat keluarga yang dapat memicu risiko kanker, khususnya kanker serviks dan kanker payudara. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendorong perempuan menjalani pemeriksaan rutin.

Hal tersebut disampaikan Ibu Sulastri, pemegang program kesehatan reproduksi wanita, Selasa (25/11/2025).

Menurut Sulastri, meskipun penyebab pasti kanker serviks belum sepenuhnya diketahui, perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi yang kemudian berkembang menjadi kanker. Karena itu, edukasi mengenai perilaku seksual sehat menjadi salah satu fokus utama dalam penyuluhan kesehatan reproduksi. “Perilaku yang tidak sehat dapat memicu risiko kanker serviks. Makanya, kami tekankan pentingnya menjaga perilaku dan melakukan pemeriksaan IVA/IFA secara rutin,” jelasnya.

Sementara itu, kanker payudara memiliki faktor risiko tambahan yang perlu diperhatikan, yaitu riwayat keluarga. Perempuan yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker payudara perlu lebih waspada dan dianjurkan melakukan pemeriksaan lebih sering. “Jika ada riwayat keluarga, pemeriksaan perlu dilakukan lebih rutin. Deteksi dini sangat membantu memperbesar peluang keberhasilan penanganan,” tambahnya.

Sulastri juga menekankan bahwa meskipun lebih umum terjadi pada perempuan, kanker payudara juga dapat menyerang laki-laki karena adanya jaringan payudara pada keduanya, meski risikonya lebih kecil. Pengetahuan ini penting agar masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul, baik pada perempuan maupun laki-laki.

Ia menyebutkan bahwa pekerjaan puskesmas bukan hanya memberikan layanan pemeriksaan, tetapi juga membangun keberanian perempuan untuk tidak menunda pemeriksaan karena rasa malu. “Perempuan sering merasa malu membuka diri untuk diperiksa, padahal itu penting untuk keselamatan mereka sendiri,” katanya.

Melalui edukasi berkelanjutan, pemahaman mengenai faktor risiko diharapkan meningkat. Puskesmas Manggar Baru berharap perempuan lebih berani memeriksakan diri, menjaga perilaku hidup sehat, dan memahami bahwa kesehatan reproduksi adalah investasi jangka panjang bagi kehidupan mereka.

(ADV/Disporapar)

Nur Mu'arifatin Hikmah penanggung jawab program Rabies puskesmas Manggar Baru 

SWARAREPubLIKA.com, BALIKPAPAN — Penanganan gigitan hewan penular rabies tidak boleh dilakukan sembarangan. Puskesmas Manggar Baru menerapkan prosedur standar untuk memastikan pasien mendapatkan layanan tepat dan risiko penularan rabies dapat dicegah secara maksimal.

Penanggung Jawab Program Rabies, Nur Mu’arifatin Hikmah, menjelaskan secara rinci alur penanganan tersebut dalam wawancara pada Selasa, 25 November 2025. Menurut Nur, hal pertama yang wajib dilakukan adalah mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit.

Prosedur ini sangat penting karena dapat mengurangi jumlah virus yang mungkin masuk melalui gigitan atau cakaran. Di puskesmas, tenaga kesehatan akan membantu membersihkan luka lebih lanjut sebelum menilai tingkat risikonya. “Kami akan menilai apakah luka tersebut berisiko tinggi atau tidak. Kalau risikonya tinggi, vaksin anti rabies (VAR) akan langsung diberikan,” jelasnya.

Selain penilaian luka, evaluasi terhadap hewan juga wajib dilakukan. Hewan yang menggigit tidak boleh dibunuh, karena harus menjalani observasi selama 14 hari. Observasi ini menentukan apakah pasien membutuhkan dosis vaksin tambahan. “Kalau hewannya mati dalam masa observasi, maka pasien perlu melanjutkan vaksin dosis ketiga,” tambahnya.

Nur menegaskan bahwa masyarakat sering kali salah langkah karena membunuh hewan yang menggigit. Padahal tindakan tersebut justru menyulitkan evaluasi medis terhadap risiko penularan. Ia berharap masyarakat mulai memahami pentingnya prosedur observasi tersebut agar pengobatan berjalan tepat. Selain vaksin, edukasi juga menjadi bagian penting dalam penanganan gigitan.

Banyak warga datang dalam keadaan panik meski luka termasuk berisiko rendah. Tenaga kesehatan akan memberikan penjelasan terkait kategori risiko, ciri-ciri hewan yang mungkin terinfeksi, serta cara pencegahan. “Yang kami tekankan, jangan panik. Lakukan pencucian luka dulu lalu segera datang ke fasilitas kesehatan,” tegas Nur.

Ia juga mengingatkan bahwa rabies adalah penyakit dengan tingkat kematian hampir 100 persen jika sudah menunjukkan gejala. Karena itu, penanganan awal yang cepat sangat menentukan keselamatan pasien.

(ADV/Puskesmas)

Sulastri bagian pemegang program kesehatan reproduksi wanita puskesmas Manggar Baru Balikpapan timur 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara kini menjadi salah satu prioritas utama Puskesmas Manggar Baru dalam layanan kesehatan reproduksi wanita. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko penyakit yang sering menyerang perempuan tersebut. Hal ini disampaikan Ibu Sulastri, penanggung jawab program kesehatan reproduksi wanita, Selasa (25/11/2025).

Sulastri menjelaskan bahwa pentingnya deteksi dini tidak dapat lagi ditunda. Pemeriksaan rutin dapat membantu mengenali gejala awal sebelum penyakit berkembang ke tahap yang lebih berbahaya. Untuk kanker payudara, puskesmas gencar mengedukasi masyarakat mengenai teknik SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara oleh Tenaga Kesehatan). “Pada penyuluhan, kami ajarkan cara memeriksa payudara sendiri. Jika ditemukan benjolan atau keluhan, kader akan membantu mengarahkan ke puskesmas,” jelasnya.

Sementara untuk kanker serviks, puskesmas mendorong perempuan melakukan pemeriksaan IVA/IFA setahun sekali. Pemeriksaan ini dinilai sederhana, cepat, dan dapat mendeteksi perubahan dini pada leher rahim yang berpotensi menjadi kanker serviks. Sulastri mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ada kasus kanker serviks yang ditemukan di wilayah Manggar Baru.

Namun, kasus kanker payudara pernah terdeteksi, meskipun berhasil ditangani setelah pasien menjalani pemantauan medis. Ketika ada temuan yang mengarah pada dugaan kanker, pasien akan diperiksa dokter umum sebelum dirujuk ke poli kandungan untuk penanganan lanjutan yang lebih spesifik.

Ia juga menekankan bahwa puskesmas berupaya memastikan perempuan tidak merasa terlambat dalam melakukan pemeriksaan. “Kami selalu menyampaikan bahwa semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang penanganan berhasil. Itu sebabnya pemeriksaan rutin sangat penting,” tegasnya.

Program deteksi dini ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran perempuan untuk lebih perhatian terhadap tubuhnya sendiri. Melalui layanan yang mudah diakses, Puskesmas Manggar Baru ingin memastikan setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mencegah risiko kesehatan reproduksi.

(ADV/Puskesmas)