SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus berupaya keras menurunkan angka stunting yang masih menjadi tantangan besar di kota tersebut. Berbagai program dan langkah strategis telah diimplementasikan guna mengurangi prevalensi stunting di Balikpapan, yang dalam data terbaru justru menunjukkan adanya peningkatan kasus.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat peningkatan angka stunting dari 19,6 persen menjadi 21,6 persen. "Artinya ada peningkatan 2 persen," jelasnya pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Untuk menanggulangi hal ini, DKK Balikpapan telah menggulirkan beberapa program, termasuk pendampingan intensif bagi keluarga yang terdampak stunting serta pemberian makanan tambahan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Alwiati, yang akrab disapa Alwi, menyoroti bahwa salah satu faktor penyebab utama adalah banyaknya ibu yang bekerja di Balikpapan sehingga tidak dapat memberikan ASI eksklusif kepada anak mereka.
"Ibu yang bekerja sering kali menghadapi kesulitan dalam memberikan ASI eksklusif, padahal ini sangat penting untuk pertumbuhan optimal anak," tambahnya.
Selain itu, pola asuh yang tidak tepat juga turut menyumbang terhadap peningkatan kasus stunting. "Pola asuh yang kurang baik, seperti memberikan makanan tambahan terlalu dini, padahal anak masih harus mendapatkan ASI, menyebabkan anak tumbuh kurang sehat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kurangnya konsumsi tablet penambah darah pada ibu hamil turut mempengaruhi kondisi gizi anak saat lahir. "Yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan status gizi untuk ibu yang sedang hamil dan menyusui, sehingga nantinya bayi akan mendapatkan ASI yang baik dan tidak terkena stunting," tegas Alwi.
Di samping upaya tersebut, Alwiati berharap agar posyandu yang banyak tidak aktif di Balikpapan dapat segera dihidupkan kembali. "Posyandu di Balikpapan, untuk saat ini banyak yang tidak aktif," katanya, menekankan pentingnya peran posyandu dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak untuk pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, DKK Balikpapan berharap dapat menekan angka stunting secara signifikan di masa mendatang, memastikan setiap anak di Balikpapan tumbuh sehat dan berkembang optimal.
(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)