SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Balikpapan tahun 2024 menunjukkan peningkatan sebesar 7,71 persen, atau menjadi Rp4,53 triliun. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menyampaikan informasi ini dalam nota penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2024 pada rapat paripurna di Hotel Grand Senyiur, Jumat (16/8/2024).
Dalam penjelasannya, Rahmad mengungkapkan bahwa pembahasan terkait Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan telah selesai dilakukan. "Nota keuangan Perubahan APBD 2024 adalah langkah strategis untuk menyesuaikan arah kebijakan fiskal dengan perkembangan yang terjadi selama tahun anggaran berjalan," ujar Rahmad.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah poin penting dalam nota keuangan tersebut. Salah satunya adalah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2023 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, mencapai Rp536,62 miliar. Angka ini lebih besar dari asumsi awal yang telah ditetapkan dalam APBD 2024 sebesar Rp328,92 miliar. “SiLPA APBD 2023 yang masih dapat digunakan pada APBD Perubahan 2024 adalah sebesar Rp207,69 miliar,” tambah Rahmad.
Dana sebesar Rp207,69 miliar tersebut, menurut Rahmad, akan dialokasikan untuk belanja prioritas, termasuk belanja wajib dan belanja infrastruktur yang mendesak, dengan total kebutuhan sebesar Rp349,24 miliar. "Namun, hal ini menimbulkan defisit riil sebesar Rp141,65 miliar," jelasnya.
Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah kota melakukan berbagai upaya. Di antaranya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp60,98 miliar, pemanfaatan dana kurang salur dari Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp45,26 miliar, serta penyertaan modal kepada Bank Kaltimra, Perumda Tirta Manuntung, dan Perumda Manuntung Sukses sebesar Rp35 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan daerah dalam APBD Perubahan meningkat 2,66 persen menjadi Rp3,99 triliun, sedangkan belanja daerah naik 7,71 persen menjadi Rp4,53 triliun. Pembiayaan daerah juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 45,30 persen menjadi Rp536,62 miliar.
(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)