
SWARAREPUBLIKA-KPU Kota Balikpapan melaksanakan debat publik pendalaman visi dan misi pasangan calon walikota dan wakil walikota Balikpapan Tahun 2020.
Debat Publik Pilkada Balikpapan diselenggarakan dihotel Novotel Balikpapan dengan Di hadiri ketua KPU propinsi, Bawaslu, dan menghadirkan 5 panelis serta Calon walikota Rahmad Mas'ud dan calon wakil walikota Thohary Aziz, Rabu(11/11/2020).
Selama debat berlangsung semua para undangan yang hadir dan pasangan calon harus mengikuti aturan dari pemerintah kota dengan gugus tugasnya protokol kesehatan covid 19 harus dilaksanakan.
Dari beberapa tema yang disampaikan oleh salah satu panelis yaitu peningkatan PAD Balikpapan masih stag diangka 700 miliar di tahun 2018, padahal Balikpapan berpotensi bisa mencapai diangka 1Triliun. Sepanjang Tahun 2013-2016 direktur Perusda Purbawidjaya sudah menyetorkan PAD nya 10 miliar kepada pemerintah Kota.
Dalam kurun waktu sel ma 5 tahun yaitu di tahun 2018 bahwa perusda menyetor. Dengan melihat pertumbuhan akan kontribusi perusahan daerah pastinya pemerintah akan bekerja sama dengan semua perusahaan atau stake holder.
Guna mendongkrak pendapatan perusda, ditambah dengan adanya BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dengan meluncurkan program kemudahan langsung produk investasi kontruksi. Dengan memiliki lahan seluas 140 Hektare dikawasan industri Kariangau Balikpapan masuk dalam program kemudahan langsung investasi kontruksi.
Prof.Dr Hj Aji Ratna Kusuma, MSI, menyampaikan bahwa dengan kondisi seperti sekarang ini sulit untuk laju dalam peningkatan PAD butuh waktu sekitar 1 tahun hingga 2 Tahun untuk memulihkan kondisi ini mennjadi normal kembali.