SWARAREPUBLIKA.com, Penajam - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Wakidi menyatakan bahwa keberadaan Bendung Gerak Sungai Talake memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan lahan pertanian di Kabupaten PPU dan Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Wakidi mengatakan, "Kami harapkan Bendung Gerak Sungai Talake segera direalisasikan," yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU di Penajam.
Lokasi pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake di perbatasan Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Dengan keberadaan Bendung Gerak Sungai Talake, dapat mendukung kedaulatan pangan dan membantu memenuhi kebutuhan pangan Kota Nusantara, ibu kota negara baru Indonesia.
Pembebasan lahan pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake telah dilakukan pada 2020. Bendung gerak telah direncanakan untuk dibangun seluas 74.307 hektare yang mencakup area di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser dengan perkiraan anggaran Rp759,8 miliar.
Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengalihkan anggaran pembangunan fisik Bendung Gerak Sungai Talake ke proyek pengadaan air di Kecamatan Sepaku demi pemenuhan air bersih Kota Nusantara.(ADV/M)