Unjuk Rasa Penolakan UU Cipta Kerja Di Depan Kantor DPRD Balikapapan Berjalan Aman

SWARAREPUBLIKA-Undang undang Cipta Kerja yang disehkan pada Tanggal 5 Oktober 2020 oleh DPR- RI di Gedung Senayan Jakarta, banyak menuai Protesan dari kalangan Mahasiswa dan l Elemen masyarakat, dengan melakukan aksi Unjuk Rasa untuk menyampaikan Aspirasi, terkait Penolakan terhadap Undang - undang Cipta Kerja.

Unjuk rasa Ratusan mahasiswa bersama elemen masyarakat kota Balikpapan yang tergabung dalam Balikpapan Bergerak (BB) melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Balikpapan, Kamis (15/10/2020).

Aksi unjuk rasa Penolakan UU Cipta Kerja yang dimulai pukul 14:20 WIB ini berlangsung dengan damai, aman dan kondusif, dalam aksi tersebut melibatkan Organisasi Mahasiswa seperti PMII, HMI, GMKI, LMND serta Unit Kegiatan Mahasiswa dari berbagai Kampus yang ada di Balikpapan.

Berbagai aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam menolak UU Ciptaker mulai dari Teatris Penolakan Omnibus law sampai melakukan Sidang Parlemen jalanan, didepan Kantor DPRD kota Balikpapan, yang berjalan dengan tertip, aman dan damai.

Wakil Kepolisian Resor Kota (Wakapolresta) AKBP Sebpril Sesa mengatakan bahwa aksi Unras Penolakan UU Ciptaker yang dilakukan para Mahasiswa hari ini berjalan sangat baik dan lancar.

"Kegiatan pengamanan aksi hari ini berjalan sangat baik, tentunya hal ini merupakan menjadi kebanggaan kita semua, dimana warga masyarakat Balikpapan menyadari pentingnya arti dari sebuah stuasi yang aman, damai dan sejuk" kata Sesa.

"Karena yang menjaga situasi kota Balikpapan agar selalu damai, aman adalah semua elemen masyarakat kota Balikpapan, termasuk para adik-adik Mahasiswa"Lanjut Wakapolresta.

Wakapolresta juga menambahkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada Mahasiswa dalam penyampaian aspirasi berjalan dengan baik, aman dan damai. "Kami sangat mengapresiasi kepada para mahasiswa yang melakukan aksi unras, dalam menyampaikan aspirasi berjalan dengan baik, aman dan damai, tanpa dicedrai aksi-aksi yang dapat merugikan kita semua" ujar Sesa.

AKBP Sebpril Sesa juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Balikpapan terkhusus para Mahasiswa agar dalam melakukan penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai dan tertip serta menjaga kebersihan "Harapan kami setelah aksi Unras ada semacam kegiatan empati, seperti membersihkan sampah disepanjang jalan, sehingga mendapatkan apresiasi dari masyarakat kota Balikpapan" tuturnya.

"Mari kita menjaga Motto Kota Balikpapan yakni Balikpapan Kubangun, Kujaga Dan Kubela, kota Balikpapan adalah kota yang nyaman dihuni jangan kita cedrai"Pungkasnya. Dalam pengamanan aksi unjuk rasa kali ini Polresta Balikpapan melibatkan sebanyak 500 personil diantaranya Kodim 0905, Brimob, Sabhara, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, pungkasnya.

Agus.