Abdulloh : Rancangan Perubahan TA 2020 Raperda APBDP TA 2020 Telah disetujui Bersama

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Balikpapan kembali menggelar Rapat Paripurna Ke -22 masa Sidang III Tahun 2020 yang dilaksanakan secara Virtual (Video conference) di ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Balikpapan, Rabu (16/09/2020)

Rapat Paripurna digelar Terkait 2 (Dua) hal 1.Penyampaian pendapat akhir fraksi -fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2020.

Penandatanganan Berita Acara persetujuan bersama rancangan perubahan TA 2020 Raperda APBDP TA 2020 telah disetujui bersama dengan dilakukannya penandatangan berita acara persetujuan bersama, Persetujuan disampaikan sejumlah fraksi saat rapat paripurna.

Dijelaskan Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S Sos dari enam fraksi DPRD telah menyampaikan pandangan akhirnya terhadap APBD-P APBD Perubahan terjadi refocusing dalam menangani pandemi covid-19, maka ada beberapa hal kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan karena fokus Percepatan penanganan covi-19.

Anggaran APBD murni semula sebelum terjadi refocusing sebesar 2.5 triliun, kemudian setelah refocusing hanya tinggal 2 triliun, Sedangkan belanja yang semula 2.7 triliun, dengan adanya refocusing perubahan belanja menjadi 2.39 triliun

"Artinya belanja semula dengan biaya refocusing Rp 2,3 triliun ada selisih kurang lebih 400 miliar dan ada defisit sekitar Rp 309 miliar," jelasnya Abdulloh.

"Ada juga pendapatan yang tercapai Rp 339 miliar. Sehingga diyakini defisit Rp 309 miliar bisa tertutupi," lanjut ketua DPR.

Abdulloh juga menjabarkan bahwa diakhir belanja APBD Perubahan harus zero (0), sehingga tidak ada defisit maupun silpa, Sementara itu dirinya juga meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) perlu membelanjakan anggaran yang tersisa sesuai dengan anggaran yang ada.

"Kalau kita membelanjakan sesuai dengan anggaran yang ada, Insyaallah semua bisa dijalankan sesuai dengan porsi anggarannya," tutur Abdulloh.

"Kita tidak pernah menganggarkan sesuatu yang tidak teralokasikan anggarannya, Sehingga kegiatan-kegiatan di perubahan bisa berjalan baik dan lancar" pungkasnya