SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali menjadi fokus Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PKS, Jafar Sidik. Hal itu terlihat saat ia menggelar dialog aspiratif bersama warga Perumahan Bukit Batuah, Balikpapan Utara, Minggu (23/11/2025).
Pertemuan yang dihadiri berbagai unsur pemerintah dan lembaga terkait tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan komoditas unggulan, hingga persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga.
Dalam kesempatan itu, Jafar menegaskan bahwa program ketahanan pangan bukan sekadar gerakan menanam, melainkan pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas dan ekonomi keluarga. Selama ini, program yang berjalan masih banyak berkutat pada tanaman hortikultura.
Namun ia mendorong perluasan ke komoditas bernilai tinggi, salah satunya bawang tiwai, tanaman lokal yang memiliki prospek besar di Balikpapan. “Bawang tiwai ini potensinya besar. Pasarnya ada, pembelinya jelas, dan masyarakat bisa mengembangkannya tanpa kesulitan berarti,” ujarnya di hadapan peserta dialog.

Untuk memperkuat pelaksanaan program, kegiatan ini turut menggandeng pihak perbankan sebagai mitra pendukung. Jafar menjelaskan bahwa Bank BSI hadir tidak hanya sebatas pemberi modal, tetapi juga penyedia pendampingan, CSR, hingga dukungan pemasaran.
Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat penguatan ekonomi masyarakat melalui kelompok-kelompok ketahanan pangan yang telah dibentuk di berbagai RT. Saat ini, dari total 72 RT di Kelurahan Graha Indah, sebanyak 31 RT sudah terlibat aktif dalam program tersebut. Dua RT, yakni RT 23 dan RT 39, ditentukan sebagai sentra pembibitan agar warga tidak lagi bergantung pada pusat pembibitan DKP3 di Kariangau.
Kehadiran pembibitan lokal ini sangat membantu percepatan proses budidaya sekaligus mempermudah warga mendapatkan bibit secara mandiri. Sejumlah kekhawatiran muncul dari warga terkait pemasaran bawang tiwai. Namun Jafar memastikan bahwa pasar sudah tersedia, bahkan telah digandengkan dengan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, persoalan yang muncul hanya soal komunikasi antarpihak. “Camat sudah menjelaskan bahwa pembeli sudah ada. Jadi ini bukan masalah pasar, melainkan koordinasi yang perlu ditata kembali,” tegasnya.
Selain membahas ketahanan pangan, warga juga menyampaikan beberapa keluhan penting. Salah satunya mengenai tiang kabel PLN yang telah lama miring dan belum mendapatkan penanganan meski telah dikomunikasikan kepada camat dan lurah. Menanggapi keluhan tersebut, Jafar memastikan akan menindaklanjuti persoalan itu. “Insya Allah dalam satu minggu ke depan akan kami dorong agar segera dikerjakan,” ucapnya.
Masalah lain yang juga mengemuka adalah ketersediaan fasilitas pendidikan di Perumahan Bukit Batuah. Warga menilai kebutuhan sekolah dasar sangat mendesak karena jumlah penduduk sudah melebihi kapasitas, tetapi pembangunan sekolah urung terlaksana akibat lahan yang diajukan tidak memenuhi standar luasnya untuk dibangun sekolah dasar .
Jafar menjelaskan bahwa pembangunan SD harus berdasar pada lahan yang sesuai peruntukan dan memiliki dokumen hibah yang lengkap. Ia memastikan hal ini akan menjadi perhatian DPRD untuk dibahas bersama dinas terkait. Warga juga menyoroti keberadaan pipa yang berada di dekat SMP 11, yang kerap menimbulkan kecelakaan.
Jafar menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak berwenang agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan demi keselamatan masyarakat. Dialog tersebut dihadiri Ketua DPD PKS Balikpapan, dinas ketahanan pangan, bagian aset daerah, Camat Balikpapan Utara, Lurah Graha Indah, perwakilan Bank BSI Syariah, Ketua LPM, para ketua RT, serta tokoh masyarakat.
Melalui forum ini, Jafar berharap seluruh persoalan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi menghadirkan pembangunan yang lebih merata. “Kami ingin memastikan setiap keluhan warga mendapatkan solusi. Inilah bentuk komitmen kami untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat,” tutupnya.
(ADV/DPRD Balikpapan)