Revitalisasi Jadi Kunci Hidupkan Kembali Wisata Beruang Madu Balikpapan Utara

Anggota DPRD kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Objek wisata Beruang Madu di Kilometer 24, Balikpapan Utara, yang selama ini menjadi ikon Kota Balikpapan, kini tampak mulai kehilangan daya tariknya. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, yang menilai perlunya langkah nyata dari pemerintah untuk melakukan revitalisasi agar kawasan tersebut kembali ramai dikunjungi wisatawan.

“Memang benar, objek wisata Beruang Madu yang menjadi maskot Balikpapan saat ini terlihat menurun. Ketika saya terakhir berkunjung, suasananya cukup sepi, kecuali pada akhir pekan,” ujar Fauzi saat ditemui, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, upaya menghidupkan kembali destinasi wisata tersebut tidak bisa hanya mengandalkan ide dan gagasan, tetapi juga harus didukung oleh alokasi anggaran yang memadai. Tanpa dukungan dana, menurutnya, berbagai rencana perbaikan fasilitas tidak akan berjalan maksimal. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat. Kalau anggarannya kosong, tentu hasilnya juga tidak akan optimal,” tegasnya.

Fauzi menambahkan, tantangan pemerintah tahun depan semakin besar karena terjadi pemangkasan anggaran transfer daerah hingga 70 persen. Kondisi ini membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. “Artinya, kita semua harus siap mengencangkan ikat pinggang pada tahun depan,” ujarnya.

Meski begitu, Fauzi tetap optimistis sektor pariwisata Balikpapan dapat berkembang dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Ia juga berharap komunitas serta insan media dapat berperan aktif dalam memperkenalkan potensi wisata lokal kepada publik. “Revitalisasi fasilitas di kawasan Beruang Madu sangat penting. Banyak bagian yang sudah lama tidak diperbarui. Namun, tentu semua itu perlu menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Fauzi juga menyinggung bahwa saat ini Wali Kota Balikpapan lebih memprioritaskan anggaran di sektor kesehatan, terutama untuk pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur. Meski begitu, DPRD akan tetap mengawal pembahasan anggaran agar sektor pariwisata tidak terabaikan.

Selain wisata Beruang Madu, ia menilai destinasi lain seperti Kebun Raya Balikpapan, Wisata Meranti, dan Kebun Bambu juga perlu mendapat perhatian yang sama. “Semua potensi wisata harus dikembangkan secara merata agar Balikpapan semakin dikenal sebagai kota dengan beragam destinasi menarik,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)