SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan dalam memastikan pembangunan daerah berjalan efektif kembali diwujudkan melalui kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, yakni Dinas Perdagangan dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar).
Rapat tersebut berlangsung di Ruang Komisi II DPRD Balikpapan, Senin (13/10/2025), dengan fokus pembahasan pada evaluasi kinerja dan serapan anggaran tahun berjalan.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Jafar Sidik, menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan legislatif agar seluruh program prioritas daerah berjalan sesuai target. Ia menegaskan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap rupiah anggaran publik dimanfaatkan secara tepat guna dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
"Kami ingin memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberi manfaat nyata di lapangan, bukan hanya terserap secara administratif. Setiap program pemerintah harus memiliki nilai keberlanjutan dan hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” tegas Jafar.
Fokus pada Pembangunan Pasar dan Infrastruktur Ekonomi Rakyat Salah satu topik utama dalam rapat tersebut adalah progres pembangunan Pasar Induk KM 5,5 dan revitalisasi Pasar Klandasan. Berdasarkan laporan dari Dinas Perdagangan, tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Pasar Induk telah rampung, dengan total anggaran mencapai Rp60 miliar. Namun, pelaksanaan pembangunan fisik dijadwalkan akan dimulai pada tahun anggaran berikutnya.
Komisi II menilai kedua proyek tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat sektor perdagangan lokal dan mendukung para pelaku UMKM. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah kota untuk segera menuntaskan berbagai hambatan administratif dan teknis agar proyek dapat segera direalisasikan. "Pasar Induk dan Pasar Klandasan merupakan infrastruktur vital bagi pergerakan ekonomi rakyat.
Kami mendukung percepatan penyelesaiannya agar masyarakat, khususnya pedagang kecil, bisa segera merasakan manfaatnya,” ujar Jafar. Dorong Inovasi Disporabudpar di Sektor Pariwisata dan Budaya Selain sektor perdagangan, Komisi II juga menyoroti serapan anggaran dan program unggulan Disporabudpar.
Berdasarkan hasil evaluasi, kinerja serapan anggaran masih perlu ditingkatkan, terutama pada program pengembangan pariwisata dan pelestarian kebudayaan daerah.
Menurut Jafar, potensi wisata dan budaya di Balikpapan sangat besar, sehingga dibutuhkan terobosan kreatif dalam promosi destinasi, penguatan ekonomi kreatif, dan pelibatan masyarakat lokal. "Kami minta Disporabudpar tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial. Harus ada hasil konkret yang berdampak pada ekonomi dan identitas budaya kota. Kegiatan olahraga dan kebudayaan juga perlu diarahkan untuk membangun karakter generasi muda,” ujarnya.
Komisi II menegaskan bahwa DPRD siap mendukung OPD yang memiliki visi inovatif dan berorientasi hasil, sepanjang dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Wujud Nyata Fungsi Pengawasan DPRD RDP ini menjadi bagian dari siklus pengawasan reguler DPRD terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah.
Selain rapat evaluasi, Komisi II juga berencana melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara laporan dan kondisi riil di masyarakat. Dengan alokasi anggaran daerah yang terus meningkat, DPRD menegaskan pentingnya menghindari proyek mangkrak dan program yang gagal sasaran. "Komisi II berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif. Kami ingin memastikan setiap kebijakan pemerintah kota benar-benar sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan Balikpapan,” tutur Jafar Sidik menutup pernyataannya.
Melalui kegiatan ini, DPRD Balikpapan menunjukkan konsistensinya dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi hasil. Kolaborasi antara legislatif dan eksekutif diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Balikpapan.
(ADV/DPRD Balikpapan)