DPRD Balikpapan Kawal Ketat Proyek Pendidikan dan Kesehatan, Pastikan Mutu Pembangunan Terjaga

 
Komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali bersama seluruh Anggota Komisi IV tinjau pembangunan sekolah 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas pembangunan infrastruktur pelayanan dasar, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan yang tengah dikerjakan pemerintah kota.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap proyek tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan dewan tidak terbatas pada pencapaian fisik semata.

Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh proses pembangunan berjalan efisien, transparan, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. “Setiap rupiah dari anggaran publik harus memberikan hasil maksimal. Kita tidak ingin pembangunan hanya sebatas formalitas penyelesaian proyek, melainkan benar-benar berkualitas dan berdaya guna bagi warga,” ujarnya, Senin (13/10/2025).

Saat ini, terdapat dua proyek besar yang menjadi fokus utama Komisi IV, yakni pembangunan SDN 022 Balikpapan Timur dan Puskesmas Sepinggan Baru. Keduanya merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Balikpapan dalam memperkuat layanan publik di tingkat dasar.

Gasali mengungkapkan, progres pembangunan SDN 022 telah mencapai sekitar 53 persen, sementara Puskesmas Sepinggan Baru berada di kisaran 43 persen. Ia memastikan pelaksanaan kedua proyek berjalan sesuai dengan rencana dan tidak mengalami kendala berarti, baik dari sisi teknis, pengadaan material, maupun koordinasi lapangan.

“Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan lancar. Kontraktor dan pihak pelaksana juga cukup responsif dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai target,” terangnya.

Adapun pembangunan SDN 022 Balikpapan Timur menelan anggaran sekitar Rp16 miliar, sedangkan proyek Puskesmas Sepinggan Baru mencapai Rp15 miliar. Keduanya mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2025 dan ditargetkan rampung pada akhir Desember tahun ini.

Untuk memastikan akuntabilitas, Komisi IV turut melibatkan Inspektorat Kota Balikpapan dalam proses pengawasan. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mencegah potensi penyimpangan dan menjamin mutu hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis. “Kami ingin semua pihak bersinergi. Pengawasan harus menyeluruh, karena proyek ini menyangkut pelayanan dasar masyarakat,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar tersebut menambahkan, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu apabila kondisi cuaca mendukung dan ketersediaan material tetap stabil. “Insyaallah jika semua berjalan lancar, Desember nanti proyek sudah rampung sesuai kontrak,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)