DPRD Balikpapan Soroti Kasus Perundungan di Sekolah, Dorong Pencegahan Lebih Masif

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kasus perundungan di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Balikpapan. Ketua Komisi IV, Gasali, menegaskan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan maraknya perundungan yang masih terjadi dan berkomitmen untuk mencari solusi guna meminimalisir kasus tersebut.

Menurut Gasali, faktor lingkungan memiliki peran penting dalam munculnya perilaku perundungan. “Kami tentu tidak menginginkan kasus seperti ini terjadi, tetapi lingkungan yang kurang mendukung bisa menjadi pemicu. Sebagai wakil rakyat, kami ingin memahami akar permasalahan ini agar kejadian serupa dapat dicegah,” ujar Gasali, Selasa (4/2/2025).

Ia menekankan bahwa perundungan tidak hanya mengganggu kenyamanan sekolah, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk orang tua, guru, dan pemerintah, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

Gasali menambahkan, untuk menangani masalah ini secara efektif, perlu ada sinergi antara sekolah dan pemerintah. “Kami berharap semua pihak memiliki komitmen yang sama dalam mencegah perundungan. Sosialisasi mengenai bahaya perundungan harus dilakukan secara lebih masif agar kesadaran meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar edukasi dan sosialisasi tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga kepada guru, orang tua, serta masyarakat luas. “Kami ingin memastikan lingkungan sekolah di Balikpapan benar-benar aman bagi semua anak. Untuk itu, semua elemen harus dilibatkan dalam upaya pencegahan,” tambahnya.

Gasali berharap, dengan adanya langkah konkret dan kerja sama dari berbagai pihak, kasus perundungan di sekolah-sekolah Balikpapan dapat diminimalisir. Komisi IV DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mendorong upaya preventif yang dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif bagi perkembangan anak-anak.

(ADV/J)