SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan untuk membahas berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah tingginya angka stunting di Kota Balikpapan yang terus meningkat. Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, yang akrab disapa Bang Midun, menegaskan pentingnya penanganan stunting yang lebih terarah dan konkret.
Menurutnya, peningkatan angka stunting di Balikpapan memerlukan tindakan segera, terutama terkait dengan pola gizi yang menjadi faktor utama. “Jadi, kami akan fokuskan pada program-program penanganan stunting, terutama yang berkaitan dengan pola gizi, baik untuk anak-anak maupun ibu hamil,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Bang Midun menjelaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak-anak, namun juga kepada ibu hamil, mengingat peran penting mereka dalam memastikan kesehatan generasi mendatang. Program pencegahan dini terhadap stunting ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi angka stunting yang semakin mengkhawatirkan di Balikpapan.
Selain membahas isu stunting, RDP ini juga membahas pentingnya meningkatkan efektivitas posyandu di Balikpapan. Meskipun setiap Rukun Tetangga (RT) di Balikpapan memiliki posyandu, banyak di antaranya yang tidak aktif.
Hal ini mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan balita yang rentan terhadap masalah gizi. Bang Midun mengusulkan agar satu posyandu dapat melayani beberapa RT sekaligus, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi.
"Ke depan, kami ingin meminimalisir jumlah posyandu, sehingga satu posyandu bisa membawahi lima RT. Dengan begitu, kami harap pelayanan kesehatan lebih optimal dan terjangkau oleh masyarakat,” katanya.
Melalui RDP ini, Komisi IV DPRD Balikpapan berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat menurunkan angka stunting secara signifikan. Fokus pada pola gizi yang tepat, pemberdayaan posyandu, serta perhatian terhadap kesehatan ibu hamil dan anak-anak diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Balikpapan.
RDP ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya DPRD Balikpapan memberikan perhatian serius terhadap isu kesehatan, khususnya stunting. Dengan mengonsolidasikan posyandu dan meningkatkan fokus pada gizi, diharapkan generasi penerus Balikpapan dapat tumbuh sehat dan berkualitas.
(ADV/J)