DPRD Tanah Bumbu Kunjungi Balikpapan untuk Bahas APBD dan PAD

Anggota komisi IV DPRD Kota Balikpapan Muhammad Hamid

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menerima kunjungan DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Selasa (19/11/2024). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, yang akrab disapa Bang Midun, menjelaskan bahwa selain membahas APBD, diskusi juga mencakup sektor-sektor potensial yang dapat mendukung peningkatan PAD Balikpapan. "Kunjungan DPRD Tanah Bumbu ini fokus pada studi terkait anggaran dan juga mempertanyakan sumber PAD Balikpapan," ungkapnya.

Kehadiran rombongan DPRD Tanah Bumbu dinilai memberikan kontribusi langsung terhadap PAD Kota Balikpapan, terutama melalui pemanfaatan fasilitas seperti hotel dan restoran. Menurut Bang Midun, sektor ini merupakan salah satu andalan PAD kota.

Namun, ia juga mencatat adanya saran dari tamu mengenai peningkatan kualitas layanan hotel, terutama dalam memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu. "Kunjungan teman-teman DPRD Tanah Bumbu ini ikut menyumbang PAD kita, terutama dari pajak hotel dan restoran. Namun, ada masukan agar pelayanan hotel lebih ditingkatkan," tambah Bang Midun.

Selain berbagi wawasan, delegasi DPRD Tanah Bumbu mengundang DPRD Balikpapan untuk melakukan kunjungan balasan ke daerah mereka. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama, saling berbagi pengalaman, serta meninjau pembangunan yang telah dilakukan di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Selama ini, kami sudah sembilan kali melakukan kunjungan ke Balikpapan. Namun, hingga saat ini, DPRD Balikpapan belum pernah berkunjung ke Tanah Bumbu. Kami berharap hal ini dapat segera terwujud," ujar salah satu anggota DPRD Tanah Bumbu.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar lembaga legislatif sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengelolaan anggaran dan optimalisasi PAD di kedua daerah.

(ADV/J)