Ardiansyah : Kematian Herman Harus Di Usut Tuntas.

Ardiansyah anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan

 

BALIKPAPAN, SWARAREPUBLIKA.com - Dugaan adanya penganiyaan terhadap tersangka pencurian bernama Herman hingga tewas yang dilakukan 6 oknum polisi, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Balikpapan Ardiansyah, SH yang juga merupakan anggota DPRD kota Balikpapan, angkat bicara.

Ardiansyah meminta dalam menyelesaikan kasus ini, langkah Propam Polda Kaltim harus memberikan tindakan tegas kepada 6 oknum polisi tersebut yang diduga menganiaya tersangka Herman.

Perlu diketahui, penangkapan Herman yang dilakukan oleh polisi dari jajaran Polresta Balikpapan saat berada di kediamannya yang berada di Jalan Borobudur, Muara Rapak, Balikpapan Utara, terjadi pada tanggal 2 Desember 2020 lalu. Sekitar pukul 23.00 Wita atas dugaan tersangka pencurian handphone.

Setelah penangkapan, Herman menghembuskan nafas terakhir di RS Bhayangkara Balikpapan pada 4 Desember 2020, Kemudian keluarga membawa jenazah Herman yang telah terbungkus kain kafan itu pulang untuk di semayamkan. 

Setibanya jenazah dirumah duka, pihak keluarga dikejutkan dengan melihat tetesan darah yang keluar dari telinga Herman yang telah terbungkus kain kafan itu. Setelah kain kafan dibuka, keluarga Herman sontak histeris menyaksikan sekujur tubuh korban penuh dengan luka lebam.

Atas kejadian ini pihak keluarga Herman akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Ditreskrimum dan Propam Polda Kaltim melalui salah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang ada di Kota Samarinda serta ke Komnas HAM RI.

Sedangkan 6 oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan tersebut sudah ditangani Propam Polda Kaltim. Kasus memprihatinkan itu seketika menjadi viral, dan menjadi perhatian publik di Kota Balikpapan. Bahkan, saat ini sudah menjadi isu nasional.

Saat ditemui awak media, diruang kerjanya Ardiansyah mengatakan, dirinya Mendorong Propam Polda Kaltim agar dapat menuntaskan kasus ini, yang dilakukan secara transparan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

"Kita mendorong Propam Polda Kaltim untuk menuntaskan kasus itu, namun kita juga minta dalam penanganan kasus itu dilakukan secara transparan sesuai Undang-Undang yang berlaku",katanya "Kasus pencurian itu bisa dihukum setelah adanya proses dari pengadilan. Jadi, polisi tidak bisa sewenang-wenang terhadap seseorang.

Seperti yang terjadi pada Herman", lanjutnya.  Ia mengatakan, dugaan yang dilakukan 6 oknum polisi tersebut akan membawa citra buruk bagi Kepolisian, jika dalam penanganannya tidak dilakukan secara tegas dan transparan.

"Jika nanti dalam prosesnya ternyata 6 polisi itu terbukti bersalah, maka harus diberikan tindakan tegas, yakni Hukuman yang sesuai Undang-Undang. Apalagi kasus itu sudah jadi isu nasional", ungkapnya. 

"Tugas polisi itu melakukan proses hukum terhadap pelaku-pelaku kejahatan, bukan menyiksa ataupun menganiaya. Apalagi sampai menyebabkan kematian, beda halnya bagi pelaku kejahatan berat, ada kalanya polisi itu memang harus memberikan tindakan tegas",bebernya.

Politisi Partai berlambang Ka'bah Ardiansyah berharap, setiap ada pelaku kejahatan untuk diperlakukan sesuai aturan dan hak-haknya harus dilindungi dan untuk kasus yang menimpa Herman harus segera dituntaskan se adil-adilnya Sebab itu harapan dari masyarakat dan keluarga korban yang menanti hasil proses hukum 6 oknum polisi itu.

"Saya berharap kasus yang menimpa Herman agar dapat segera dituntaskan dengan se adil - adilnya , karena itu juga harapan dari masyarakat dan keluarga korban"pungkasnya.

wartawan (AT)