Abdulloh : Sabtu Dan Minggu Aktifitas Berjalan Normal

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S sos

 

BALIKPAPAN, SWARAREPUBLIKA.com - Kebijakan Pemerintah kota Balikpapan yang memberlakukan Pemberhentian Kegiatan Masyarakat pada Hari Sabtu dan Minggu (6-7 Februari) Guna menekan penyebaran covid-19 di kota Balikpapan, membuat Ketua DPRD Kota Balikpapan angkat bicara. Kebijakan tersebut didasari sesuai instruksi Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) terkait Kaltim Steril di hari Sabtu dan Minggu.

Namun saat, penerapan Kaltim Steril di kota Balikpapan dirasa sangat merugikan masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S Sos menjelaskan, jika penghentian kegiatan masyarakat di hari Sabtu-Minggu harus di evaluasi kembali, Karena pada kenyataannya dilapangan banyak masyarakat kecil yang dirugikan, tentu ini sangat berpengaruh bagi pendapatan masyarakat ditengah kondisi sulit saat ini.

"penerapan kebijakan Kaltim steril untuk di Balikpapan sebaiknya ditiadakan dan cukup memberlakukan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)" kata Abdulloh saat ditemui awak media di Rumah Jabatan DPRD, Rabu (10/02/2021) malam. Hanya saja, PPKM yang diterapkan nantinya harus lebih ketat dalam pengawasan protokol kesehatannya.

"Sebaiknya kebijakan Kaltim steril di hari Sabtu dan Minggu ditiadakan saja, kita kembali terapkan PPKM hanya saja pengawasannya hingga ketingkat RT," ucapnya.

Dirinya meminta kepada Pemkot Balikpapan agar dalam waktu dekat mengumumkan kepada masyarakat, jika kebijakan penghentian kegiatan di hari Sabtu dan Minggu di kota Balikpapan akan ditiadakan.

"Kita akan segera umumkan ke masyarakat untuk men tiadakan penerapan penghentian kegiatan dihari Sabtu-Minggu," terangnya.

"Paling lambat kita umumkan Jum'at (12/2) Pagi, kenapa kita umumkan di pagi hari, agar masyarakat dimalam Sabtunya dapat berdagang seperti biasa dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya.

Wartawan : AT