Ketua DPRD Balikpapan Menerima Penghargaan Bidang Lingkungan Hidup Se Indonesia

 

 

Ketua DPRD Balikpapan Menerima Penghargaan Gren Leadership Nirwasita Tantra

BALIKPAPAN, SWARAREPUBLIKA.com - Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh S. Sos telah meraih penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra tahun 2020. Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI bersama dengan Walikota Balikpapan Rizal Effendi.

Dalam peraihan Green Leadership Nirwasita Tantra tahun 2020, ketua DPRD kota Balikpapan, Abdulloh berhasil menyisihkan Ketua DPRD Kota Surabaya dalam meraih penghargaan bidang lingkungan hidup.

Saat disambangi awak media ini di Rumah Dinasnya, Rabu (10/2/2021) malam. Abdulloh menuturkan sebanyak 420 kota yang mengikuti pemaparan Green Leadership yang berlangsung di Jakarta Tahun 2019 lalu. Saat itu DPRD kota Balikpapan mampu bersaing dan mengalahkan seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia.

"penghargaan yang diberikan dikarenakan Balikpapan dianggap kota se-Indonesia yang paling konsen dan memberikan perhatian khusus kepada permasalahan lingkungan hidup"kata Abdulloh.

Bukan hanya itu saja, diraihnya penghargaan dikarenakan Balikpapan sepakat dan semangat dalam mengalokasikan anggaran khusus sebagai implementasi dilapangan.

"Semua sektor di Balikpapan kita implementasikan, baik Laut, Udara, Hutan maupun Pemukiman dan semua yang berkaitan dengan lingkungan," ungkapnya. "Jadi semua dinas yang berhubungan dengan lingkungan hidup telah memfokuskan anggarannya dengan baik," paparnya.

Abdulloh menuturkan, tidak ada strategi khusus dalam mengikuti Green Leadership saat itu, hanya saja berdasarkan pengalaman dan bukan hanya sekedar teori semata. Selain itu, yang menjadi nilai lebih Balikpapan dibandingkan kota lainnya, dikarenakan ada beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang dimiliki Balikpapan yang terfokus dalam masalah lingkungan hidup.

"Baik itu perda Sanitasi, Hutan, Kebun Raya Balikpapan serta Perda Penggunaan Kantong Kresek itulah yang menjadi nilai lebih bagi Balikpapan"ungkapnya.

Terpilihnya Balikpapan, tidak terlepas dari salah satu perda yang dimiliki saat ini, yakni perda Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok (KSTR) yang tidak dimiliki kota lain, termasuk Kota Surabaya.

"Meskipun belum secara umum, tapi setidaknya ada kawasan-kawasan tertentu di Balikpapan yang diwajibkan bebas dari asap rokok, serta ada ruang-ruang khusus yang diperbolehkan untuk merokok"pungkasnya.

Wartawan : AT.