SWARAREPUBLIKA.com - Kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prov Kaltim yang tergabung dalam Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), ke DPRD kota Balikpapan Kamis (21/1/2021) kemarin, merupakan hal baik bagi Kota Beriman dalam berkoordinasi permasalahan yang ada di Balikpapan.
Melihat hal tersebut Suryani selaku anggota Komisi IV DPRD Balikpapan menyambut positif atas kedatangan rombongan DPRD Provinsi Kaltim yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Prov Kaltim Sigit Wibowo, SE.
"Alhamdulillah kita dapat bertemu DPRD Provinsi Kaltim, duduk bersama untuk berdiskusi membehas permasalahan yang terjadi di Balikpapan, kalau bisa ya Dua Bulan sekali, agar bisa berkoordinasi membahas permasalahan yang terjadi di Balikpapan"kata Suryani usai mengadakan pertemuan dengan DPRD Prov Kaltim di Ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut Suryani menyampaikan beberapa permasalahan yang terjadi di Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur.
Diantara permasalahan yang di sampaikan yakni minimnya ketersediaan sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kelurahan Manggar Baru, yang setiap tahunya menjadi keluhan warga.
"Minimnya SMP di Balikpapan khususnya Balikpapan Timur, menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh warga kota Balikpapan, dan menjadi keluhan warga setiap tahunya"ujarnya. Selain itu, Suryani juga menyampaikan permasalahan penjemuran ikan yang dilakukan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Balikpapan Timur.
Menurut dirinya penjemuran ikan tersebut membawa dampak aroma yang tidak sedap bagi lingkungan tersebut, apa lagi berdekatan dengan Destinasi wisata kota Balikpapan yakni Pantai Segara Manggar, tentu harus dicarikan solusi.
Mungkin ada beberapa cara agar bau dari proses penjemuran ikan tersebut dapat diminimalisi, dengan cara menyiapkan sebuah alah untuk membantu proses pengeringan ikan (Oven).
"Kita berharap agar DPRD Provinsi Kaltim bisa memberikan solusi dengan memberikan bantuan kepada pelaku usaha UMKM berupa alat pengering (oven) ikan untuk mengurangi aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari proses pengeringan ikan secara manual tersebut," terang Suryani.
"Pariwisata kita kan ada di Baltim, jadi kalau ke pantai, pasti akan terganggu dengan aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari penjemuran ikan, kalau sudah lengket di badan..baunya bisa sampai satu badan,"bebernya. Bukan hanya itu saja, Suryani sempat menyinggung permasalahan Banjir yang acap terjadi di Perumahan Panji, Batakan.
Dirinya menyebut Komisi III DPRD Kaltim sudah pernah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke perumahan tersebut. Hanya saja hingga saat ini belum ada kelanjutannya.
"Kalau bisa DPDR Kaltim bisa segera mencarikan solusinya, jika tidak setiap hujan turun seperti sekarang ini, maka warga di perumahan tersebut akan terus mengalami kebanjiran," pungkasnya.
Penulis : AT