Cedera Pengaruhi Atlet, Dispora Minta Sepatu Roda Selektif pada Atletnya

Atlet sepatu roda Kalimantan Timur (kaltim)

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Cedera pada atlet diakui pelatih sepatu roda Kaltim sebagai penyebab hanya pulang dengan dua medali perunggu di PON. “Karena Evan Jatuh, Rangga kecapekan. Jadi tim fisiotherapy tidak ada yang datang ke venue tanding di Kabupaten Pidie,” tuturnya.

Dikatakan juga Evan, Rangga dan Adam juga alumni PON Papua. Sedangkan tim putri baru pertama kali berjuang di PON ini. “Kalau mereka ini betul-betul sudah diprediksi dapat medali itu. Karena itu saya bilang coba kemarin ada di fisiotherapy,” tegasnya.

Kendala fisiotherapy, Romi juga melarang atletnya untuk konsumsi obat. Terlebih saat bertanding, untuk menghindari kemungkinan terburuk. “Kalau untuk evan mungkin sudah stop ya, dia tidak lagi bermain di PON NTB dan NTT yang akan datang. Mungkin yang lanjut Adam dan Rangga,” tegasnya.

Dikatakan Romi, dia masih belum mengetahui apakah cabang olahraga (cabor) sepatu roda dipertandingkan. Sebab, kabar terbaru hanya 40 cabor yang dipertandingkan saat pelaksanaan PON di NTB dan NTT mendatang.

“Kami belum tahu ini, apakah di PON NTB dan NTT sepatu roda dipertandingkan. Saya lihat terakhir cuma 20 cabor yang sudah dj list oleh KONI Pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading meminta sepatu roda untuk bisa lebih selektif pada atletnya.

(ADV/Dispora Kaltim)