SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Komite olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan evaluasi terhadap capaian Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Dikatakan Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Ego Arifin, bahwa para pelatih sudah melakukan laporan dan hasil pertandingan. “Itukan hasil dan pangan mata serta yang mereka alami. Pelatih terhadap atletnya bertanding dilapangan. Dominan, mental atlet masih dibawah,” kata Ego.
Salah satu contoh, mereka berhadapan dengan atlet nasional, kemudian goyang. Kemudian, sama halnya saat berhadapan dengan tuan rumah. Artinya dengan goyangnya itu, menandakan mental mereka atau kepercayaan diri mereka yang kurang, dan masih dibawah kendali emosial mereka. “Kemudian masalah mental itu berdampak kepada penampilan.
Contohnya kita banyak perak, mereka di final sudah statmen, aduh ketemu pelatnas,” tegasnya. “Sama kita kan banyak yang dari junior ke dewasa, nah itu mentalnya juga sama. Kalau memang mentalnya mantap, perak kita tidak akan 55,” lanjutnya.
Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim juga menyoroti terkait dengan mental yang mendominasi gagalnya atlet di final. Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (Binpres) Dispora Kaltim, Rasman Rading juga menyadari hal serupa itu. “Itulah pentingnya kita lakukan pembinaan atlet-atlet secara terpadu, sistematis dan berkesinambungan. Telebih masalah mental ini,” tegasnya.
Dia menekankan evaluasi dimasing-masing cabor, untuk menatap PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatang.
(ADV/Dispora Kaltim)