
SWARAREPUBLIKA.com, KOTA BANGUN DARAT — Pengembangan Danau Kumbara di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus didorong melalui penguatan kapasitas masyarakat setempat. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar memberikan pembinaan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar potensi alam yang dimiliki dapat dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola destinasi, termasuk menerapkan prinsip Sapta Pesona. Aspek kebersihan, keamanan, ketertiban, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman wisata yang nyaman bagi pengunjung.
Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, mengatakan Danau Kumbara menjadi salah satu destinasi yang mendapat perhatian melalui pembinaan dan pelatihan terhadap anggota Pokdarwis. “Danau Kumbara merupakan salah satu objek wisata yang anggota Pokdarwisnya kami bina dan latih. Selama ini, mereka sudah menerapkan Sapta Pesona untuk mengembangkan dan mempromosikan wisata danau yang masih asri,” ujarnya.
Sadli berharap penguatan kapasitas tersebut dapat membantu meningkatkan daya tarik Danau Kumbara sekaligus mendorong masyarakat menjaga kelestarian lingkungan di kawasan wisata. “Kami berharap wisata tersebut bisa menjadi andalan di Kukar, khususnya di wilayah Kecamatan Kota Bangun Darat,” harapnya.
Di sisi lain, pengembangan destinasi juga berkaitan dengan kebijakan pengelolaan usaha di tingkat desa. Pokdarwis Mahardika Danau Kumbara menjalankan aktivitasnya di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga kebutuhan pengembangan wisata perlu diselaraskan dengan program dan prioritas usaha lembaga tersebut.
Ketua Pokdarwis Mahardika Danau Kumbara, Deni Ilham Mardana, menjelaskan bahwa pihaknya menyampaikan kebutuhan pengembangan destinasi kepada BUMDes melalui pengajuan program dan anggaran. Usulan tersebut kemudian dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan serta kemampuan keuangan dan prioritas BUMDes.
“Jadi kami ini sebenarnya tinggal menunggu pengajuan dari BUMDes. Namanya BUMDes itu kan punya skala prioritas. Nah, untuk sekarang skala prioritas dari BUMDes adalah pengembangan kebun kelapa sawit,” jelasnya.
Deni menyebut Pokdarwis juga menyampaikan laporan keuangan dan perkembangan kegiatan di lapangan setiap tiga hingga empat bulan. Laporan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus sarana menyampaikan kondisi aktual pengelolaan destinasi kepada BUMDes.
Meski demikian, peluang kerja sama dengan pihak luar, termasuk investor, tetap terbuka selama dapat mendukung pengembangan Danau Kumbara. BUMDes memiliki peran dalam mempertimbangkan bentuk kerja sama sesuai mekanisme kelembagaan desa. Dengan potensi alam yang masih terjaga, pembinaan dari Dispar Kukar diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat dalam mengelola Danau Kumbara.
Namun, pengembangan lebih lanjut juga membutuhkan dukungan program, pendanaan, dan kolaborasi agar destinasi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Kota Bangun III.
(ADV/Diskominfo Kukar)