Pemkot Bidik 50 Sekolah Direvitalisasi

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mengupayakan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan dengan mendorong penambahan jumlah sekolah yang menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan nyaman bagi peserta didik.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengungkapkan saat ini sekitar 10 sekolah di Balikpapan telah masuk dalam program revitalisasi yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun, pemerintah kota menargetkan jumlah itu meningkat menjadi sedikitnya 50 sekolah pada tahun mendatang.

"Kalau tidak salah saat ini ada sekitar 10 program revitalisasi yang berjalan untuk Balikpapan. Kita berharap ke depan jumlahnya bisa bertambah lagi. Saya sudah menyampaikan langsung, minimal 50 program revitalisasi," ujar Rahmad Mas'ud, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Balikpapan masih cukup besar. Karena itu, komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar semakin banyak sekolah memperoleh kesempatan mengikuti program revitalisasi.

Rahmad menjelaskan, revitalisasi tidak hanya difokuskan pada perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Program tersebut juga mencakup peningkatan kualitas ruang belajar, penyediaan fasilitas penunjang pendidikan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Ia menilai fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Semakin banyak sekolah yang mendapatkan revitalisasi, semakin besar pula peluang meningkatkan mutu layanan pendidikan di Balikpapan.

Selain memperjuangkan penambahan program revitalisasi, Pemkot Balikpapan juga menyampaikan berbagai kebutuhan sektor pendidikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Meski demikian, Rahmad mengaku belum menerima informasi mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap proyek revitalisasi karena hal tersebut menjadi kewenangan kementerian.

Menurutnya, fokus pemerintah kota saat ini adalah memperbanyak jumlah sekolah yang menerima program revitalisasi agar semakin banyak peserta didik dapat menikmati fasilitas belajar yang lebih modern, layak, dan berkualitas. Upaya itu diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing di masa mendatang.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)