Program Magang Disabilitas di Balikpapan Dorong Kemandirian dan Kompetensi Kerja

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Arfiansyah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Salah satu langkah nyata yang mendapat perhatian ialah program penerimaan tenaga kerja magang disabilitas melalui kerja sama dengan LPK Al Jabar. Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, menilai program tersebut menjadi peluang positif bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi dunia kerja.

“Program penerimaan magang SMA untuk penyandang disabilitas di kantor pemerintah sangat baik untuk membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan kompetensi kerja peserta,” ujar Arfiansyah, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, keberadaan program magang juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang lebih terbuka dan ramah bagi seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

“Sekaligus mewujudkan ekosistem kerja yang inklusif dan ramah disabilitas,” tambahnya.

Arfiansyah menjelaskan, kesempatan magang memiliki peran besar dalam membantu peserta mengenal dunia kerja secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, hingga cara berinteraksi di lingkungan profesional.

Ia menuturkan, pengalaman kerja nyata di bidang administrasi akan menjadi bekal penting bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja di masa mendatang. Peserta dapat belajar mengenai pengelolaan dokumen, pelayanan administrasi, serta pola kerja di lingkungan perkantoran.

Selain itu, program tersebut dinilai mampu membuka pandangan masyarakat bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila diberikan kesempatan yang sama. Dinas Sosial Balikpapan berharap semakin banyak instansi pemerintah maupun perusahaan swasta yang ikut membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk belajar dan bekerja.

“Penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan dukungan yang tepat, mereka mampu menunjukkan kemampuan dan berkontribusi di lingkungan kerja,” jelas Arfiansyah.

Melalui program magang tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih inklusif serta mampu mendorong kemandirian penyandang disabilitas. Langkah itu juga diharapkan menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan keterampilan dan percaya diri dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)