SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring kondisi cuaca kering yang mulai terjadi akibat pengaruh El Nino, Rabu (13/5/2026).
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan masyarakat diminta lebih bijak dalam penggunaan air serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, langkah antisipasi sejak dini penting dilakukan guna mencegah munculnya kebakaran lahan maupun permukiman saat musim panas.
“Yang paling penting masyarakat bisa menghemat penggunaan air dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Usman Ali.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, BPBD Balikpapan juga terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Salah satunya melalui koordinasi penggunaan hidran yang berada di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Usman menjelaskan, untuk pengoperasian hidran, pihaknya selama ini berkoordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) agar proses penanganan kebakaran dapat berjalan cepat saat terjadi keadaan darurat.
Menurutnya, koordinasi antara BPBD dan PTMB selama ini berjalan dengan baik. Ketika terjadi kebakaran, petugas dari perusahaan air minum daerah tersebut turut membantu membuka akses hidran guna mempermudah suplai air bagi petugas pemadam di lapangan. “Koordinasinya berjalan baik. Kalau ada kejadian kebakaran, mereka selalu membantu membuka hidran,” katanya.
Meski demikian, Usman mengaku tidak dapat merinci lokasi titik-titik hidran yang tersebar di Balikpapan karena data tersebut berada di pihak terkait yang mengelola jaringan hidran secara langsung. Di sisi lain, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana lain yang bisa terjadi di tengah perubahan cuaca ekstrem.
Setelah periode panas berkepanjangan, hujan dengan intensitas tinggi tetap berpotensi turun dan memicu tanah longsor maupun pergerakan tanah di sejumlah wilayah rawan. Karena itu, warga diimbau terus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor apabila menemukan potensi bencana yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)