SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di wilayahnya. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), target ambisius pun dipasang, yakni mencapai 50 persen pengelolaan sampah dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini, angka capaian masih berada di kisaran 30 persen, namun Pemkot optimistis target tersebut dapat dicapai lewat berbagai strategi yang tengah disiapkan. Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa isu pengelolaan sampah menjadi perhatian serius, seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas kota yang semakin padat.
“Target nasional kita memang 50 persen pengelolaan sampah. Saat ini, Balikpapan sudah mencapai 30 persen, dan kami terus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” ungkapnya, Senin (22/4/2025).
Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah pembangunan tiga unit Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di lokasi berbeda. Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini dan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Pembangunan TPPAS baru ini akan memperkuat sistem pengelolaan, khususnya di wilayah yang selama ini belum maksimal dijangkau pengangkutan atau fasilitas daur ulang. Fokus kami tidak hanya pada pengumpulan sampah, tetapi juga pengolahannya secara berkelanjutan,” tambah Sudirman.
DLH juga tengah menggencarkan pendekatan berbasis partisipasi publik dengan membentuk lebih banyak bank sampah di sekolah, perumahan, serta kawasan kampung ramah lingkungan. Tujuannya, menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.
“Kami menargetkan terbentuknya 100 bank sampah aktif di seluruh Balikpapan. Ini merupakan bagian dari edukasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada petugas kebersihan,” ujarnya.
Sudirman pun berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat dan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mempercepat pencapaian target ini. Menurutnya, pengelolaan sampah bukan semata soal estetika kota, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan serta kualitas hidup masyarakat.
(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)