SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus berinovasi dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menghadirkan platform Sobat UMKM.Program ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi UMKM, mempermudah pendaftaran, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heru Ressandy, mengungkapkan bahwa hingga 2024, lebih dari 87.000 UMKM telah terdaftar dalam sistem ini. Menurutnya, Sobat UMKM hadir sebagai solusi digital bagi pelaku usaha yang ingin mengurus legalitas dan pengembangan bisnis tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.
"Dulu, proses pendaftaran masih dilakukan secara manual, sering kali menimbulkan antrean panjang. Kini, dengan adanya Sobat UMKM, pelaku usaha dapat mendaftar secara online, mengisi data, dan melengkapi perizinan dengan lebih cepat dan efisien," ujar Heru Ressandy, Jumat (7/3/2025).
Pelaku UMKM dapat melakukan pendaftaran melalui dua cara, yakni mendatangi kantor layanan kurasi UMKM atau mengakses website Sobat UMKM. Setelah terdaftar, mereka yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) akan melewati tahap kurasi untuk mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
"Setelah registrasi awal, UMKM akan diarahkan ke berbagai program pendampingan, mulai dari pelatihan bisnis, strategi pemasaran, hingga pengembangan desain produk. Kami juga menyediakan konsultan yang siap membantu dalam aspek legalitas serta perencanaan bisnis," tambah Heru.
Platform ini juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengakses program pembinaan dari pemerintah, termasuk pelatihan serta fasilitas pembiayaan usaha. "Salah satu keunggulan Sobat UMKM adalah efisiensi layanan. Jika sebelumnya pengurusan perizinan dan pendampingan dilakukan secara manual, kini semuanya bisa diakses dalam satu platform," jelasnya.
Bagi UMKM yang telah tergabung dalam program pembinaan sebelumnya, mereka cukup melakukan pendaftaran ulang untuk memperbarui data dan mengakses layanan yang lebih lengkap.
"Jika sebelumnya sistem berbasis aplikasi, kini kami beralih ke website agar lebih mudah diakses oleh seluruh pelaku usaha," terang Heru.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan UMKM di Balikpapan semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah dengan mendorong digitalisasi usaha kecil dan menengah.
(ADV/Diskominfo/J)