Melanggar Komitmen "RONA" Di Berhentikan Dari Laskar Merah Putih

 

BALIKPAPAN - Rapat pleno pemberhentian Rona Fortuna sebagai Ketua dan anggota Laskar Merah Putih Kota Balikpapan digelar Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur di aula Rumah Dinas Ketua DPRD Balikpapan Jalan ARS Muhammad Balikpapan, Kamis (29/10/2020) malam tadi.

Selain memberhentikan Rona Fortuna, rapat pleno yang dihadiri 6 Ketua Markas Anak Cabang LMP Kota Balikpapan ini juga menunjukkan Amrin sebagai Ketua Plt Marcab LMP Balikpapan.

Pemberhentian Rona Fortuna sebagai Ketua Marcab LMP Kota Balikpapan karena dianggap melanggar komitmen loyalitas tanpa batas yang sebelumnya telah diucapkannya serta tidak melaksanakan perintah satu komando yakni mendukung pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz yang maju pada Pilkada Balikpapan 9 Desember 2020 mendatang.

Apalagi beredarnya video Rona Fortuna yang menyampaikan pernyataan sikap tenang dukungannya terhadap Kolom/Kotak Kosong bersama Rizal Effendy, siang tadi.

Ketua Mada LMP Kaltim Abdulloh mengatakan, sesuai komitmen Laskar Merah Putih yakni satu komando loyalitas tanpa batas, interuksi atau perintah dari Mabes (Markas Besar) sampai ke Mada, harus dilaksanakan atau dipatuhi oleh seluruh pengurus maupun anggota.

"Pahit maupun getir, interuksi atau perintah harus dilaksanakan," kata Abdulloh didampingi Ketua Harian Mada LMP Kaltim Heriyanto SE, Sekretaris Mada LMP Kaltim Muhammad Thohir.

Terkait pleno pada hari ini, tambah Abdulloh, LMP memang harus tegas mana kala sudah ada yang tidak komitmen apa yang diperintahkan dan sudah menyimpang ya diputuskan dipecat atau mengundurkan diri. Salah satunya pelanggaran yang dilakukan Rona Fortuna, yakni Ketua Macab LMP Balikpapan yang mengkampanyekan Kotak/Kolom Kosong dalam sebuah kegiatan.

"Komitmen kita. Laskar Merah Putih, mulai Mada Kaltim maupun Macab Kota Balikpapan sudah sepakat bahwa dukungan Pilkada, baik di Balikpapan maupun di kota yang lain, kita harus satu komando mendukung Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz sebagai paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan maju dalam Pilkada Balikpapan," tukasnya.

Lebih lanjut, Abdulloh menjelaskan, karena melanggar komitmen dan tidak bisa menjalankan interuksi maupun tidak satu komando, maka hari ini Rona Fortuna diberhentikan sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan dan dicabut keanggotaannya.

"Dari pada membuat malu Laskar Merah Putih Kota Balikpapan yang sudah eksis dan menyatukan persepsi, dan tidak menjalankan perintah, ya kita harus laksanakan. Jadi, mau tidak mau kita pecat, kita ganti. Bukan sebagai ketua saja, tetapi juga sebagai anggota Laskar Merah Putih Kota Balikpapan," tandas Abdulloh.

Sementara itu, Rona Fortuna saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, pemberhentian dirinya sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan dan mencabutan sebagai anggota LMP karena melakukan deklarasi dan orasi mendukung Kotak/Kolom Kosong, sudah menjadi konsekwensi organisasi yang harus diikuti.

"Itu tidak perlu dibahas, tidak perlu diklarifikasi. Sebagai seorang organisasi harus tahu dan paham dalam hal itu," kata Rona.

Dia menambahkan, secara organisasi tentang pemberhentian sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan sudah benar secara organisasi, karena apa yang saya ucapkan harus diikuti oleh perbuatan yang dirinya dilakukan. "Konsekwensinya ya seperti ini.

Bahkan akan ada pencabutan SK penonaktifan, bahkan pengeluaran dari keanggotaan," tambahnya. Meski diberhentikan sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan dan dicabut keanggotaannya, dirinya berharap LMP tetap kompak, jaya, dan tambah besar.

Karena dirinya berada di LMP bukan setahun dua tahun. "Jadi saya tetap berdoa, semoga Laskar Merah Putih tambah jaya, tambah besar," tutupnya.

Hadir dalam rapat pleno ini Ketua Harian Macab Balikpapan Yudi Akbar, Sekretaris Macab Balikpapan Zulfikar Zulkarnain, Pengurus-pengurus Mada dan Ketua-Ketua Markas Anak Cabang (Marcab) dan Ketua Srikandi LMP Balikpapan.

*PON