Pemotongan Baja Perdana Topside dan Peletakan Lunas Tandai Dimulainya Konstruksi Skala Penuh
SWARAREPUBLIKA.comJAKARTA – Searah mencatat dua tonggak penting dalam pelaksanaan Proyek Pengembangan North Hub melalui seremoni pemotongan baja perdana (first steel cutting) untuk bagian topside dan peletakan lunas lambung kapal (keel laying) untuk Floating Production, Storage and Offloading (FPSO).
Dua pencapaian tersebut menandai dimulainya konstruksi skala penuh FPSO yang akan menjadi fasilitas utama dalam pengembangan Lapangan Gehem dan penemuan gas Geng North di wilayah lepas pantai Kalimantan Timur. Seremoni pemotongan baja perdana untuk topside FPSO digelar pada 23 Juli 2026 di Saipem Karimun Yard, Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut menandai dimulainya tahap fabrikasi topside FPSO sebagai salah satu komponen utama fasilitas produksi. Lima hari kemudian, pada 28 Juli 2026, seremoni peletakan lunas lambung kapal dilaksanakan di China Merchants Heavy Industry (CMHI), Jiangsu, Tiongkok. Tahapan ini menjadi penanda penting dalam pembangunan hull FPSO. Kedua kegiatan tersebut menunjukkan kemajuan konstruksi yang signifikan sekaligus memperkuat momentum pelaksanaan proyek menuju target produksi perdana.
“Tonggak pencapaian ini tidak hanya menandai dimulainya tahap konstruksi, tetapi juga mencerminkan kemajuan nyata salah satu proyek pengembangan laut dalam ultra paling strategis di Indonesia serta komitmen bersama kami untuk menghadirkan energi secara aman, bertanggung jawab, dan efisien,” ujar Mirko Araldi, CEO Searah North Ganal.
Menurutnya, North Hub mencerminkan keyakinan Searah terhadap masa depan energi Indonesia sekaligus ambisi untuk mengembangkan sumber daya yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi melalui inovasi, kemitraan yang kuat, dan pelaksanaan proyek berstandar kelas dunia. “Dengan pendekatan tersebut, kami ingin menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia, para mitra, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi,” katanya.
Proyek North Hub berlokasi di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Pengembangan ini mencakup Lapangan Gehem dan penemuan gas Geng North melalui pengeboran 16 sumur produksi pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Kondisi laut dalam ultra tersebut membutuhkan penerapan teknologi bawah laut yang canggih, sistem produksi dengan tingkat keandalan tinggi, serta kemampuan rekayasa yang memenuhi standar internasional.
Kompleksitas tersebut menjadikan North Hub sebagai salah satu proyek pengembangan lepas pantai dengan tantangan teknis tertinggi di Indonesia. Sebagai fasilitas utama proyek, FPSO generasi terbaru ini dirancang memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik standar gas per hari (Bscfd) serta sekitar 80.000 barel kondensat per hari. Kapasitas tersebut menjadikannya salah satu FPSO terbesar yang pernah dibangun di dunia dan terbesar untuk Indonesia.
Selain pengembangan fasilitas FPSO, Proyek North Hub juga mencakup reaktivasi Train F di fasilitas LNG Bontang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa operasi salah satu fasilitas LNG utama Indonesia sekaligus memperkuat rantai nilai industri gas nasional.
Dengan dimulainya konstruksi skala penuh, Searah bersama para mitra proyek melanjutkan tahapan pembangunan North Hub dengan fokus pada aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, dan standar pelaksanaan internasional guna mendukung pengembangan sumber daya gas nasional.
(*)