Aspirasi Warga Terjawab, Japar Sidik Sukses Perjuangkan Fasilitas Air Bersih di Graha Indah

Anggota komisi 2 DPRD Balikpapan Dapil Utara Jafar Sidik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Kesulitan mendapatkan akses air bersih yang selama ini dialami puluhan warga RT 21 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, akhirnya mendapat solusi. Melalui upaya pengawalan aspirasi yang dilakukan Anggota DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, bantuan fasilitas hidran umum dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) resmi direalisasikan dan diserahkan kepada warga, Senin (15/6).

Program tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak sekitar 20 kepala keluarga yang hingga kini belum terjangkau jaringan pipa induk air bersih. Kehadiran fasilitas hidran umum diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu pembangunan jaringan permanen di kawasan tersebut.

Bantuan yang diberikan mencakup pemasangan satu meteran induk, dua unit tandon penampung air berkapasitas masing-masing 2.500 liter atau total 5.000 liter, serta 20 drum berkapasitas 200 liter yang dibagikan kepada setiap rumah tangga penerima manfaat.

Japar Sidik menjelaskan, awalnya warga mengusulkan pemasangan jaringan pipa induk secara langsung kepada PTMB. Namun setelah dilakukan koordinasi dan kajian teknis, diketahui bahwa ketersediaan anggaran untuk pembangunan jaringan tersebut maupun program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih belum memungkinkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat.

Melihat kondisi itu, dirinya bersama warga mencari alternatif yang lebih cepat agar kebutuhan air bersih tidak terus tertunda. “Setelah berdiskusi dengan masyarakat, saya mengusulkan penggunaan sistem hidran umum sebagai solusi sementara. Cara ini lebih cepat direalisasikan sehingga warga tidak perlu menunggu terlalu lama hingga pembangunan pipa induk dapat dilaksanakan,” ujar Japar.

Usulan tersebut kemudian dikawal hingga mendapat persetujuan dari manajemen PTMB. Dalam sistem yang diterapkan, air dari meteran induk akan ditampung terlebih dahulu di tandon komunal sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga. Meski menggunakan satu meteran induk, Japar memastikan mekanisme pembayaran tetap dilakukan secara adil dan transparan.

Setiap rumah tetap dilengkapi meteran tersendiri sehingga konsumsi air masing-masing pelanggan dapat dihitung secara akurat. “Tagihan akan disesuaikan dengan pemakaian yang tercatat pada meteran di setiap rumah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pembagian biaya penggunaan air,” jelas legislator dari Daerah Pemilihan Balikpapan Utara tersebut.

Ia menambahkan, sistem hidran umum tanpa bantuan daya dorong tambahan lebih cocok diterapkan di wilayah dataran rendah karena distribusi air mengandalkan gravitasi dari tandon utama. Menurut Japar, penyediaan akses air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus diperjuangkan sebagai wakil rakyat.

Karena itu, dirinya berkomitmen terus mengawal kebutuhan dasar masyarakat hingga terpenuhi secara menyeluruh. “Ini merupakan solusi jangka pendek yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Sementara untuk jangka panjang, kami akan terus memperjuangkan pembangunan jaringan pipa induk agar dapat direalisasikan dalam satu hingga dua tahun mendatang,” tegasnya.

Ia optimistis kapasitas pasokan air bersih di Kota Balikpapan akan semakin merata seiring peningkatan infrastruktur yang ditargetkan dapat terpenuhi pada periode 2027 hingga 2028. Keberhasilan program di RT 21 Graha Indah ini bukan kali pertama yang diperjuangkan Japar Sidik. Sebelumnya, pola penyelesaian serupa juga berhasil diterapkan di RT 87 Kelurahan Muara Rapak untuk membantu warga yang menghadapi persoalan akses air bersih.

Prosesi penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua RT 21, perwakilan PTMB, unsur Kecamatan Balikpapan Utara, Kelurahan Graha Indah, serta masyarakat penerima manfaat yang menyambut baik realisasi program tersebut.

(ADV/R)