Dian Rana Serahkan 102 Arsip Video Pembangunan IKN, Perkuat Jejak Sejarah Nusantara Menulis

SWARAREPUBLIKA.com, JAKARTA – Komitmen dokumentator independen Dian Rana dalam mengabadikan perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut.

Setelah menerima apresiasi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), ia kembali menyerahkan ratusan arsip digital untuk diproses sebagai bagian dari dokumentasi sejarah bangsa. Sebanyak 102 file video hasil dokumentasi pembangunan IKN diserahkan Dian kepada ANRI untuk menjalani tahapan kurasi dan penilaian.

Arsip tersebut merupakan hasil seleksi dari ratusan rekaman yang dibuatnya selama mengikuti perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru sejak 2022 hingga sebagian 2023. Penyerahan arsip ini menjadi kelanjutan dari kontribusi Dian dalam penyelamatan dokumen pembangunan IKN.

Sebelumnya, ia memperoleh penghargaan dari ANRI pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 yang digelar pada 19 Mei 2026 sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya dalam menjaga rekam jejak pembangunan Nusantara.

Dian menjelaskan, seluruh video yang diajukan telah melalui proses pendataan secara rinci untuk memudahkan proses verifikasi oleh tim kurator ANRI. Setiap file dilengkapi informasi lokasi pengambilan gambar dan deskripsi isi dokumentasi yang disusun dalam satu basis data khusus.

"Dari sebagian besar video saya di tahun 2022 dan sebagian di tahun 2023 terkumpul sekitar 102 file video dan saya buat satu file Excel untuk data lokasi dan deskripsi di setiap video agar memudahkan dalam proses kurasi di ANRI sesuai pengalaman sebelumnya," ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar proses identifikasi arsip berjalan lebih efektif. Pendokumentasian yang terstruktur juga diharapkan dapat membantu ANRI dalam menilai nilai historis dari setiap rekaman yang diserahkan.

Dian mengungkapkan bahwa penyerahan 102 video ini merupakan bagian dari target besar yang tengah dijalankannya. Ia berencana menyerahkan sekitar 1.200 video dokumentasi pembangunan IKN secara bertahap sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian sejarah nasional. Sebelumnya, ANRI telah menetapkan 27 arsip digital milik Dian sebagai arsip statis nasional.

Arsip tersebut merekam perkembangan kawasan IKN pada periode 2021 hingga 2022 dan kini menjadi bagian dari koleksi sejarah yang tersimpan secara resmi. Ia mengaku tidak pernah menyangka dokumentasi yang awalnya dibuat secara mandiri dengan berbagai keterbatasan dapat memperoleh perhatian dan pengakuan dari lembaga negara.

Pengalaman tersebut menjadi dorongan baginya untuk terus merapikan serta menyerahkan dokumentasi yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Selain aktif mendokumentasikan pembangunan IKN, Dian juga menuliskan pengalamannya dalam buku berjudul "Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar". Buku tersebut memuat catatan lapangan dan kisah di balik proses dokumentasi pembangunan IKN, serta telah dibahas dalam forum akademik di Universitas Djuanda pada Mei 2026.

Dian berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk mendokumentasikan berbagai peristiwa penting di daerah masing-masing. Menurutnya, arsip bukan hanya catatan masa lalu, tetapi juga warisan berharga yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya. "Semoga semakin banyak warga yang ikut menjadi bagian dari penyelamatan arsip untuk generasi mendatang," katanya.

Saat ini, 102 file video yang telah diserahkan masih menjalani proses kurasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku di ANRI sebelum nantinya ditetapkan sebagai arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan.

(*)