Tekan Risiko Kehamilan, Manggar Baru Prioritaskan Deteksi Dini Anemia dan Hipertensi pada Ibu Hamil

Dr Wiwik Mulyana Penanggung jawab Klaster 2 KIA Manggar Baru 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Puskesmas Manggar Baru menaruh perhatian besar terhadap dua kondisi medis yang paling sering ditemukan pada ibu hamil, yakni anemia dan hipertensi dalam kehamilan. Dua kondisi ini dinilai menjadi faktor risiko terbesar komplikasi persalinan sehingga memerlukan penanganan sejak dini.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dr. Wiwik Mulyana, Penanggung Jawab Klaster 2 KIA, pada kegiatan pelayanan KIA di Puskesmas Manggar Baru pada Senin (1/12/2025).

Dr. Wiwik mengatakan bahwa meskipun puskesmas tidak memiliki program inovasi khusus, seluruh tenaga kesehatan secara konsisten menjalankan program nasional yang fokus pada mencegah risiko kehamilan. “Sejak pertama kali datang, ibu hamil akan kami lakukan pemeriksaan kadar Hb. Bila ditemukan anemia, kami langsung berikan tablet tambah darah dengan dosis penyesuaian sesuai tingkat keparahannya,” terangnya.

Selain anemia, hipertensi dalam kehamilan juga menjadi temuan yang cukup sering ditemukan dalam pemeriksaan rutin. Ibu hamil yang memiliki faktor risiko akan diberikan terapi pencegahan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul lebih lanjut. “Penanganan dini ini penting agar ibu tidak jatuh ke kondisi hipertensi pada kehamilan (Preeklamsi). Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang mencegah komplikasi,” jelas Dr. Wiwik.

Ia menambahkan bahwa efektivitas program deteksi dini sangat bergantung pada kedisiplinan ibu hamil untuk memeriksakan kandungannya sejak trimester pertama. Namun masih banyak ibu yang baru datang di usia kehamilan lanjut. “Idealnya pemeriksaan dilakukan sejak awal kehamilan. Banyak ibu hamil baru datang pada trimester kedua dan ketiga. Padahal risiko bisa dicegah kalau kami tahu dari awal,” katanya.

Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat menekan angka komplikasi dan memastikan ibu melahirkan dengan kondisi yang sehat. Dr. Wiwik menegaskan bahwa anemia dan hipertensi dapat dicegah apabila ibu rutin diperiksa dan mengikuti seluruh anjuran tenaga kesehatan. “Yang kami dorong adalah kesadaran ibu untuk tidak menunda pemeriksaan. Dari situlah keselamatan ibu dan bayi bisa lebih terjamin,” tutupnya.

(ADV/Puskesmas)