Kebun Gizi Manggar Baru Jadi Sorotan, Dorong Kemandirian Pangan Demi Cegah Stunting

Program kebun gizi menjadi bagian di HKN 2025 di Puskesmas Manggar Baru

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Program Kebun Gizi milik Puskesmas Manggar Baru ikut mencuri perhatian pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 di Gran City Balikpapan, Minggu pagi, 23 November 2025.

Program ini dianggap sebagai salah satu bentuk nyata upaya puskesmas dalam menciptakan kemandirian pangan berbasis rumah tangga dan menjadi strategi pendukung utama dalam pencegahan stunting. Nutrisionis Puskesmas Manggar Baru, Emi, mengatakan bahwa Kebun Gizi merupakan wadah edukasi sekaligus praktik langsung bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan.

“Di kebun gizi, kami menanam berbagai sayuran dan buah. Masyarakat bisa belajar bagaimana menghasilkan bahan pangan sehat sendiri,” ujarnya.

Program ini juga menunjukkan sinergi kuat antara puskesmas dan lintas sektor seperti kelurahan, PKK, serta kelompok masyarakat lainnya. Kerja sama ini memastikan bahwa pesan gizi tidak hanya disampaikan melalui edukasi formal, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang dapat dipraktikkan langsung oleh warga.

Ketika masyarakat mampu menanam sendiri, akses terhadap makanan bergizi menjadi lebih mudah dan terjangkau. Dalam kegiatan HKN, tim memamerkan hasil dari Kebun Gizi yang memperlihatkan berbagai jenis sayuran bernutrisi. Banyak pengunjung yang tertarik dan bertanya bagaimana cara memulai kebun skala kecil di rumah.

Emi memaparkan bahwa konsep Kebun Gizi tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas konsumsi masyarakat. “Bahan makanan yang ditanam sendiri lebih segar dan memastikan keluarga mendapat asupan vitamin serta mineral yang dibutuhkan,” jelasnya.

Selain mendukung kemandirian pangan, Kebun Gizi juga menjadi media edukasi bagi keluarga dengan balita. Orang tua diajarkan bagaimana memadukan bahan makanan lokal untuk membuat menu sehat yang ramah anak. Program ini menjadi salah satu strategi jangka panjang dalam menurunkan stunting, karena memastikan ketersediaan pangan berkualitas dalam jangka waktu lama.

Emi berharap program ini terus mendapat dukungan agar semakin banyak warga terlibat. “Jika kebiasaan menanam ini mengakar, upaya pencegahan stunting akan semakin kuat,” tegasnya.

(ADV/Puskesmas)