SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 di Gran City Balikpapan pada Minggu pagi, 23 November 2025, menjadi momentum penting bagi Puskesmas Manggar Baru untuk menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gizi anak dan pencegahan stunting.
Melalui stan edukasi yang interaktif, tim gizi menghadirkan berbagai layanan yang dirancang untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang. Nutrisionis Puskesmas Manggar Baru, Emi, memaparkan bahwa kegiatan edukasi di stan tersebut tidak hanya sekadar penyampaian materi, tetapi juga melibatkan berbagai aktivitas pemeriksaan. “Kami menyediakan layanan pemantauan tumbuh kembang seperti pengukuran berat badan dan tinggi badan. Masyarakat bisa langsung mengetahui kondisi anaknya,” jelas Emi.
Selain itu, salah satu program unggulan yang ditampilkan adalah Rumah Pantau Stunting, sebuah layanan konseling gizi yang memungkinkan orang tua mendapatkan pendampingan secara rutin. Konseling dapat dilakukan di fasilitas puskesmas ataupun melalui kunjungan rumah, sehingga orang tua yang kesulitan datang tetap mendapat perhatian khusus. Program ini menjadi daya tarik pengunjung karena memberi pendekatan lebih personal bagi keluarga dengan risiko stunting.
Tim gizi juga memperkenalkan berbagai langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua di rumah, mulai dari cara menyiapkan menu tinggi protein, pentingnya pola makan seimbang, hingga metode memantau pertumbuhan anak setiap bulan. Pengunjung diberikan penjelasan bagaimana kebiasaan kecil, seperti membiasakan sarapan dan menyediakan makanan lokal bergizi, dapat berdampak besar terhadap kesehatan anak.
Selama kegiatan, banyak orang tua yang terlihat aktif bertanya mengenai asupan gizi harian, khususnya terkait sumber protein hewani yang mudah dijangkau. Emi menegaskan bahwa edukasi semacam ini sangat penting untuk mendorong pemahaman masyarakat. “Bicara stunting itu tidak hanya soal tinggi badan. Kita bicara tentang masa depan anak. Jadi edukasi harus terus dilakukan,” tambahnya.
Dengan adanya layanan langsung di kegiatan ini, Puskesmas Manggar Baru berharap masyarakat semakin memahami peran mereka dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi gizi tidak harus kaku, tetapi bisa dikemas menarik dan dekat dengan masyarakat
(ADV/Puskesmas)