
SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru kembali mengadakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jalan Mulawarman RT 07 No. 28, Kelurahan Manggar Baru, Selasa (18/11/2025). Program rutin ini menjadi salah satu strategi puskesmas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Melalui layanan ini, warga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa biaya.
Sebanyak tujuh jenis pemeriksaan disediakan, mencakup antropometri, tekanan darah, kesehatan indera, kesehatan gigi dan mulut, skrining penyakit tidak menular dan menular, hingga pemeriksaan penunjang melalui laboratorium.
Dokter umum Puskesmas Manggar Baru, dr. Joko Santoso, mengatakan bahwa rangkaian CKG memang dirancang untuk memperkuat skrining kesehatan sejak dini. Peserta terlebih dahulu mengisi screening mandiri yang berisi data demografi, status kesehatan, dan kebiasaan hidup sehari-hari. “Informasi itu penting untuk melihat faktor risiko awal. Dari sana bisa terlihat gambaran kondisi peserta sebelum masuk ke pemeriksaan langsung,” ujar dr. Joko.
Setelah tahap tersebut, peserta menjalani pemeriksaan lanjutan oleh petugas kesehatan, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah, hingga penilaian risiko penyakit jantung, paru-paru, kanker, kesehatan jiwa, serta pemeriksaan laboratorium. Semua hasil pemeriksaan kemudian dirangkum dalam resumen kesehatan yang menjadi dasar penanganan lebih lanjut. “Dari pemeriksaan menyeluruh ini, kita bisa mengetahui potensi penyakit yang perlu ditindaklanjuti,” jelasnya.
Dalam kegiatan kali ini, sejumlah peserta teridentifikasi memerlukan rujukan lanjutan. dr. Joko menegaskan bahwa penanganan selanjutnya sangat bergantung pada fasilitas kesehatan (faskes) BPJS masing-masing peserta. “Jika faskes BPJS peserta terdaftar di Puskesmas Manggar Baru, bisa langsung kami tangani. Kalau tidak, kami berikan surat pengantar untuk pemeriksaan lanjutan di faskes mereka,” ujarnya.
Terkait temuan di lapangan, hipertensi dan kolesterol tinggi masih mendominasi temuan kasus. Mayoritas kasus hipertensi ditemukan pada warga usia 60 tahun ke atas. Namun dr. Joko menyoroti adanya peningkatan tren hipertensi pada kelompok usia muda. “Sekarang bahkan yang berusia di bawah 40 tahun sudah banyak yang tekanan darahnya tinggi. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.
Puskesmas Manggar Baru mencatat, sejak Februari hingga November 2025 total 685 warga telah mengikuti program CKG, baik melalui kegiatan reguler di puskesmas maupun layanan keliling di sekolah-sekolah.
(ADV/Puskesmas)