
SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Bayangkan, kini Anda bisa menabung bukan hanya uang, tetapi juga emas, dan menariknya kapan saja. Konsep inilah yang dihadirkan Pegadaian melalui layanan Bank Emas, yang untuk pertama kalinya di luar Pulau Jawa resmi beroperasi di Balikpapan.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Balikpapan, Tomy Djoko Tri Raharjo, menyebut layanan ini ibarat memindahkan logam mulia dari genggaman tangan ke rekening digital. “Bedanya, kalau tabungan uang, kita setor dan tarik uang. Kalau Bank Emas, kita setor dan tarik emas,” ujarnya.
Tidak semua emas bisa diterima. Saat ini, layanan terbatas pada empat merek logam mulia yang memenuhi standar SNI 99,99 persen, yakni Antam, Galeri 24, UBS, dan Lotus Archie. Nasabah pun tak perlu lagi menjual emas terlebih dahulu. “Misalnya punya Antam 10 gram, langsung masuk tabungan sebagai 10 gram. Tidak perlu buyback,” kata Tomy.
Menariknya, Pegadaian juga menawarkan Deposito Emas. Layaknya deposito uang, emas yang disimpan akan bertambah nilainya, tetapi bunga diberikan dalam bentuk gram emas. “Kalau deposito 10 gram setahun, bisa bertambah satu gram saat jatuh tempo. Jadi untungnya ganda, harga emas naik dan gramasi bertambah,” jelasnya.
Soal keamanan, Pegadaian Balikpapan memiliki vault berkapasitas hampir 15 ton emas, berstandar internasional, dan diresmikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Februari lalu. Brankas ini dilengkapi kunci fisik, sidik jari, retina, dan prosedur pembukaan oleh beberapa orang sekaligus. “Ruangannya kedap suara, anti-bor, dan tanpa sinyal. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,” tegas Tomy.
Selain tabungan dan deposito, Bank Emas melayani pembelian, penjualan, penyimpanan, hingga Peminjaman Modal Kerja berbasis emas. Semua transaksi bisa diakses lewat aplikasi PDS Mobile, sehingga nasabah dapat berinvestasi emas tanpa ribet. Tomy meyakini, Bank Emas akan menjadi pilihan baru bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan aman dan fleksibel.
“Emas digital lebih praktis, tapi kalau mau dicetak jadi fisik, tetap bisa,” pungkasnya.
(ADV/R)