SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Balikpapan menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan 90 anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB), anak tunanetra, serta penghuni panti asuhan di Balikpapan. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dinas terkait yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut.
Ketua APJI Balikpapan, Yuli Shinta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program sosial perdana setelah pelantikan APJI pada 28 Februari 2025 lalu. Ia menegaskan bahwa APJI memiliki komitmen untuk aktif berkontribusi dalam berbagai program sosial serta pelatihan guna meningkatkan kualitas jasa boga di Balikpapan.
"Kami ingin memberikan manfaat tidak hanya bagi anggota APJI, tetapi juga bagi masyarakat. Setelah Ramadan, kami akan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan standar gizi, kebersihan, dan mutu makanan bagi para pelaku usaha jasa boga," ujar Yuli.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pengusaha jasa boga dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di sektor kuliner. Saat ini, APJI Balikpapan menaungi sekitar 60 usaha katering, namun organisasi ini juga membuka peluang bagi restoran, kafe, hingga warung makan untuk bergabung.
Menurut Yuli, penting bagi pelaku usaha kuliner untuk menjadi bagian dari APJI agar dapat mengikuti pelatihan yang berstandar nasional. Hal ini bertujuan agar makanan dan minuman yang disajikan memiliki kualitas yang sesuai dengan standar gizi dan keamanan pangan.

"Pelaku usaha makanan harus memahami pentingnya standar dalam jasa boga. Jangan hanya sekadar menerima pesanan tanpa memperhatikan kualitas dan keamanan pangan karena dampaknya bisa sangat serius," tegasnya.
Selain di Balikpapan, APJI juga dipercaya untuk mengawasi standar jasa boga di daerah lain seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Sepaku, dan Samarinda. Hal ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan mutu layanan makanan di Indonesia.
"APJI akan bersinergi dengan pemerintah dalam mengawasi dan meningkatkan standar jasa boga, tidak hanya di Balikpapan, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Kalimantan Timur," jelas Yuli.
Sebagai langkah konkret, APJI berencana membentuk sebuah yayasan yang akan berfokus pada pengembangan dan pengawasan standar jasa boga. Yuli menegaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal tetap menjadi prioritas dalam upaya ini agar kualitas makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi, mutu, dan kebersihan yang telah ditetapkan.
"Kami ingin memastikan bahwa sektor jasa boga di Balikpapan dan sekitarnya berkembang dengan baik, sesuai dengan standar yang telah ditentukan," pungkasnya.
(*)