SWARAREPUBLIKA.com, Bontang - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menggelar acara Deklarasi Pilkada Damai Tahun 2024 di BSCC Dome, pada Selasa, 24 September 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat instansi terkait, termasuk penyelenggara Pilkada dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), partai politik, tim sukses, serta organisasi kemasyarakatan (Ormas).
Deklarasi ini menjadi momen penting dalam upaya menciptakan suasana politik yang aman dan damai di Kalimantan Timur. Semua calon kepala daerah, mulai dari Gubernur, Walikota, hingga Bupati, turut hadir dalam acara ini.
Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika politik yang sering kali memanas. "Deklarasi Pilkada Damai ini menjadi wujud nyata upaya bersama dalam menciptakan suasana kondusif tanpa harus memecah belah masyarakat," ungkap Nasrullah, calon Wakil Walikota Bontang, saat diwawancarai awak media.

Nasrullah juga menyampaikan apresiasinya terhadap Polda Kaltim dan KPU Kalimantan Timur yang telah memfasilitasi kegiatan ini.
Menurutnya, deklarasi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam mengedepankan nilai-nilai toleransi dan silaturahmi di tengah masyarakat. "Kegiatan ini menginspirasi kita semua untuk terus menjaga kedamaian, keberagaman, dan memperkuat tali silaturahmi, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat," lanjutnya.
Di tengah pelaksanaan Pilkada tahun ini, partisipasi pemilih, khususnya dari kalangan generasi muda, sangat diharapkan. Nasrullah mengungkapkan, pemilih muda di Kalimantan Timur mencakup sekitar 56% dari total jumlah pemilih. "Generasi muda harus menjaga dan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani, memilih pemimpin berdasarkan visi dan program yang jelas untuk masa depan mereka," jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi anak muda di Bontang, terutama terkait kesenjangan ekonomi yang semakin lebar. Tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda menjadi perhatian khusus bagi Nasrullah dan Sutomo Jabir, calon Walikota Bontang. "Kami menyadari bahwa banyak anak muda, terutama mereka yang baru lulus SMA/SMK dan sedang dalam transisi menuju dunia kerja, sangat membutuhkan pemimpin yang visioner. Pemimpin yang mampu meminimalisir pengangguran dan mengentaskan kemiskinan," tegasnya.
Nasrullah menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja dan pengembangan kreativitas di kalangan anak muda. "Bontang adalah kota industri, sehingga mindset anak muda harus diarahkan pada kreativitas dalam sektor industri. Kami sangat mendukung langkah-langkah anak muda dalam menciptakan lapangan kerja, dan ini menjadi salah satu konsep yang kami usung dalam visi pembangunan Kota Bontang ke depan," ungkapnya.
Dengan komitmen ini, diharapkan Pilkada 2024 tidak hanya berjalan damai, tetapi juga menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda di Kalimantan Timur.